<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214</id><updated>2012-02-16T03:40:45.464-08:00</updated><category term='dunia islam'/><category term='perjalanan dakwah'/><category term='in memoriam ustadzah Yoyoh Yusroh'/><category term='taujihat'/><title type='text'>UNTUKMU KADER DAKWAH (UNDERDAKWAH)</title><subtitle type='html'>Tetaplah Bersama dakwah!!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>51</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-2583630257972793439</id><published>2011-10-26T17:49:00.001-07:00</published><updated>2011-10-26T17:49:24.808-07:00</updated><title type='text'>Suharna Surapranata, Teladan di Semua Mihwar Dakwah</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;div class="post hentry" style="margin-bottom: 1.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.5em; padding-bottom: 1.5em;"&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="font: normal normal normal 14px/20px Arial, Verdana; margin-bottom: 0.75em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-top: 8px; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Islamedia - Gonjang-ganjing reshuffle kabinet banyak mendapatkan sorotan media akhir-akhir ini. Banyak media menilai PKS emosional mensikapi reshuffle ini lantaran seorang menterinya terkena dampak, harus meninggalkan kursi kementrian untuk diganti personal lain. Benarkah ada sikap emosional menghadapi reshuffle tersebut, dan bagaimana sikap Menteri yang terkena reshuffle ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri dari PKS yang terkena reshuffle itu adalah Suharna Surapranata. Apakah ia emosional menghadapi peristiwa ini ? Ah, berlebihan pertanyaan itu. Kang Harna, panggilan akrab sang menteri, ternyata biasa saja. Bersikap sangat arif dan tenang, sama sekali tidak ada kesan emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum Pengumuman, Sudah Berpamitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi banyak kalangan, jabatan menteri dianggap sebagai sebuah posisi yang prestis dan terhormat, maka banyak orang berebut mendapatkannya. Oleh karena itu, bagi sebagian menteri, reshuffle sungguh merupakan tamparan dan menjadi momok yang sangat menakutkan. Namun tidak demikian dengan Kang Harna. Mantan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS ini menganggap posisi menteri adalah amanah dakwah. Maka sebagai bagian utuh dari proses dakwah, ia siap ditempatkan dimanapun pos-pos yang bisa menjadi lahan baginya untuk berkontribusi secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu isu reshuffle sudah kian menghangat, dan sudah ada isyarat dari Istana Negara bahwa dirinya akan diganti, ia langsung menyiapkan segala sesuatu. Selasa pagi, 18 Oktober 2011, Kang Harna memimpin Rapim Menristek yang dihadiri para pejabat di lingkungan Kementrian. Pada Rapim tersebut, Kang Harna menyampaikan bahwa dirinya akan segera diganti oleh personal lain yang akan ditunjuk oleh Presiden SBY. Oleh karena itu Kang Harna menyampaikan kalimat pamitan dan beberapa pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja pernyataan tersebut sangat mengejutkan para pejabat di lingkungan kementrian Ristek, karena belum ada pengumuman resmi dari Presiden SBY terkait reshuffle. Banyak kalangan pejabat di kementrian yang merasa tidak percaya atas informasi tersebut. Selama ini hubungan sang menteri maupun kementrian Ristek dengan Presiden SBY baik-baik saja, tidak ada masalah atau kasus apapun yang layak dipersoalkan. Bahkan ada banyak kemajuan serta prestasi di Kementrian Ristek selama dipimpin Kang Harna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika dibandingkan dengan beberapa kementrian lainnya yang tengah ada kasus, atau mendapatkan “raport merah” dari UKP4, atau ada masalah dengan laporan keuangan kementrian. Justru Kementrian Ristek posisinya aman-aman saja, bahkan mendapatkan nilai bagus, maka pernyataan pamit Kang Harna sangat mengejutkan para pejabat dan staf di lingkungan Kementrian Ristek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya pamitan di forum resmi tersebut, namun Kang Harna juga mengunjungi seluruh lantai dan memasuki ruangan-ruangan untuk menyapa sekaligus berpamitan dengan para pegawai di lingkungan kementrian Ristek. Benar-benar kejutan, karena tidak menyangka Kang Harna menyapa mereka dan berdialog dengan para staf, sekaligus berpamitan. Kang Harna sudah pamit padahal reshuffle belum diumumkan SBY, sehingga belum ada kepastian apakah Menristek diganti atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pegawai di lingkungan Kementrian Ristek memanfaatkan momentum itu untuk bersalaman dan berpotret bersama sang Menteri. Ya, Menteri Ristek di hari terakhir pengabdiannya. Sebagian pegawai bahkan terharu dan meneteskan air mata karena tidak menyangka Kang Harna akan segera meninggalkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai mengungkapkan pamit, Kang Harna menyampaikan beberapa pesan kepada para pejabat dan staf di lingkungan Kementrian Ristek, bahwa jabatan itu hanya amanah yang setiap saat bisa selesai. Beliau mengatakan reshuffle Menristek itu hanya pindah nakhoda, karena semuanya sudah tersedia, seperti undang-undang, visi, misi kementrian dan perangkat lainnya. Untuk itulah Kang Harna meminta semua pejabat dan staf bekerja semakin profesional bersama menteri baru nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah Selesai Berkemas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, semenjak isu reshuffle bergulir, Kang Harna sudah memerintahkan kepada para staf khusus beliau untuk segera berkemas. Demikianlah Kang Harna menyikapi setiap ada isu reshuffle. Seakan sudah memastikan bahwa dirinya yang akan terkena. Hal sama beliau lakukan saat ada isu reshuffle setahun yang lalu, beliau sudah memerintahkan staf untuk berkemas. Namun ternyata waktu itu tidak jadi ada reshuffle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para staf segera melakukan perapihan di kantor Kementrian Ristek, dengan memilah barang-barang. Kang Harna berpesan agar cermat dalam melakukan packing. Jangan ada barang kementrian yang terbawa, dan jangan ada barang pribadi yang tertinggal. Hingga hari Senin 17 Oktober 2011, packing sudah selesai dilakukan oleh para staf. Barang-barang sudah dikemas dengan rapi dan tinggal membawa pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang Dengan Mobil Pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai berpamitan dan berpesan dengan pejabat dan staf di lingkungan Kementrian, Kang Harna pun pulang. Luar biasa, siang itu, Selasa 18 Oktober 2011, beliau pulang mengendarai mobil pribadi. Mobil dinas Menristek beliau parkir di kantor, kunci serta seluruh perlengkapan mobil sudah dititipkan kepada pegawai yang berwenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejabat yang melepas beliau semakin heran. Seseorang bertanya, “Mengapa tidak menggunakan mobil menteri?” Kang Harna menjawab, “Saya sudah pamitan. Itu jatah mobil menteri baru nanti”, jawab beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah keteladanan yang luar biasa. Betapa banyak pejabat yang ingin selalu menikmati bahkan memiliki fasilitas dinas. Kalau perlu tidak dikembalikan, walaupun tidak lagi menjabat. Tidak demikian dengan kader senior PKS ini. Kang Harna memberikan contoh perilaku politik yang santun, beradab dan bertanggung jawab. Kang Harna simbol kesalihan seorang pejabat negera setingkat menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu menunggu pengumuman resmi. Beliau sudah berpamitan. Beliau sudah mengemas semua barang. Beliau sudah menyerahkan mobil kementrian. Maka, siang hari itu, sejarah perpolitikan di Indonesia mencatat, seorang Menteri yang menuntaskan pekerjaan di hari terakhir tugasnya, dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa. Sikap konsistensi kepada keyakinan, sikap kesederhanaan, sikap kehati-hatian telah dicontohkan. Sejarah perpolitikan Indonesia harus mencatat peristiwa ini, sebagai pelajaran bagi seluruh pejabat di republik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembalikan Rumah Dinas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemana Kang Harna setelah selesai pamitan di Kantor Kementrian Ristek ? Selasa siang itu, 18 Oktober 2011, dengan menggunakan mobil pribadinya, Kang Harna langsung menuju rumah Dinas Menristek. Beliau meneliti kondisi rumah, dan memastikan bahwa rumah dinas tersebut sudah berada dalam kondisi rapi. Beliau memasuki rumah dan melihat semua bagian dan ruangan dengan detail. Jangan ada barang-barang milik dinas yang terbawa, dan jangan ada barang milik beliau yang tertinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memastikan bahwa semua sudah beres dan rapi, beliaupun meninggalkan rumah dinas Menristek. Beliau ingin memastikan bahwa rumah dinas tersebut besok pagi sudah siap ditempati Menristek yang baru. Luar biasa, sebuah sikap kesederhanaan dan kehati-hatian yang pantas diteladani oleh semua masyarakat dan bangsa, khususnya bagi para pejabat negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi, sejarah perpolitikan di Indonesia harus mengabadikan peristiwa ini. Sebuah pendidikan politik bagi para pejabat di seluruh level, agar bersikap profesional, sederhana dan bersahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengganti KTP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada yang kurang, siang itu. Usai meneliti rumah dinas, Kang Harna segera meluncur ke Kantor Kelurahan. Apa yang beliau lakukan ? Ternyata beliau mengurus pergantian KTP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam KTP yang beliau miliki selama menjabat menjadi Menristek, tertulis identitas “Menteri” di KTP tersebut. Maka Kang Harna ingin semua selesai pada hari itu pula, Selasa 18 Oktober 2011, sebelum ada pengumuman resmi reshuffle kabinet. Beliau meminta agar dibuatkan KTP baru dengan identitas yang baru pula, karena besok pagi beliau sudah bukan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lega. Kang Harna menyelesaikan pembuatan KTP baru. Apa yang berbeda dari KTP tersebut ? Kalau semula tertulis identitas “Menteri” pada KTP beliau, sekarang tertulis “Wiraswasta” pada KTP yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi, luar biasa Menteri yang satu ini. Perjalanan panjang dalam gerakan dakwah telah membentuknya memiliki karakter yang mulia. Beliau tidak ingin ada pemalsuan identitas. Beliau bukan lagi menteri, besok pagi. Maka tidak layak memiliki KTP yang bertuliskan identitas “Menteri”. Beliau ingin tampil dengan identitasnya yang asli, “Wiraswasta”. Bukan “Mantan Menteri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 13.00 Sudah Selesai Semuanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, jam 13.00 wib hari Selasa 18 Oktober 2011, sudah selesai semua urusan Kang Harna. Sudah berpamitan dan memberi pesan di Kementrian Ristek. Sudah mengembalikan mobil dinas. Sudah meninggalkan dan merapikan rumah dinas. Sudah mengganti identitas di KTP. Lega, semua urusan sudah dibereskan. Rasanya tidak ada yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyaallah. Pengumuman reshuffle belum disampaikan. Belum ada kepastian apakah Kang Harna akan jadi diganti atau tidak. Namun semua urusan sudah dibereskan. Jika nanti malam Presiden SBY mengumumkan kabinet baru, dan ternyata dirinya benar-benar diganti, maka ia sudah menuntaskan seluruh urusannya. Tidak ada lagi yang menjadi bebannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Menyambut Gembira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Harna memang sudah dihubungi oleh Mensesneg Sudi Silalahi, yang menyampaikan pesan dari Presiden SBY bahwa dirinya akan diganti. Ia menerima pesan itu dengan perasaan “legowo”, tidak melakukan “pemberontakan” atau “perlawanan”. Misalnya dengan membuat pernyataan di media yang menyatakan bahwa dirinya dizalimi atau tidak terima kalau diganti, atau semacam itu. Tidak, sama sekali tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Harna justru mengirim kabar itu melalui sms kepada anak-anak beliau. Apa respon anak-anak atas berita itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah Abi !” ini jawaban anak pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah. Berarti Abi bakal lebih sering bersama kita. Kalau begitu kita perlu syukuran !” jawab anak kedua. Ya, semua keluarga menyambut gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun menjadi Menristek, membuat Kang Harna lebih sibuk daripada sebelumnya. Jam 06.00 wib Kang Harna sudah berada di kantor Kementrian Ristek. Ya pagi-pagi sekali beliau sudah berada di kantor, bahkan sering sebelum jam 06.00 wib beliau sudah masuk kantor. Setelah itu beliau berkegiatan di dalam kantor atau berkegiatan di luar lingkungan kantor Kementrian. Sore atau malam baru pulang ke rumah dinas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan irama kesibukan seperti itu, membuat beliau semakin jarang bertemu keluarga. Beliau ingin memberikan contoh teladan bagi semua pejabat, pegawai dan staf di lingkungan Kementrian Ristek, bahwa bekerja harus bersungguh-sungguh dan penuh dedikasi. Habis menunaikan shalat Subuh beliau sudah siap pergi ke kantor. Maka, sebelum jam 06.00 beliau sudah berada di ruangan Menristek. Kadang jam 05.30 sudah berada di ruang kerja kementrian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka demikian bergembira anak-anak beliau, saat mendapat kabar bahwa Kang Harna akan digeser dari Menristek dan diganti personal lain yang ditunjuk Presiden SBY. Coba perhatikan respon spontan ini, “Alhamdulillah. Berarti Abi bakal lebih sering bersama kita. Kalau begitu kita perlu syukuran !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, malam harinya, Presiden SBY mengumumkan kabinet baru hasil reshuffle. Suharna Surapranata digantikan oleh Menristek yang baru, Gusti Muhammad Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinerja Kementrian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggantian Kang Harna dari Menristek sudah pasti bukan karena kinerja. Karena berdasarkan penilaian Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) dan BPK, kinerja Menristek diakui bagus. Bahkan laporan keuangan Kementrian dibawah Kang Harna dinyatakan WTP selama dua tahun berturut-turut, maka renumerasi Kemenristek dipercepat tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai “Wajar Tanpa Pengecualian” (WTP) adalah opini audit atas laporan keuangan yang paling bagus atau menempati posisi paling atas. Opini audit lainnya adalah “Wajar Dengan Pengecualian” (Qualified Opinion), “Tidak Memberikan Pendapat” (Disclaimer) dan “Tidak Wajar” (Adverse). Maka dengan melihat hasil penilaian UKP4 serta nilai WTP selama dua tahun di bawah kepemimpinan Kang Harna, menandakan kinerja Menristek tidak ada masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tatkala Presiden SBY mengumumkan kabinet hasil Reshuffle, dan ternyata Kang Harna keluar dari jajaran kementrian, publik layak bertanya, atas dasar apa pergantian itu ? “Sudahlah, tidak perlu diperdalam. Ini sudah terjadi”, jawab Kang Harna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang ditulis Kompas, “Kendati tak mengetahui alasan pasti terkait pencopotannya, mantan Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata mengaku legawa. Tak lupa, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengucapkan syukur karena telah memiliki kesempatan mengabdi kepada negara”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya juga merasa bersyukur bisa membantu Presiden selama dua tahun ini," kata Suharna kepada para wartawan di sela-sela upacara pelantikan menteri dan wakil menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/10/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya lebih rinci terkait detik-detik pencopotannya, Suharna enggan menceritakannya. Pencopotannya dipandang hak prerogatif Presiden sepenuhnya. Dirinya hanya mengaku menerima telepon dari Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudahlah. Saya kira ini tidak perlu diperdalam. Ini sudah terjadi," ujarnya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suharna mengatakan, selepas menjadi menteri, dirinya ingin kembali ke PKS dan membangun partai. Pencopotan Suharna yang secara resmi disampaikan Presiden di Istana Merdeka, Selasa (18/10/2011), turut mengurangi jatah kursi menteri partai dakwah tersebut. Demikian ulasan Kompas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, saat acara serah terima jabatan Menristek di kantor Kementrian, Kang Harna menyampaikan, “Saya pinjam pantun Pak Tifatul. Ayu Ting Ting naik Kopaja, yang penting kita tetap bekerja.” Itulah slogan yang sangat nyata. Dimanapun Kang Harna, pasti akan terus bekerja untuk masyarakat, bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Harna di Mata Saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau orang yang ramah, santun dan bersahaja. Beliau salah seorang jajaran qiyadah dakwah yang memberikan contoh konsistensi dalam kehidupan. Kader senior dakwah yang menapaki jalan panjang dan terjal, menghantarkan dakwah dari ruang-ruang tertutup menuju ruang-ruang kenegaraan. Dan beliau sendiri mencontohkan bagaimana sikap seorang negarawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tidak pernah berambisi jabatan apapun, baik dalam organisasi maupun dalam jabatan publik. Saat beliau mendapatkan amanah menjadi salah seorang calon menteri yang diusulkan oleh PKS, kami semua mengetahui bahwa beliau keberatan dengan posisi itu. Beliau merasa ada lebih banyak kader dakwah yang tepat pada posisi kementrian. Namun, beliau juga memberikan contoh bahwa amanah harus dilaksanakan dengan segenap kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang sering saya katakan, “Posisi-posisi dalam dakwah ini datang dan pergi. Bisa datang, bisa pergi, bisa kembali lagi, bisa pula tidak pernah kembali. Bisa ‘iya’ bisa ‘tidak’. Iya menjadi pengurus, pejabat, pemimpin dan semacam itu; atau tidak menjadi pengurus, tidak menjadi pejabat, tidak menjadi pemimpin, tidak menjadi apapun yang bisa disebut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Harna telah memberikan contoh kepada kita. Beliau tetap bekerja, dimanapun berada. Beliau selalu di jalan dakwah, selalu istiqamah, saat masih duduk di bangku kuliah, saat perintisan awal dakwah, saat mengalami masa-masa pertumbuhan dakwah yang sulit, dan bahkan akhirnya menjadi pejabat negara, dan sekarang kembali lagi menjadi masyarakat biasa. “Wiraswasta”, begitu pilihan identitas di KTP-nya.&lt;br /&gt;Tidak menyalahkan sana menyalahkan sini, tidak emosi karena dicopot dari menteri, justru beliau menampakkan sikap yang rendah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa. Gemblengan perjalanan dakwah puluhan tahun telah menampa Kang Harna memiliki karakter yang sangat kuat. Layak diteladani oleh para kader, tentang kesederhanaan, tentang ketekunan, tentang dedikasi, tentang konsistensi, tentang kehati-hatian, tentang kesantunan, tentang profesionalitas kerja, tentang kemampuan adaptasi di segala mihwar, tentang sikap kenegarawanan, tentang komitmen kekaderan, tentang visi yang terang benderang, tentang platform pembangunan Indonesia yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak, teramat sangat banyak yang bisa kita pelajari dari kader senior yang satu ini. Saya salah seorang kader yang merasa bangga, memiliki senior yang memberikan keteladanan mulia kepada generasi berikutnya. Semoga semakin banyak kader berkualitas Suharna Surapranata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Cahyadi Takariawan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer" style="letter-spacing: 0.1em; line-height: 1.4em; margin-bottom: 0.75em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.75em; text-transform: uppercase;"&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-3"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="comments" id="comments"&gt;&lt;a href="" name="comments"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-2583630257972793439?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/2583630257972793439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=2583630257972793439&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/2583630257972793439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/2583630257972793439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/10/suharna-surapranata-teladan-di-semua.html' title='Suharna Surapranata, Teladan di Semua Mihwar Dakwah'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-5910265786088451218</id><published>2011-10-26T16:12:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T16:12:33.083-07:00</updated><title type='text'>Thariq Bin Ziyad sang Penakluk Spanyol</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-GKzXIX7DY2E/TqiTySa1UTI/AAAAAAAAAdE/WHjFr_-sjMk/s1600/mujahiddesert2ux0-300x298.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-GKzXIX7DY2E/TqiTySa1UTI/AAAAAAAAAdE/WHjFr_-sjMk/s1600/mujahiddesert2ux0-300x298.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Oleh: Mochammad Bugi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Setelah Rasulullahsaw. wafat, Islam menyebar dalam spektrum yang luas. Tiga benua lama -Asia,Afrika, dan Eropa-pernah merasakan rahmat dan keadilan dalam naunganpemerintahan Islam. Tidak terkecuali Spanyol (Andalusia). Ini negeri di daratanEropa yang pertama kali masuk dalam pelukan Islam di zaman PemerintahanKekhalifahan Bani Umaiyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Sebelumnya, sejaktahun 597 M, Spanyol dikuasai bangsa Gotic, Jerman. Raja Roderick yang berkuasasaat itu. Ia berkuasa dengan lalim. Ia membagi masyarakat Spanyol ke dalam limakelas sosial. Kelas pertama adalah keluarga raja, bangsawan, orang-orang kaya,tuan tanah, dan para penguasa wilayah. Kelas kedua diduduki para pendeta. Kelasketiga diisi para pegawai negara seperti pengawal, penjaga istana, dan pegawaikantor pemerintahan. Mereka hidup pas-pasan dan diperalat penguasa sebagai alatmemeras rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Kelas keempat adalahpara petani, pedagang, dan kelompok masyarakat yang hidup cukup lainnya. Merekadibebani pajak dan pungutan yang tinggi. Dan kelas kelima adalah para buruhtani, serdadu rendahan, pelayan, dan budak. Mereka paling menderita hidupnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Akibat klasifikasisosial itu, rakyat Spanyol tidak kerasan. Sebagian besar mereka hijrah keAfrika Utara. Di sini di bawah Pemerintahan Islam yang dipimpin Musa binNusair, mereka merasakan keadilan, kesamaan hak, keamanan, dan menikmatikemakmuran. Para imigran Spanyol itu kebanyakan beragama Yahudi dan Kristen.Bahkan, Gubernur Ceuta, bernama Julian, dan putrinya Florinda -yang dinodaiRoderick-ikut mengungsi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Melihat kezalimanitu, Musa bin Nusair berencana ingin membebaskan rakyat Spanyol sekaligus menyampaikanIslam ke negeri itu. Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik memberi izin. Musasegera mengirim Abu Zar’ah dengan 400 pasukan pejalan kaki dan 100 orangpasukan berkuda menyeberangi selat antara Afrika Utara dan daratan Eropa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Kamis, 4 Ramadhan 91Hijriah atau 2 April 710 Masehi, Abu Zar’ah meninggalkan Afrika Utaramenggunakan 8 kapal dimana 4 buah adalah pemberian Gubernur Julian. Tanggal 25Ramadhan 91 H atau 23 April 710 H, di malam hari pasukan ini mendarat di sebuahpulau kecil dekat Kota Tarife yang menjadi sasaran serangan pertama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Di petang harinya,pasukan ini berhasil menaklukan beberapa kota di sepanjang pantai tanpaperlawanan yang berarti. Padahal jumlah pasukan Abu Zar’ah kalah banyak.Setelah penaklukan ini, Abu Zar’ah pulang. Keberhasilan ekspedisi Abu Zar’ahini membangkitkan semangat Musa bin Nusair untuk menaklukan seluruh Spanyol.Maka, ia memerintahkan Thariq bin Ziyad membawa pasukan untuk penaklukan yangkedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Thariq bin Ziyad binAbdullah bin Walgho bin Walfajun bin Niber Ghasin bin Walhas bin Yathufat binNafzau adalah putra suku Ash-Shadaf, suku Barbar, penduduk asli daerahAl-Atlas, Afrika Utara. Ia lahir sekitar tahun 50 Hijriah. Ia ahli menunggangkuda, menggunakan senjata, dan ilmu bela diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Senin, 3 Mei 711 M,Thariq membawa 70.000 pasukannya menyeberang ke daratan Eropa dengan kapal.Sesampai di pantai wilayah Spanyol, ia mengumpulkan pasukannya di sebuah bukitkarang yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar -diambil dari bahasa Arab“Jabal Thariq”, Bukit Thariq. Lalu ia memerintahkan pasukannya membakar semuaarmada kapal yang mereka miliki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Pasukannya kaget.Mereka bertanya, “Apa maksud Anda?” “Kalau kapal-kapal itu dibakar, bagaimanananti kita bisa pulang?” tanya yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Dengan pedangterhunus dan kalimat tegas, Thariq berkata, “Kita datang ke sini bukan untukkembali. Kita hanya memiliki dua pilihan: menaklukkan negeri ini lalu tinggaldi sini atau kita semua binasa!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Kini pasukannyapaham. Mereka menyambut panggilan jihad Panglima Perang mereka itu dengansemangat berkobar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Lalu Thariqmelanjutkan briefingnya. “Wahai seluruh pasukan, kalau sudah begini ke manalagi kalian akan lari? Di belakang kalian ada laut dan di depan kalian adamusuh. Demi Allah swt., satu-satunya milik kalian saat ini hanyalah kejujurandan kesabaran. Hanya itu yang dapat kalian andalkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Musuh dengan jumlahpasukan yang besar dan persenjataan yang lengkap telah siap menyongsong kalian.Sementara senjata kalian hanyalah pedang. Kalian akan terbantu jika kalianberhasil merebut senjata dan perlengkapan musuh kalian. Karena itu, secepatnyakalian harus bisa melumpuhkan mereka. Sebab kalau tidak, kalian akan menemukankesulitan besar. Itulah sebabnya kalian harus lebih dahulu menyerang merekaagar kekuatan mereka lumpuh. Dengan demikian semangat juang kita akan bangkit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Musuh kalian itusudah bertekad bulat akan mempertahankan negeri mereka sampai titik darahpenghabisan. Kenapa kita juga tidak bertekad bulan untuk menyerang merekahingga mati syahid? Saya sama sekali tidka bermaksud menakut-nakuti kalian.Tetapi marilah kita galang rasa saling percaya di antara kita dan kita galangkeberanian yang merupakan salah satu modal utama perjuangan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Kita harus bahumembahu. Sesungguhnya saya tahu kalian telah membulatkan tekad serta semangatsebagai pejuang-pejuang agama dan bangsa. Untuk itu kelak kalian akan menikmatikesenangan hidup, disamping itu kalian juga memperoleh balasan pahala yangagung dari Allah swt. Hal itu karena kalian telah mau menegakkan kalimat-Nyadan membela agama-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Percayalah,sesungguhnya Allah swt. adalah penolong utama kalian. Dan sayalah orang pertamayang akan memenuhi seruan ini di hadapan kalian. Saya akan hadapi sendiri RajaRoderick yang sombong itu. Mudah-mudahan saya bisa membunuhnya. Namun, jika adakesempatan, kalian boleh saja membunuhnya mendahului saya. Sebab denganmembunuh penguasa lalim itu, negeri ini dengan mudah kita kuasai. Saya yakin,para pasukannya akan ketakutan. Dengan demikian, negeri ini akan ada di bawahbendera Islam.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Mendengar pasukanThariq telah mendarat, Raja Roderick mempersiapkan 100.000 tentara denganpersenjataan lengkap. Ia memimpin langsung pasukannya itu. Musa bin Nusairmengirim bantuan kepada Thariq hanya dengan 5.000 orang. Sehingga total pasukanThariq hanya 12.000 orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Ahad, 28 Ramadhan 92H atau 19 Juli 711 M, kedua pasukan bertemu dan bertempur di muara SungaiBarbate. Pasukan muslimin yang kalah banyak terdesak. Julian dan beberapa oranganak buahnya menyusup ke kubu Roderick. Ia menyebarkan kabar bahwa pasukanmuslimin datang bukan untuk menjajah, tetapi hanya untuk menghentikan kezalimanRoderick. Jika Roderick terbunuh, peperangan akan dihentikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Usaha Julianberhasil. Sebagian pasukan Roderick menarik diri dan meninggalkan medanpertempuran. Akibatnya barisan tentara Roderick kacau. Thariq memanfatkansituasi itu dan berhasil membunuh Roderick dengan tangannya sendiri. MayatRoderick tengelam lalu hanyat dibawa arus Sungai Barbate.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Terbunuhnya Roderickmematahkan semangat pasukan Spanyol. Markas pertahanan mereka dengan mudahdikuasai. Keberhasilan ini disambut gembira Musa bin Nusair. Baginya ini adalahawal yang baik bagi penaklukan seluruh Spanyol dan negara-negara Eropa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Setahun kemudian,Rabu, 16 Ramadhan 93 H, Musa bin Nusair bertolak membawa 10.000 pasukanmenyusul Thariq. Dalam perjalanan ia berhasil menaklukkan Merida, Sionia, danSevilla. Sementara pasukan Thariq memabagi pasukannya untuk menaklukkanCordova, Granada, dan Malaga. Ia sendiri membawa sebagian pasukannyamenaklukkan Toledo, ibukota Spantol saat itu. Semua ditaklukkan tanpaperlawanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Pasukan Musa danpasukan Thariq bertemu di Toledo. Keduanya bergabung untuk menaklukkan Ecija.Setelah itu mereka bergerak menuju wilayah Pyrenies, Perancis. Hanya dalamwaktu 2 tahun, seluruh daratan Spanyol berhasil dikuasai. Beberapa tahunkemudian Portugis mereka taklukkan dan mereka ganti namanya dengan Al-Gharb(Barat).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Sungguh itukeberhasilan yang luar biasa. Musa bin Nusair dan Thariq bin Ziyad berencanamembawa pasukannya terus ke utara untuk menaklukkan seluruh Eropa. Sebab, waktuitu tidak ada kekuatan dari mana pun yang bisa menghadap mereka. Namun, niatitu tidak tereaslisasi karena Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik memanggilmereka berdua pulang ke Damaskus. Thariq pulang terlebih dahulu sementara Musabin Nusair menyusun pemerintahan baru di Spanyol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Setelah bertemuKhalifah, Thariq bin Ziyad ditakdirkan Allah swt. tidak kembali ke Eropa. Iasakit dan menghembuskan nafas. Thariq bin Ziyad telah menorehkan namanya dilembar sejarah sebagai putra asli Afrika Utara muslim yang menaklukkan daratanEropa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: whitesmoke; color: #1f497d; font-family: &amp;quot;Agency FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text2;"&gt;Sumber:&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2008/06/765/thariq-bin-ziyad-sang-penakluk-spanyol/"&gt; Dakwatuna&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-5910265786088451218?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/5910265786088451218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=5910265786088451218&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/5910265786088451218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/5910265786088451218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/10/thariq-bin-ziyad-sang-penakluk-spanyol.html' title='Thariq Bin Ziyad sang Penakluk Spanyol'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-GKzXIX7DY2E/TqiTySa1UTI/AAAAAAAAAdE/WHjFr_-sjMk/s72-c/mujahiddesert2ux0-300x298.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-5537641145242722853</id><published>2011-10-26T15:52:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T15:57:45.420-07:00</updated><title type='text'>Bengkok Itulah Kelebihannya</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: whitesmoke; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: whitesmoke; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Nc5WV9tTxR8/TqiPGt59qdI/AAAAAAAAAc8/s_NvGbEwOQg/s1600/suami+isteri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Nc5WV9tTxR8/TqiPGt59qdI/AAAAAAAAAc8/s_NvGbEwOQg/s1600/suami+isteri.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: whitesmoke; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Oleh:Musyaffa Ahmad Rahim, Lc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ia datang dengan muka marah, dada sempit, seakan isinya terpenuhi oleh bara api dan ia hendak menyemburkannya keluar sekaligus.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Aku katakan kepadanya: “Insya Allah Antum baik-baik saja!”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ia menjawab: “Kalau saja aku tidak pernah menikah!!! Niscaya hari ini hatiku tenang, jiwaku tenteram dan pikiranku santai … !!!”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Apa yang membuat pernikahanmu menyusahkanmu?” tanyaku kepadanya pura-pura tidak tahu.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Siapa lagi kalau bukan si dia, perempuan itu!!!” jawabnya masih dengan nada marah.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Engkau maksudkan istrimu??!!” komentarku asal-asalan saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Betul sekali” sergahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Apa lagi yang engkau keluhkan darinya??” komentarku mencoba menyabarkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Boooanyaaak lah!!!” tanggapannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Maksudmu, yang Antum keluhkan darinya jauh lebih banyak dari yang memuaskan dirimu??” tanyaku masih berlagak bodoh terhadap semua yang telah diungkapkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ia angguk-anggukkan kepalanya berkali-kali tanda setuju terhadap pernyataanku yang terakhir.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Barangkali engkau mengeluhkan tentang ketidaktundukannya kepadamu?” pancingku kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ia menatapku dengan cepat dan memandangiku secara mendalam: “tepat sekali” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Air matanya langsung bercucuran saat engkau mendebat atau membantahnya??” pancingku lebih lanjut.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tampak kekagetan pada raut mukanya seraya berkata: “betul, betul sekali” komentarnya setelah itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Ia juga sering membangkang??” selidikku lebih jauh.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Semakin tampak jelas kekagetannya pada bahasa tubuhnya, seraya berkata: “Seakan-akan kamu hidup bersama kami!!!”.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Perhatiannya kepadamu semakin menurun dan berkurang setelah masa pernikahan berlalu beberapa bulan??” selidikku kayak petugas KPK saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Kamu telah mendengar cerita tentang istriku dari orang lain ya??” pertanyaannya untuk menyembunyikan keheranan dan kekagetannya lebih lanjut.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Perhatiannya kepadamu semakin parah setelah kalian mempunyai anak??” selidikku lebih lanjut tanpa mempedulikan pertanyaan dia sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Jadi kamu telah mengetahui segalanya tentang istriku ya??!!!” komentarnya keheranan.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Tenang dan santai saja saudaraku … dan mari dengarkan penjelasanku!!” pintaku kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tampak rasa marah dan nyeseknya berkurang, dan mulai tergantikan oleh rasa ingin tahu dan karenanya tampak jelas keinginannya untuk menjadi pendengar yang baik. Ia pun berkata: “Silakan berbicara, saya siap menjadi pendengar”.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Pernahkah engkau membeli alat elektronik? HP, Notebook, dan semacamnya? Dan adakah disertakan bersamanya buku manual penggunaannya?”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Pernah” jawabnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Bagaimana Antum mempergunakan alat itu? Mestikah sesuai dengan buku manual penggunaannya?”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Pastilah” jawabnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Bagus, anggaplah Antum baru saja membeli alat elektronik itu, di situ dijelaskan bahwa catu listriknya adalah 110 volt, namun, Antum paksakan dia untuk dicolokkan ke kontak listrik dengan kekuatan 220 volt, apa kira-kira yang akan terjadi??” penjelasanku memberi kuliah teknik elektro.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Pastilah langsung terbakar” jawabnya singkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Misalnya lagi engkau ditantang untuk balapan motor, motormu 125 cc dengan tulisan di speedometer maksimal 140 km berjam, sedangkan temanmu membawa motor 250 cc dengan tulisan maksimal 260 km berjam pada speedometernya” ceramahku di hadapannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Dijamin kalah lah aku” sergahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Seandainya Antum memacu gas motor Antum sehingga mentok, akankah motor bisa melaju melebihi angka 140 km berjam??”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Ya nggak bisa tentunya” jawabnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Kenapa?” tanyaku kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Ya karena dari sononya (pabriknya) memang tidak dimungkinkan untuk melaju di atas 140 km berjam” jawabnya dengan tegas dan lugas.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Demikianlah ‘pabrikan’-nya perempuan, oleh Allah SWT telah menciptakannya dengan ‘manual’ tertentu yang kita harus ‘menggunakannya’ sesuai dengan ‘manual’ itu” penjelasanku filosofis.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Maksudmu?” tanyanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Tabiat psikologis perempuan yang engkau keluhkan di awal pembicaraan kita tadi, itulah ‘pabrikan’ perempuan dari sang Penciptanya, kalau saja engkau pahami ‘manual’-nya dengan baik, niscaya engkau tidak akan menuntutnya layaknya dia laki-laki macam kita ini”.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Manual yang mana yang engkau maksud” tanyanya tampak kebingungan, sebab aku mulai bergaya seorang filosof.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Bukankah Rasulullah SAW, utusan sang Pencipta telah menjelaskan tentang sebagian dari ‘manual’ itu saat bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" style="direction: rtl; line-height: 30pt; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px; text-align: center;"&gt;” استوصوا بالنساء خيرا فإن المرأة خلقت من ضلع أعوج وإن أعوج شيء في الضلع أعلاه فإذا ذهبت تقيمُه كسرت ، وإذا تركته لم يزل أعوج ، فاستوصوا بالنساء خيرا ”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;Aku wasiatkan kepada kalian agar berbaik-baik kepada kaum perempuan, sebab ia diciptakan dari tulang iga, sedangkan tulang iga yang paling bengkok adalah yang paling atas, oleh karena itu, jika kalian bermaksud membuatnya lurus dan tidak bengkok, niscaya patah lah ia, dan jika engkau membiarkannya begitu saja, niscaya ia akan terus menerus bengkok dan tidak pernah menjadi lurus, oleh karena itu, aku wasiatkan kepada kalian agar berbaik-baik kepada perempuan&lt;/em&gt;. (Hadits shahih muttafaqun ‘alaih)&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Bener juga ya!” serunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Jadi, apa yang engkau inginkan dan minta dari istrimu itu mirip dengan engkau meminta motormu untuk melaju dengan kecepatan di atas 140 km berjam, sehingga, walau pun gasnya sudah kamu tarik sekuat-kuatnya, ya tetap saja maksimal motormu melaju pada kecepatan 140 km berjam” kuliahku kepadanya selanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Oooo” gumamnya dan sepertinya dia mulai mengerti isyarat yang saya maksud.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Dan mari kita dalami lebih lanjut sabda Rasulullah SAW di atas” pintaku kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Dalam hadits tadi Rasulullah SAW menjelaskan bahwa jika tulang iga yang bengkok itu kita paksakan harus lurus, maka patahlah dia, hal ini mirip dengan alat elektronik 110 volt kita colokkan pada listrik dengan kekuatan 220 volt, kebakarlah dia” demikian bunyi lanjutan wejanganku kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ia berkata: “Tetapi, bukankah penjelasanmu ini mengindikasikan pengecilan dan pengurangan kadar perempuan??!!!”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Kekurangan di satu sisi dan kelebihan di sisi lain” jawabku singkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Sama dengan lelaki, ia mempunyai kekurangan di satu sisi dan mempunyai kelebihan di sisi yang lainnya” lanjutku menerangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Menariknya, apa yang kurang pada perempuan itu berbanding lurus dengan kelebihan pada lelaki dan apa yang lebih pada perempuan berbanding lurus dengan kekurangan pada lelaki” aku melanjutkan kuliah “filsafat”-ku kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Mohon maaf, terlalu filosofis penjelasanmu, tolong beri aku ulasan yang mudah” pintanya kepadaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Dalam hadits Rasulullah SAW tadi disinggung tentang sesuatu yang ‘bengkok’ atau tidak tegak lurus. Betul tidak?!” tanyaku meminta penegasan dari dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Tidakkah saat menyusui, posisi seorang ibu dalam keadaan ‘bengkok’ dan tidak tegak lurus?! Begitu pula saat ia mengenakan pakaian pada anaknya, tidakkah ia dalam posisi ‘bengkok’ dan tidak tegak lurus?!! Dan tidakkah saat ia mendekap anaknya, seorang ibu dalam keadaan ‘bengkok’ dan tidak tegak lurus?!!” demikian retorikaku kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Betul, betul sekali, saya tidak melihat seorang perempuan yang melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti tadi kecuali dalam keadaan ‘bengkok’ dan tidak tegak lurus” jawabnya meng-iya-kan.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Coba kamu renungkan, tidak ada satu pun kondisi atau posisi seorang ibu saat mengekspresikan rasa rindunya, atau kasih sayangnya, atau belas kasihnya, atau cintanya kepada anaknya kecuali ia dalam keadaan ‘bengkok’ dan tidak tegak lurus!!” pernyataanku mendikte.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Menariknya lagi, semua kosa kata yang menggambarkan demikian, dalam bahasa Arab, bahasa yang dipakai Rasulullah SAW, semua mempunyai hubungan erat dengan kata ‘bengkok’”.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Misalnya kata&amp;nbsp;&lt;em&gt;‘athifah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;yang berarti simpati, empati, emosi dan kasih sayang. Ia mempunyai hubungan erat dengan makna bengkok, bukankah jalanan yang menikung dalam bahasa Arab disebut&amp;nbsp;&lt;em&gt;thariqun mun’athifun&lt;/em&gt;???!!&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dan bukankah kecenderungan atau ketertarikan seseorang kepada sesuatu dalam bahasa Arab disebut&amp;nbsp;&lt;em&gt;mail&lt;/em&gt;, sebagaimana firman Allah SWT:&amp;nbsp;&lt;em&gt;fala tamilu kullal mail fatadzaruha kal-mu’allaqah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(Q.S. An-Nisa’: 129), dan bukankah&amp;nbsp;&lt;em&gt;mail&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dalam bahasa Arab artinya adalah miring atau condong, atau bengkok??!!&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dan masih ada beberapa kosa kata lagi yang mempunyai makna bengkok dan sekaligus mempunyai makna sayang atau simpati atau empati dan semacamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Inilah kelebihan perempuan, dengan ‘bengkok’ inilah ia mampu mengekspresikan berbagai rasa sayang, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh lelaki secara sempurna”.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(Dialog antara DR. Muhammad Rasyid Al-‘Uwaid dengan salah seorang lelaki yang mengeluhkan tentang istrinya).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/10/15685/bengkok-itulah-kelebihan-dan-keistimewaannya/#ixzz1bqeav7y6"&gt;Dakwatuna&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-5537641145242722853?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/5537641145242722853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=5537641145242722853&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/5537641145242722853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/5537641145242722853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/10/bengkok-itulah-kelebihannya.html' title='Bengkok Itulah Kelebihannya'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Nc5WV9tTxR8/TqiPGt59qdI/AAAAAAAAAc8/s_NvGbEwOQg/s72-c/suami+isteri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-3801665142274437793</id><published>2011-06-07T02:56:00.000-07:00</published><updated>2011-06-07T02:59:30.531-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perjalanan dakwah'/><title type='text'>Perjuangan Bertemu Qiyadah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-j_24ulKeQLo/Te31qUWYazI/AAAAAAAAAcI/S3NGaH1eyWA/s1600/8353880591641_petinggi-pks-anis-matta--hilmi-aminuddin--luthfi-hasan---mahfud-abdurahman_300_225.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://1.bp.blogspot.com/-j_24ulKeQLo/Te31qUWYazI/AAAAAAAAAcI/S3NGaH1eyWA/s320/8353880591641_petinggi-pks-anis-matta--hilmi-aminuddin--luthfi-hasan---mahfud-abdurahman_300_225.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Oleh : Cahyadi Takariawan&lt;br /&gt;Namanya Agung Nugroho. Seorang aktivis dakwah yang tinggal di Danurejan, Yogyakarta. Dia bukan pengurus teras PKS, dia hanya seorang kader biasa, sama seperti kader lainnya. Namun dia memiliki semangat yang luar biasa besarnya untuk terlibat dalam upaya mencerdaskan masyarakat Indonesia melalui membaca. Sejak tahun 2003 Agung mendirikan Pustaka Keliling Adil, yang dia jalankan sendiri dengan penuh dedikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sepeda motor miliknya, ia membawa buku-buku dan hadir ke tengah masyarakat Jogja. Ia meminjamkan buku itu secara gratis kepada siapapun yang memerlukannya. Ya benar, gratis. Padahal ia mengeluarkan biaya untuk mengoleksi buku, merawat, dan membawanya dengan motor ke tengah masyarakat. Ternyata antusias masyarakat demikian besar. Ini yang menjadikan Agung bertambah semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ingin menambah jumlah buku dan sarana yang lebih memadai untuk membawa buku-bukunya agar bisa semakin menjangkau banyak kalangan masyarakat. Maka ia membuat brosur berisi profil Pustaka Keliling Adil, dan berharap akan bisa dibagikan kepada para anggota legislatif saat acara Mukernas PKS di Yogyakarta bulan Februari 2011 yang lalu. Lebih-lebih, ia berharap bisa bertemu dengan para qiyadah PKS yang akan hadir pada Mukernas tersebut. Tapi, mungkinkah ? Ia sadar siapa dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak tahu bagaimana bertemu ustadz Hilmi, ustadz Luthfi atau ustadz Anis. Ia bukan orang senior, juga bukan pengurus teras, apa mungkin diberi waktu dan kesempatan bertemu para qiyadah tersebut ? Kalaupun para qiyadah membuka diri untuk bertemu semua kader, namun pasti ada protokoler tertentu yang membuatnya tidak akan mudah bertemu para qiyadah. Apalagi kalau alasannya karena akan mengajukan proposal, pasti tidak mudah. Tapi keinginannya sangat kuat untuk bertemu langsung dengan para qiyadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berpikir keras, bagaimana cara bertemu para qiyadah tanpa merepotkan pihak protokoler?  Lesehan di Malioboro, itu momentum yang mungkin bisa mempertemukan dirinya dengan para qiyadah. Ya, mungkin itu momentumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat 25 Februari 2011, para peserta Mukernas PKS beserta para qiyadah akan makan lesehan di Malioboro, sebagai salah satu acara ramah tamah dengan masyarakat Yogyakarta. Agung telah siap di Malioboro tempat digelar makan lesehan itu jam 16.30, padahal acara baru akan dimulai jam 19.30. Ia tidak mau kehilangan momentum itu. Ia datang awal untuk melihat seting tempat dan mengetahui dimana tempat duduk para qiyadah. Benar, ia menemukan satu tempat VVIP yang nantinya akan menjadi lokasi makan para qiyadah dan pejabat penting di lingkungan PKS, seperti para Menteri dari PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menunggu di sekitar lokasi VVIP, sambil membagi brosur Pustaka Keliling Adil kepada para peserta yang mulai berdatangan di lokasi acara. Sore menjelang maghrib, hujan turun dengan cukup deras. Agung tetap setia menanti hadirnya para qiyadah yang dijadwalkan tiba jam 19.30. Ia mengerjakan shalat maghrib di mushalla sekitar acara, dan bersegera kembali berjaga ke tempat semula. Namun betapa terkejut, ketika usai shalat maghrib ia menjumpai tempat VVIP tersebut sudah dijaga dengan ketat oleh Kepanduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia gelisah, bagaimana cara ia akan masuk ke sana ? Ia tidak peduli. Ia tetap saja berdiri di sekitar lokasi VVIP. Hingga waktu Isya tiba, ia segera ke mushalla untuk menunaikan shalat. Usai shalat Isya ia kembali ke lokasi acara, dan lebih terkejut lagi karena tempat VVIP sudah penuh diisi para qiyadah dan pejabat PKS, dengan pengawalan yang tampak sangat ketat. Bagaimana ia bisa masuk dan bergabung ? Mana mungkin akan diizinkan, sedang ia bukan panitia Mukernas, bukan pengurus teras PKS, bukan siapa-siapa di lokasi acara itu. Ia hanya seorang Agung, yang sangat ingin bertemu para qiyadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menatap dari kejauhan. Tiba-tiba matanya tertuju kepada sekelompok pengamen yang diizinkan mengamen di lokasi VVIP. Segera ia menuju ke kerumunan pengamen Malioboro yang tengah menghibur tamu VVIP, dan berdiri di antara para pengamen. Subhanallah, ternyata tak ada yang mempermasalahkan. Pihak panitia mungkin mengira ia adalah bagian dari kelompok pengamen, pihak pengamen mungkin mengira ia panitia. Jadi ia aman saja ikut beraksi di tengah pengamen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ramah tamah di tempat VVIP berjalan lancar, hingga tiba saat makan malam lesehan. Agung masih saja berdiri bersama para pengamen, dan belum mengetahui bagaimana cara bertemu para qiyadah itu. Ia melihat ustadz Hilmi Aminudin, ustadz Luthfi Hasan Ishaq, ustadz Sukamta, ustadz Zuhrif Hudaya dan para ustadz lainnya tengah duduk bercengkerama dengan akrab dan santai, sembari menikmati sajian lesehan Malioboro. Namun ia tidak berani maju untuk menyapa. Ia “hanya” kelompok pengamen, saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama ia berada di tengah para pengamen, sejak kedatangan para tamu VVIP, hingga kini acara makan malam sudah selesai dan para tamu bersiap hendak meninggalkan lokasi acara, kembali ke tempat Mukernas. Ia tetap tidak tahu bagaimana bisa menyapa ustadz Hilmi dan ustadz Luthfi. Ia tetap saja berdiri di tengah para pengamen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dinyana, ustadz Zuhrif Hudaya memanggilnya. Ya, tentu saja ustadz Zuhrif mengenalnya, karena ia kader Jogja. Ustadz Zuhrif berencana akan maju Pilkada Walikota Jogja. Ternyata ustadz Zuhrif meminta untuk memotret di tempat itu, bersama para qiyadah. Senang sekali Agung mendapat kesempatan ke depan. Segera ia maju dan menerima kamera ustadz Zuhrif untuk memotret. Jepret, jepret, jepret...... Ia memotret ustadz Hilmi, ustadz Luthfi, dan para qiyadah lainnya, termasuk para menteri dari PKS.... Luar biasa senang hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatinya berdegub kencang. Saat memotret itu, ia tepat berada di depan ustadz Hilmi dan ustadz Luthfi ! Masyaallah, tak pernah terbayang ia akan berada dalam jarak sedekat ini dengan para qiyadah. Sungguh, ia tidak pernah membayangkan mendapat kesempatan istimewa seperti ini. Tanpa dipikir panjang, usai memotret ia mengeluarkan brosur Pustaka Keliling Adil, dan langsung ia serahkan kepada ustadz Hilmi, ustadz Luthfi, dan semua tamu VVIP yang ada di lokasi itu. Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaha illallah, wallahu akbar ! Ternyata brosur itu diterima para qiyadah, dan langsung dibaca !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak percaya. Sungguh, ia melihat sendiri ustadz Hilmi dan ustadz Luthfi membaca brosur itu ! Masyaallah......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih terkejut lagi, tidak berapa lama ustadz Sukamta, ketua DPW PKS DIY, melambaikan tangan kepadanya, isyarat agar ia mendekat. Segera ia datang di depan ustadz Sukamta, ustadz Hilmi dan ustadz Luthfi. Inilah saat itu. Ya, inilah saat yang ditunggu-tunggu. Untuk pertama kalinya ia berjabat tangan dengan ustadz Hilmi dan ustadz Luthfi. Senang sekali hatinya, tak bisa dilukiskan dengan kata-kata....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Sukamta mengenalkan dirinya dengan ustadz Hilmi dan ustadz Luthfi, serta para ustadz lainnya. Kemudian ia diminta menceritakan Pustaka Keliling Adil yang dikelolanya. Sangat bersemangat ia mendapat kesempatan langka ini. Segera ia cerita segala yang dilakukan, membawa buku-buku dengan sepeda motor, dan mendatangi masyarakat untuk meminjamkan buku dengan gratis kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Hilmi dan ustadz Luthfi mendengar dengan seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi antum membawa buku itu dengan motor biasa ?” tanya ustadz Hilmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya ustadz. Itu fasilitas yang saya punya”, jawab Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Insyaallah saya akan bantu antum dengan dua motor khusus seperti yang antum perlukan”, kata ustad Hilmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah tidak percaya ia mendapat respon yang secepat itu. “Benar ustadz ?” tanya Agung seperti tidak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya benar”, jawab ustad Hilmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masyaallah, terimakasih ustadz, jazakallah khairan katsira”, ungkap Agung sangat gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai terkejutnya, tiba-tiba ustadz Luthfi menyodorkan sejumlah uang kepadanya. “Ini untuk antum Agung”, kata ustadz Luthfi sembari menyerahkan dana lima juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini untuk apa ustadz ?” tanya Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk membeli buku, melengkapi koleksi buku antum”, jawab ustadz Luthfi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masyaallah, terimakasih ustadz. Jazakallah khairan katsira”, jawab Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa gembira hatinya. Luar biasa gelora jiwanya. Tak mengira bisa bertemu, berjabat tangan dan berbicara langsung dengan para qiyadah. Ternyata bukan sekedar bisa bertamu, bahkan mendapatkan hadiah yang sangat diperlukan untuk mengembangkan perpustakaan kelilingnya. Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaha illallah, wallahu akbar !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat saja pertemuan di tempat VVIP itu, namun sangat berkesan baginya. Acara selesai, para tamu kembali ke acara Mukernas di Hotel Sheraton Yogyakarta. Agung pulang dengan hati yang sangat berbunga-bunga..... Tak pernah terbayang akan bertemu peristiwa seperti itu dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang ia akan segera bisa melengkapi buku-buku perpustakaannya, dan memiliki dua unit motor khusus untuk pustaka keliling. Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaha illallah, wallahu akbar !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia seakan masih tidak percaya, ketika hari Ahad 27 Februari 2011, ia dipanggil ke Hotel Sheraton Yogyakarta, tempat berlangsungnya rangkaian acara Mukernas PKS. Tahukah antum, ke ruang apa ia dipanggil ? Ya, ia dipanggil ke ruangan ustadz Hilmi. Benar-benar tak pernah terbayang oleh benaknya. Bercita-cita saja tidak berani, untuk bertemu ustadz Hilmi di ruangan beliau saat acara Mukernas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ia masuk, di dalam ruang telah menunggu ustadz Hilmi, ustadz Luthfi, dan beberapa pengurus teras DPW PKS DIY. Untuk kedua kalinya, ia bertemu dan berjabat tangan dengan para qiyadah ini, setelah dua hari sebelumnya bertemu di lesehan Malioboro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu ustadz Hilmi memberikan dana Rp. 42 juta rupiah untuk membeli dua motor untuk Pustaka Keliling Adil. Inilah mimpi yang cepat sekali terealisasikannya. Ia tidak mengira akan secepat ini proses bantuan yang dijanjikan saat bertemu di Malioboro. Dan ternyata diserahkan langsung oleh ustadz Hilmi, di ruang beliau saat Mukernas PKS di Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaha illallah, wallahu akbar !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Agung Nugroho. Seorang kader dakwah yang tinggal di Danurejan, Yogyakarta. Dia bukan pengurus teras PKS, dia hanya seorang kader biasa, sama seperti kader lainnya. Namun dia memiliki semangat yang luar biasa besarnya untuk bertemu para qiyadah, dan Allah mengabulkan keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat kisah ini Agung Nugroho ingin kembali menyampaikan ucapan terima kasih kepada ustadz Hilmi Aminudin dan ustadz Luthfi Hasan Ishaq. Dana itu kini telah berujud dua Motor Pintar Pustaka Keliling Adil, dan menjadi tambahan koleksi buku. Jazakumullah khairal jaza’ para qiyadah, yang telah berkenan bertemu dan mendengarkan aktivitas seorang kader biasa, bahkan memberikan bantuan yang sangat diperlukan. Insyaallah sangat bermanfaat untuk program pencerdasan masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/"&gt;DPC PKS Piyungan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * * * *&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-3801665142274437793?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/3801665142274437793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=3801665142274437793&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/3801665142274437793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/3801665142274437793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/06/perjuangan-bertemu-qiyadah.html' title='Perjuangan Bertemu Qiyadah'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-j_24ulKeQLo/Te31qUWYazI/AAAAAAAAAcI/S3NGaH1eyWA/s72-c/8353880591641_petinggi-pks-anis-matta--hilmi-aminuddin--luthfi-hasan---mahfud-abdurahman_300_225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-1597701580544406837</id><published>2011-05-30T15:37:00.000-07:00</published><updated>2011-05-30T22:18:44.380-07:00</updated><title type='text'>Benarkah Kita Kader Dakwah?</title><content type='html'>Oleh : Cahyadi Takariawan&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-MeESXQrC1UU/TeQb6HnkzKI/AAAAAAAAAb0/IJxEsJb3C14/s1600/5336_1153893760759_1030120031_30450308_1311634_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="116" src="http://3.bp.blogspot.com/-MeESXQrC1UU/TeQb6HnkzKI/AAAAAAAAAb0/IJxEsJb3C14/s320/5336_1153893760759_1030120031_30450308_1311634_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki kepahaman yang utuh. Paham akan falsafah dasar perjuangan, paham akan nilai-nilai yang diperjuangkan, paham akan cita-cita yang hendak dicapai, paham akan jalan yang harus dilalui. Kader dakwah memiliki pemahaman yang komprehensif. Paham akan tahapan-tahapan untuk merealisasikan tujuan, paham akan konsekuensi setiap tahapan, paham akan logika tantangan yang menyertai setiap tahapan, paham bahwa di setiap tahapan dakwah memiliki tingkat resiko yang berlainan. Kepahaman kader dakwah terus berkembang.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki keikhlasan yang tinggi. Ikhlas artinya bekerja hanya untuk Allah semata, bukan untuk kesenangan diri sendiri. Sangat banyak godaan di sepanjang perjalanan dakwah, baik berupa harta, kekuasaan dan godaan syahwat terhadap pasangan jenis. Hanya keikhlasan yang akan membuat para kader bisa bersikap dengan tepat menghadapi segala bentuk godaan dan dinamika dakwah. Sangat banyak peristiwa di sepanjang perjalanan dakwah yang menggoda para kader untuk meninggalkan jalan perjuangan. Ikhlas adalah penjaga keberlanjutan dakwah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki amal yang berkesinambungan. Amal dalam dakwah bukanlah jenis amal yang setengah-setengah, bukan jenis amal sporadis, spontan dan tanpa perencanaan. Sejak dari perbaikan diri dan keluarga, hingga upaya perbaikan masyarakat, bangsa, negara bahkan dunia. Amal dalam dakwah memiliki tahapan yang jelas, memiliki tujuan yang pasti, memiliki orientasi yang hakiki. Kader dakwah tidak hanya beramal di satu marhalah dan meninggalkan marhalah lainnya. Kader dakwah selalu mengikuti perkembangan mihwar dalam dakwah, karena itulah amal yang harus dilalui untuk meretas peradaban.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki etos jihad yang abadi. Jihad dalam bentuk kesungguhan, keseriusan, dan kedisiplinan dalam menggapai visi dakwah yang hakiki. Kesungguhan membela hak-hak umat, kesungguhan mendidik masyarakat, keseriusan mengusahakan kesejahteraan masyarakat, kedisiplinan membersamai dan menyelesaikan persoalan kehidupan yang semakin kompleks. Kader dakwah harus memberikan kesungguhan dalam menjalankan semua agenda dakwah, hingga menghasilkan produktivitas yang paripurna, di lahan apapun mereka bekerja. Itulah makna jihad dalam konteks perjalanan aktivitas dakwah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki pengorbanan yang tak terhingga nilainya. Dakwah tidak mungkin akan bisa dijalankan tanpa pengorbanan. Sejak dari pengorbanan harta, waktu, tenaga, pikiran, fasilitas, hingga pengorbanan jiwa. Rasa lelah, rasa jenuh, rasa letih selalu mendera jiwa raga, kesenangan diri telah dikorbankan demi tetap berjalannya roda dakwah. Aktivitas dijalani sejak berpagi-pagi hingga malam hari. Kadang harus bermalam hingga beberapa lamanya, kadang harus berjalan pada jarak yang tak terukur jauhnya, kadang harus memberikan kontribusi harta pada kondisi diri yang belum mapan dari segi ekonomi. Pengorbanan tanpa jeda, itulah ciri kader dakwah yang setia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki ketaatan kepada prinsip, keputusan organisasi, dan kepada pemimpin. Prinsip-prinsip dalam dakwah harus dilaksanakan dengan sepenuh ketaatan. Taat kepada pondasi manhaj adalah bagian penting yang akan menghantarkan dakwah pada tujuannya yang mulia. Taat kepada keputusan organisasi merupakan syarat agar kegiatan dakwah selalu terbingkai dalam sistem amal jama’i. Taat kepada pemimpin merupakan tuntutan agar pergerakan dakwah berjalan secara efektif pada upaya pencapaian tujuan. Ketaatan bukan hanya terjadi dalam hal-hal yang sesuai dengan pendapat pribadi, namun tetap taat terhadap keputusan walaupun bertentangan dengan pendapatnya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki keteguhan tiada henti. Kader dakwah harus selalu tegar di jalan dakwah, karena perjalanan amatlah panjang dengan berbagai gangguan dan tantangan yang menyertainya. Teramat banyak aktivis dakwah semasa, dimana mereka memiliki semangat yang menyala pada suatu ketika, namun padam seiring berjalannya usia. Ada yang tahan tatkala mendapat ujian kekurangan harta, namun menjadi gugur saat berada dalam keberlimpahan harta dunia. Ada yang tegar saat dakwah dilakukan di jalanan, namun tidak tahan saat berada di pucuk kekuasaan. Kader dakwah harus berada di puncak kemampuan untuk selalu bertahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki kemurnian dan kebersihan dalam orientasi aktivitasnya. Sangat banyak faktor yang mengotori kebersihan orientasi dakwah. Ada kekotoran cara mencapai tujuan. Ada kekotoran dalam usaha mendapatkan harta. Ada kekotoran dalam langkah menggapai kemenangan. Kader dakwah harus selalu menjaga kemurnian orientasinya, tidak berpaling dari kebenaran, tidak terjebak dalam kekotoran. Karena dakwah memiliki visi yang bersih, sehingga harus dicapai dengan langkah dan usaha yang bersih pula.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki solidaritas, persaudaraan dan kebersamaan yang tinggi. Ukhuwah adalah sebuah tuntutan dalam menjalankan agenda-agenda dakwah. Semakin besar tantangan yang dihadapi dalam perjalanan dakwah, harus semakin kuat pula ikatan ukhuwah di antara pelakunya. Kader dakwah saling mencintai satu dengan lainnya, saling mendukung, saling menguatkan, saling meringankan beban, saling membantu keperluan, saling berbagi dan saling mencukupi. Kader dakwah tidak mengobarkan dendam, iri dan benci. Kader dakwah selalu membawa cinta, dan menyuburkan dakwah dengan sentuhan cinta.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki tingkat kepercayaan yang tak tertandingi. Berjalan pada rentang waktu yang sangat panjang, dengan tantangan yang semakin kuat menghadang, menghajatkan tingkat kepercayaan prima antara satu dengan yang lainnya. Berbagai isu, berbagai fitnah, berbagai tuduhan tak akan menggoyahkan kepercayaan kader dakwah kepada para pemimpin dan kepada sesama kader dakwah. Berbagai caci maki, berbagai lontaran benci, berbagai pelampiasan kesumat, tak akan mengkerdilkan kepercayaan kader terhadap langkah dakwah yang telah dijalaninya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Jadi, benarkah kita kader dakwah ?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.cahyadi-takariawan.web.id/"&gt;Web Cahyadi Takariawan &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-1597701580544406837?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/1597701580544406837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=1597701580544406837&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/1597701580544406837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/1597701580544406837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/benarkah-kita-kader-dakwah.html' title='Benarkah Kita Kader Dakwah?'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-MeESXQrC1UU/TeQb6HnkzKI/AAAAAAAAAb0/IJxEsJb3C14/s72-c/5336_1153893760759_1030120031_30450308_1311634_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-2289127613893032372</id><published>2011-05-25T16:46:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T16:51:52.808-07:00</updated><title type='text'>Puisi Tifatul Sembiring Buat Ustadzah Yoyoh</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-gAPs2-uCG08/Td2Ul2vdaLI/AAAAAAAAAbs/9tS4emYUe4Q/s1600/yoyoh-yusroh-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-gAPs2-uCG08/Td2Ul2vdaLI/AAAAAAAAAbs/9tS4emYUe4Q/s320/yoyoh-yusroh-2.jpg" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Doa Buat Ummu Umar, Yoyoh Yusroh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepergianmu...&lt;br /&gt;Menguras air mata kami&lt;br /&gt;Kala kau menghilang di malam itu&lt;br /&gt;Antara percaya dan tidak&lt;br /&gt;Secepat itukah berlalu&lt;br /&gt;Tanpa kata perpisahan&lt;br /&gt;Dan ucapan selamat jalan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mengapa yah, duka ini, seakan lekat di dada&lt;br /&gt;Telah ku usap, tak jua menjadi reda&lt;br /&gt;Padahal semasa hayatnya, kerap tidak sempat menyapa&lt;br /&gt;Allah lebih tahu taqarrabmu&lt;br /&gt;Kami jadi saksi wara' mu&lt;br /&gt;Kadang terungkap keluguanmu&lt;br /&gt;Bisik tilawah mendengung di rumahmu&lt;br /&gt;Khudhu' wajahmu dalam khusu mahdhahmu&lt;br /&gt;Keberanianmu membungkam busung dada kami&lt;br /&gt;Datang ke Gazza hanya sebagian kecil bukti&lt;br /&gt;Demo jilbab dibebaskan, engkaulah yang mulai&lt;br /&gt;Tulusmu seperti Zaenab Ghazali&lt;br /&gt;Semangatmu seperti Maryam Jamilah&lt;br /&gt;Rindumu jumpa dengan Khadijah, juga shahabiyah&lt;br /&gt;Shaummu yang jarang terlewatkan&lt;br /&gt;Anak banyak tidak halangi langkah dakwahmu&lt;br /&gt;Suami yang bersahaja setia mendampingi, hingga penghujung nafasmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya doa kupanjatkan&lt;br /&gt;Allah mohon kabulkan&lt;br /&gt;Ampunkan ya Allah&lt;br /&gt;RidhaMu ya Allah&lt;br /&gt;Hiya min ahlil khair ya Allah&lt;br /&gt;Min ahlil khair ya Allah&lt;br /&gt;Min ahlil khair ya Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami saksinya ya Allah&lt;br /&gt;Kasihi ya Allah&lt;br /&gt;Mudahkan ya Allah&lt;br /&gt;Lapangkan ya Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab ia tidak pernah mempersulit&lt;br /&gt;Ringankan ya Allah&lt;br /&gt;Sebab ia tidak pernah memberatkan kami ya Allah&lt;br /&gt;Maafkan ia ya Allah&lt;br /&gt;Sebab dia tidak pernah dendam ya Allah&lt;br /&gt;SyurgaMu ya Allah&lt;br /&gt;SyurgaMu ya Allah&lt;br /&gt;Kami mohon ya Allah&lt;br /&gt;Kasih sayangMu ya Allah&lt;br /&gt;Engkau Maha Kuasa ya Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaaahhhh!!!&lt;/i&gt; &lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-2289127613893032372?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/2289127613893032372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=2289127613893032372&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/2289127613893032372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/2289127613893032372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/puisi-tifatul-sembiring-buat-ustadzah.html' title='Puisi Tifatul Sembiring Buat Ustadzah Yoyoh'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-gAPs2-uCG08/Td2Ul2vdaLI/AAAAAAAAAbs/9tS4emYUe4Q/s72-c/yoyoh-yusroh-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-6906754784080306906</id><published>2011-05-23T18:30:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T18:39:07.341-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in memoriam ustadzah Yoyoh Yusroh'/><title type='text'>Video Nasihat Terakhir Ustadzah Yoyoh Yusroh untuk Para Kader Dakwah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-jtuDZwy-yJM/TdsMCiM4ZgI/AAAAAAAAAbc/RoPZVX49bQs/s1600/Yoyoh-Yusroh.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="214" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-jtuDZwy-yJM/TdsMCiM4ZgI/AAAAAAAAAbc/RoPZVX49bQs/s320/Yoyoh-Yusroh.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;Indonesia telah kehilangan salah satu perempuan  terbaiknya. Yoyoh Yusroh, seorang anggota DPR RI dari Fraksi Partai  Keadilan Sejahtera meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal  di jalan tol pada hari&amp;nbsp;Sabtu, 21 Mei 2011. Empat hari sebelumnya,  almarhumah yang juga merupakan fungsionaris DPP PKS ini sempat melakukan  rekaman untuk salah satu kegiatan yang diadakan oleh PKS. Potongan dari  rekaman tersebut telah diupload ke youtube dengan judul “Nasihat  Terakhir Ustadzah Yoyoh Yusroh untuk Para Kader Dakwah”. Redaksi  dakwatuna.com  mencoba menuangkan nasihat almarhumah dalam bentuk  tulisan di bawah ini. Semoga bermanfaat.—&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="color: #0b5394;"&gt;Ikhwan dan akhwat fillah, Alhamdulillah kita sebagai  kader yang sudah berada dalam jalan dakwah ini dengan susah senangnya –  saya yakin senangnya lebih banyak ya – susahnya ada, tapi kita berupaya  untuk mengatasinya, karena semua yang kita lakukan dalam jalan dakwah  “argo”nya tetap jalan, kita mendapatkan ridha Allah baik senang ataupun  susah.&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="color: #0b5394;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="color: #0b5394;"&gt;Dan kita berupaya untuk selalu mengajak orang lain ke dalam  jalan dakwah ini dengan selalu mempertimbangkan sunnatullah. (Misalnya)  bagaimana kita menghargai. Sunnatullah itu ‘kan (contohnya) semua  manusia ada yang memiliki senioritas, ya kita hargai yang tua, kita  sayangi yang muda, kita hargai yang kaya, kita sayangi yang miskin. Kita  tempatkan orang sesuai dengan posisinya di masyarakat.&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="color: #0b5394;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="color: #0b5394;"&gt;Kemudian  kita berupaya untuk selalu menjaga intergritas pribadi kita sebagai  seorang muslim, dengan misalnya kalau janji dengan orang lain kita  tepati, kalau kita mendapatkan sesuatu dari orang lain kita berupaya  untuk membalasnya.&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="color: #0b5394;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="color: #0b5394;"&gt;Kemudian kita juga berupaya untuk – di manapun  kita berada – kita adalah “on mission”. Karena kita yakin “if we are  realize that we are on mission, we must keep the mission on”. Jadi kita  selalu berupaya untuk menjaga misi ini jangan sampai misi kita off, tapi  misi kita selalu on. Kita berada di manapun, di pemerintahan, sebagai  legislatif, sebagai eksekutif, sebagai profesional, sebagai apa pun kita  adalah on mission untuk menyampaikan risalah dakwah ini dan dakwah kita  semakin banyak diminati oleh orang lain dan kerja kita semakin ringan  tentunya dengan banyaknya pendukung-pendukung dakwah ini. Dan insya  Allah diri kita akan bertemu di surga.&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://1.gvt0.com/vi/b2FXzh2GdB0/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/b2FXzh2GdB0&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266" src="http://www.youtube.com/v/b2FXzh2GdB0&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #0b5394;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-6906754784080306906?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/6906754784080306906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=6906754784080306906&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/6906754784080306906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/6906754784080306906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/video-nasihat-terakhir-ustadzah-yoyoh.html' title='Video Nasihat Terakhir Ustadzah Yoyoh Yusroh untuk Para Kader Dakwah'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-jtuDZwy-yJM/TdsMCiM4ZgI/AAAAAAAAAbc/RoPZVX49bQs/s72-c/Yoyoh-Yusroh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-584180786855246331</id><published>2011-05-23T18:27:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T18:44:50.271-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in memoriam ustadzah Yoyoh Yusroh'/><title type='text'>Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin Turut Berbelasungkawa Atas Wafatnya Yoyoh Yusroh</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-maM8RTZEquE/TdsNPg4QtjI/AAAAAAAAAbk/zeYWUZAhOtc/s1600/Muslim%2BBrotherhood16.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="242" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-maM8RTZEquE/TdsNPg4QtjI/AAAAAAAAAbk/zeYWUZAhOtc/s320/Muslim%2BBrotherhood16.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, Muhammad Badi’, turut menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya Yoyoh Yusroh. Ucapan belasungkawa yang dimuat di situs ikhwanonline.com tersebut, selengkapnya adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mursyid Am Jamaah Ikhwanul Muslimin, Muhammad Badi’, menyampaikan bela sungkawa kepada Presiden Partai Keadilan Sejahtera atas wafatnya Ustadzah Yoyoh Yusroh, seorang anggota DPR-RI dan salah seorang dewan pimpinan The Internasional Islamic Forum For Family And Women (IIFFW), Forum Islam Internasional untuk Keluarga dan Wanita. Beliau meninggal dalam kecelakaan lalu lintas yang sangat menyedihkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ustadzah Yoyoh adalah seorang akhwat yang sangat aktif dalam hal keluarga. Beliau banyak mempunyai kontribusi berkaitan dengan tarbiyah anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Selain itu, pengunjung situs ikhwanonline.com juga turut menyampaikan rasa duka. Beberapa di antaranya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 72pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dr. As-Sayid Ra’fat Al-Abid (Suez, Mesir): semoga Allah SWT merahmati almarhumah, dan menempatkannya di surga-Nya yang luas. Saya pribadi mengenalnya&amp;nbsp;sebagai seorang yang banyak memperjuangkan umat dalam berbagai permasalahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 72pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dr. Faridah (Ghana, Afrika): Dengan penuh sedih dan pilu, kami menerima berita&amp;nbsp;wafatnya Ukhti Yoyoh Yusroh yang berasal dari Indonesia. Semoga kita semua&amp;nbsp;mendapatkan pahala yang besar karena bersabar dalam musibah ini, Almarhumah&amp;nbsp;ditempatkan di surga-Nya yang luas, suaminya dan anak-anaknya diberi kesabaran&amp;nbsp;dan ketabahan. Ya Allah, janganlah engkau beratkan ujian kami setelah wafatnya,&amp;nbsp;janganlah engkau halangi kami bisa berkumpul dan mendapat cintanya kembali. Ya&amp;nbsp;Allah, kumpulkan kami kembali di tempat yang paling tinggi di surga Firdaus&amp;nbsp;dengan Rasulullah SAW dan para sahabat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 72pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Abeer (Alexandria): Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji’un&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 72pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Abul Abd (Mesir): Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji’un.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 72pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sahm Abdurrahman (Al-Manshura, Mesir): Beginilah, orang-orang ikhwan, mereka&amp;nbsp;setia selamanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(ikhwanonline.com/sfwn/hdn)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-584180786855246331?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/584180786855246331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=584180786855246331&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/584180786855246331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/584180786855246331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/mursyid-am-ikhwanul-muslimin-turut.html' title='Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin Turut Berbelasungkawa Atas Wafatnya Yoyoh Yusroh'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-maM8RTZEquE/TdsNPg4QtjI/AAAAAAAAAbk/zeYWUZAhOtc/s72-c/Muslim%2BBrotherhood16.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-3853804965906535870</id><published>2011-05-23T17:44:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T17:49:32.473-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in memoriam ustadzah Yoyoh Yusroh'/><title type='text'>Ustadzah Yoyoh Yusroh: Menjadikan Parlemen Sebagai Lembaga Perjuangan dan UniversitasUstadzah Yoyoh Yusroh: Menjadikan Parlemen Sebagai Lembaga Perjuangan dan Universitas</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-8wA7_BqWLEY/Tdr_nrlfO1I/AAAAAAAAAbU/L3TBTd7dwLk/s1600/yoyoh-kampanye.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="263" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-8wA7_BqWLEY/Tdr_nrlfO1I/AAAAAAAAAbU/L3TBTd7dwLk/s320/yoyoh-kampanye.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;!--[if &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-BQxmhkh8XX4/Tdr_PB2dJGI/AAAAAAAAAbM/PqTorVRQz_s/s1600/yoyoh-kampanye.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="263" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-BQxmhkh8XX4/Tdr_PB2dJGI/AAAAAAAAAbM/PqTorVRQz_s/s320/yoyoh-kampanye.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ba’da Shubuh kemaren, 21 Mei 2011, suami saya memperlihatkan sebuah SMS pada saya tanpa berkata apapun, Saya membacanya. Lemas badan ini, tak percaya. Tertulis di dalamnya informasi bahwa Ustadzah Yoyoh Yusroh telah wafat dalam kecelakaan di Cirebon.&lt;em&gt; Inna lillahi wainna ilaihi raji’uun. &lt;/em&gt;Subhanallah, sepanjang hari itu dari ba’da shubuh sampai menjelang tidur, tak hentinya saya memperbincangkan keutamaan beliau. Ketika ta’ziyah ke rumahnya di Kalibata pun, dengan beberapa teman sempat memperbincangkan pesan-pesan beliau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa tahun yang lalu, alhamdulillah, sebagai bagian dari tugas staf media Bidang Kewanitaan DPP PKS 2005 – 2010, saya sempat mewawancarai beliau dan menuangkan hasilnya dalam sebuah tulisan tentang pengalaman dan perjuangan beliau sebagai anggota DPR RI. Mudah-mudahan tulisan ini menjadi sebuah inspirasi dan motivasi kita semua untuk menjadi insan yang lebih baik, yang selalu beramal sholih, dan bersemangat menyambut ajakan kebaikan. Selamat jalan Ummi Umar, &lt;em&gt;Allahummaghfir laha warhamha wa ‘aafiha wa’fu ‘anha, wa akrim nuzulaha wawassi’ madkhalaha waghsilhu bil maai wats tsalji wal barad, wanaqqiha minal khathayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadha minad danas, wa abdilhu daaran khairan min daariha, wa ahlan khairan min ahliha, wazaujan khairon min zaujiha, waadkhilhal jannah, wa a ‘idha min ‘adzaabil qabri wamin ‘adzaabin naar&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aktivitasnya di DPR begitu padat dan berarti. Tetapi, di &amp;nbsp;tengah keberagaman acara yang digelutinya, beliau masih menyempatkan diri memberikan perhatian yang begitu besar pada perjuangan para perempuan dan anak-anak di Palestina melalui sebuah Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP). Bukan itu saja, beliau pun kerap&amp;nbsp; menjadi narasumber berbagai seminar tentang perempuan dan anak&amp;nbsp; di dalam dan luar negeri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama menjalani tugas legislasi di Gedung Bundar, Senayan, pembahasan tentang RUU pornografi dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah dua hal&amp;nbsp; terberat yang dirasakan oleh Ustadzah Yoyoh. Betapa tidak, RUU pornografi itu mendapatkan reaksi yang luar biasa keras dari pihak yang tidak menyetujuinya. Padahal, kata lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah ini, RUU pornografi dibuat untuk melindungi remaja dan keluarga dari bahaya pornografi dan pornoaksi yang meluas dan berdampak sosial yang sangat tinggi, bukan untuk eksistensi agama tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika datang ke Bali, misalnya, penerima penghargaan Mubalighah Nasional dari Departemen Agama RI ini mendapatkan sambutan tidak menyenangkan dari pihak yang kontra terhadap RUU itu. Baru saja rombongan Ustadzah Yoyoh sampai di Bandara Ngurah Rai, Wakapolda Provinsi Bali meminta beliau dan rombongan kembali ke Jakarta karena aparat keamanan tidak bisa mencegah kerumunan orang yang tidak setuju dengan RUU tersebut. Tetapi, Ustadzah Yoyoh dan rombongan tetap bertahan. Apapun yang terjadi, risiko akan diterimanya. ”Saya tetap pada tujuan awal, masuk Denpasar, dan teman-teman mengaminkankannya”, &amp;nbsp;jelas Ustadzah Yoyoh. Aparat Polisi kemudian berjalan mendahuluinya 20 menit, karena demo sudah ada di mana mana. Hampir seluruh jalan ada spanduk dan baliho bertuliskan, ”Kami tolak pornografi!”. ”Saya masuk gedung, berhadapan dengan Gubernur, LSM, lembaga keagamaan, mereka menolak semua, kecuali MUI”, ujar mantan ketua departemen kewanitaan PKS itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun Alhamdulillah, saat itu banyak teman-teman Ustadzah Yoyoh yang memberikannya semangat melalui SMS,”Saya jadi dihibur banyak orang, sehingga saya tenang saja”, katanya lagi sambil tersenyum. Setelah selesai acara, Ustadzah Yoyoh, sebagai wakil pimpinan Pansus, &amp;nbsp;diwawancarai berbagai media. Bahkan, beliau pun diminta orasi di hadapan massa yang menolak RUU pornografi tersebut. Namun, seorang profesor dari Golkar yang termasuk dalam rombongannya memintanya untuk masuk ke dalam bus. Permintaan orasi akhirnya dipenuhi oleh profesor tersebut. Dalam perjalanan dengan bus itu, Ustadzah Yoyoh melihat para demonstran menampilkan tari tarian erotis, bahkan di antara mereka ada yang hanya mengenakan pakaian dalam saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, Ustadzah Yoyoh pun selama pembahasan RUU pornografi itu harus berhati-hati mengeluarkan&amp;nbsp; pernyataan ketika diwawancarai media. Karena seringkali apa yang beliau nyatakan tidak sama dengan yang tertulis di media. Apalagi, kelompok yang kontra terhadap RUU ini memiliki jaringan media yang luas. Sehingga, berita dan opini yang muncul di media seringkali berita kontroversial. Menanggapi kabar bahwa pembahasan RUU Pornografi itu deadlock karena banyaknya pihak yang kontra, Ustadzah Yoyoh membantahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam penyusunan RUU KDRT, perjuangan istri dari Psikolog, Budi Dharmawan pun tak kalah ”seru” nya. Beliau memaparkan ketika di saat-saat genting pembahasan RUU KDRT ini, beliau tidak bisa meninggalkan ruang rapat, walau hanya sebentar, pun untuk ke toilet. ”Sebentar saja waktu terlewat, kalimat-kalimat yang diperjuangkannya bisa saja terhapus”, katanya memberikan gambaran suasana saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam RUU KDRT ini,&amp;nbsp; Ustadzah Yoyoh dan beberapa teman di Pansus RUU ini memberikan banyak masukan. &amp;nbsp;Di antaranya, beliau menentang keras &amp;nbsp;memasukkan masalah rumah tangga dalam delik umum. ”Itu delik khusus, delik aduan”, katanya tegas. Karena jika menjadi delik umum, siapa saja yang mendengar, melihat, dan menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga, bisa langsung lapor ke polisi. Padahal, jika perselisihan dalam rumah tangga itu belum terlalu parah, namun sudah ditangani polisi atau pengacara, maka bisa jadi masing-masing pihak akan gengsi untuk mempertahankan keinginannya. Akibatnya, sulit untuk berdamai kembali. Ustadzah Yoyoh berprinsip konflik rumah tangga harus diselesaikan di tingkat keluarga dahulu.&amp;nbsp; Alhamdulillah, dengan segala kegigihan Ustadzah Yoyoh dan teman teman, RUU KDRT bisa disahkan. Hal hal yang kontroversial dan melanggar nilai nilai agama &amp;nbsp;seperti mengakomodasi pernikahan para lesbian dan homo sebagai sebuah keluarga yang sah, pun dapat dihilangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, terkait dengan tugas budgeting, Ustadzah Yoyoh juga dikenal sebagai sosok yang penuh perjuangan. Beliau berhasil mengupayakan agar lembaga-lembaga strategis, seperti lembaga yang bergerak di bidang pembinaan umat dan peningkataan kualitas anak bangsa harus mendapatkan anggaran yang layak dari pemerintah. Oleh karena itu, anggaran untuk pesantren yang tadinya kurang mendapatkan perhatian pemerintah, alhamdulilah bisa dinaikkan. ”Baru kali ini pesantren mendapatkan anggaran”, ujarnya. Bahkan Ustadzah Yoyoh dan teman-teman pun &lt;em&gt;fight &lt;/em&gt;dengan Departemen Pendidikan yang membuat surat edarah ke pemda untuk tidak membantu Departemen Agama, karena dianggap sebagai departemen vertikal yang tidak punya dinas di daerah. ”Kita membantu masalah ini sampai surat edaran itu dicabut”, tegasnya lagi. Alhamdulillah untuk saat ini, &amp;nbsp;Kantor Departemen Agama &amp;nbsp;di kabupaten kota berhak untuk mendapatkan anggaran APBD, karena surat edaran menteri telah dicabut pada tanggal 1 Januari 2006. Namun sayang, kata Ustadzah Yoyoh lagi, sosialisasi kurang merata. Oleh karena itu, ketika berkunjung ke daerah, Ustadzah Yoyoh pun turut mensosialisasikan &amp;nbsp;masalah ini, sehingga hak-hak madrasah dan pesantren untuk mendapatkan anggaran dapat ditunaikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak sampai di situ saja, program-program Departemen Sosial yang strategis, seperti program keluarga harapan, pemberdayaan kaum miskin, juga &amp;nbsp;menjadi perhatian yang diperjuangkan oleh Ustadzah Yoyoh untuk mendapatkan peningkatan dana. Namun beliau menekankan, ”Jika ada satu lembaga sosial yang kita berikan anggaran maksimal, tetapi dia tidak optimal (menggunakannya), maka kita tidak menerima usulan anggaran mereka (lagi)”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengusung nilai nilai yang &lt;em&gt;hanif&lt;/em&gt; di parlemen memang tidak ringan. Apalagi ketika melihat KKN dengan mata kepala sendiri. Pernah suatu saat ketika melakukan kunjungan ke daerah, Ustadzah Yoyoh meminta data kemiskinan. Namun, ketika data yang disodorkan itu diperiksanya, beliau merasa aneh. Pasalnya, semua angka kemiskinan di setiap kota dan kabupaten sama. Ketika Ustadzah Yoyoh menanyakan kepada birokrat setempat, dengan ringannya mereka mengatakan,. ”Maaf bu, kami &amp;nbsp;hanya copy paste aja, karena kedatangan ibu mendadak”. Data-data fiktif, ungkap mantan guru agama ini lagi, memang &amp;nbsp;seringkali dilakukan birokrat di daerah. Jika ada bantuan untuk orang miskin, jumlahnya tiba-tiba bisa membengkak dua kali lipat. Untuk bantuan sekolah pun, aku Ustadzah Yoyoh, sering dilakukan hal semacam itu. ”Karenanya, kalau kita tidak jeli, berapa banyak dana DPR yang menguap?”, kata Ustadzah Yoyoh mempertanyakan dengan geram. Dari seluruh dana APBD yang dianggarkan, kata Ustadzah Yoyoh lagi, hanya 36% yang terserap di masyarakat, 64% menguap entah ke mana. Ironis. Oleh karena itu, ketika ke datang ke suatu daerah, Ustadzah Yoyoh pernah mengatakan, &amp;nbsp;”Saya ini bukan orang-orang lama, yang kalau ke daerah hanya ingin mendapatkan SPJ, tapi kami ingin betul-betul melakukan pengawasan”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keberadaan seorang perempuan sebagai anggota legislatif bagi Ustadzah Yoyoh sangat penting. Walaupun perempuan dan laki laki bisa berpikir secara makro, akan tetapi menurutnya, dalam hal-hal mikro perempuan lebih sensitif dan jeli. Dalam hal pemberian bantuan sosial untuk korban bencana, misalnya, kaum pria jarang yang terpikirkan bahwa korban bencana juga membutuhkan pembalut selama&amp;nbsp; nifas dan menstruasi. Selain itu, perempuan biasanya selalu memperhatikan pula kebutuhan bayi dan anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ustadzah Yoyoh berprinsip apapun tugas yang dilakukan seorang perempuan, apakah di dalam maupun di luar rumah, termasuk amanah di parlemen, harus dibingkai dalam rangka ibadah dan dakwah, ”Dan yakinlah bahwa kita tidak sendirian”, katanya memberikan semangat. Walaupun terkadang dukungan dari teman-teman di partai kurang, menurut Ustadzah Yoyoh, kita harus memahami bahwa teman-teman di partai juga memiliki pekerjaan yang banyak. Selain itu, mencari dukungan dari keluarga pun harus dilakukan. Karena aktivitas perjuangan di DPR memang sangat menyita waktu. Bayangkan saja, rapat-rapat tak jarang yang berlangsung hingga tengah malam. Dua hal utama lain yang juga harus dipersiapkan, saran Ustadzah Yoyoh, adalah meningkatkan kapasitas intelektual dengan banyak membaca dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai politikus yang sibuk, Ustadzah Yoyoh punya cara unik memberikan hiburan pada dirinya sendirinya. ”Hiburan saya itu kalau udah di majelis taklim, tabligh yang ibu-ibunya mudah sekali diberikan arahan”, katanya ringan. Dengan alasan inilah, maka Ustadzah Yoyoh melakukan &lt;em&gt;open house &lt;/em&gt;di rumahnya. Setiap hari selasa, kader-kader PKS dari beberapa DPC di Jabodetabek datang berkunjung ke rumahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ustadzah Yoyoh memang pribadi yang telah menjadi panutan kader perempuan PKS sejak&amp;nbsp; sebelum menjadi anggota DPR. Manajemen keluarga yang beliau jalankan bersama sang suami memang jitu. Karenanya tak heran, beliau bisa mengajak keluarganya ”masuk” ke dalam aktivitas perjuangannya. Bahkan, sebelum menjadi anggota DPR beliau pernah meninggalkan keluarganya selama 2 bulan untuk dakwah keliling Eropa sekaligus berhaji. Toleransi dan pemahaman suami serta anak-anaknya terhadap dakwah memang sangat mendukungnya dalam kepadatan aktivitas perjuangannya. Subhanallah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/"&gt;dakwatuna &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-3853804965906535870?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/3853804965906535870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=3853804965906535870&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/3853804965906535870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/3853804965906535870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/ustadzah-yoyoh-yusroh-menjadikan.html' title='Ustadzah Yoyoh Yusroh: Menjadikan Parlemen Sebagai Lembaga Perjuangan dan UniversitasUstadzah Yoyoh Yusroh: Menjadikan Parlemen Sebagai Lembaga Perjuangan dan Universitas'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-8wA7_BqWLEY/Tdr_nrlfO1I/AAAAAAAAAbU/L3TBTd7dwLk/s72-c/yoyoh-kampanye.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-6934726047694792869</id><published>2011-05-23T17:09:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T17:09:07.836-07:00</updated><title type='text'>Yoyoh Yusroh : Pencalegan adalah Proyek Allah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-C08KaRqR2Us/Tdr22OzYu4I/AAAAAAAAAbE/Ibz20241dZQ/s1600/yoyoh-yusroh-2-250x205.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="205" width="250" src="http://1.bp.blogspot.com/-C08KaRqR2Us/Tdr22OzYu4I/AAAAAAAAAbE/Ibz20241dZQ/s320/yoyoh-yusroh-2-250x205.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasca Pemilu 2009 lalu, sebagai bagian dari tugas staf media Bidang Kewanitaan DPP PKS 2005 – 2010, saya sempat mewawancarai Alm. Ustadzah Yoyoh Yusroh tentang pengalamannya menjadi Caleg. Berikut tulisan yang dibuat berdasarkan wawancara dan laporan singkat tertulis beliau terkait kegiatan kampanyenya. Semoga memberi manfaat kepada kita yang ditinggalkan. Mengambil ibrah (pelajaran) darinya. Insya Allah, Aamiin Ya Rabbal ‘alamin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sangat meyakini bahwa pencalegan saya kembali adalah “proyek Allah”, dengan demikian Allah tidak akan tinggal diam dan akan memberikan pertolongan. Hal ini saya rasakan selama proses kampanye lalu. Walaupun pada awal diamanahi menjadi caleg DPR RI untuk Dapil Kota dan Kabupaten Tangerang atau Banten 3, saya merasa belum optimal melakukan kampanye, karena tugas-tugas di DPR masih berlangsung dan harus diselesaikan. Namun, Alhamdulillah, kunjungan dan kampanye ke dapil tetap bisa saya lakukan, apalagi pada saat reses. Kadangkala dalam satu hari ada 10 titik kegiatan yang harus saya datangi. Selama kampanye, total ada sekitar 200 titik yang saya kunjungi, dari mulai pertemuan majelis taklim, peringatan hari besar (maulid Nabi, misalnya), sampai pada pertemuan keluarga besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk melakukan sosialisasi, saya membuat program pelayanan dan antar jemput orang sakit dan antar jemput jenazah secara gratis atau hanya mengganti uang bensin saja, dengan menggunakan ambulans yang dipinjami oleh kader dan dilengkapi foto saya, logo, dan atribut partai di badan ambulans tersebut. Program tersebut, &lt;em&gt;alhamdulillah&lt;/em&gt; cukup efektif. Tanpa kehadiran saya masyarakat bisa langsung merasakan dan menikmati fasilitas. Sehingga menimbulkan kesan mendalam di hati mereka. Program itu saya lanjutkan hingga akhir kampanye.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak pengalaman berkesan yang saya dapatkan. Misalnya, ketika bertemu dengan rakyat miskin yang anaknya banyak menderita gizi buruk, saya melihat di tengah penderitaan dan beban kehidupan yang mereka hadapi mereka tetap tersenyum, ini merupakan kebahagiaan tersendiri. Pernah pula saya datangi suatu tempat di daerah Gunung Kaler, daerah itu ternyata masih menyimpan sisa-sisa peradaban masa silam, yaitu melakukan perdagangan dengan sistem barter. Satu kotak garam ditukarkan dengan satu liter beras. Masya Allah, Gunung Kaler bukan daerah yang terlalu jauh dari ibukota negara, seperti halnya Papua, bukan pula wilayah yang harus ditempuh dengan mengarungi laut dan samudera untuk mencapai pusat peradaban negara, ia adalah wilayah perbatasan antara kota dan kabupaten Tangerang. Mungkin kondisi ini yang menyebabkan daerahnya tidak banyak dijamah oleh pembangunan. Hati saya menjadi terenyuh dan terketuk sehingga saya berpikir menyuarakan perbatasan antara kota dan kabupaten juga harus menjadi agenda penting yang harus diperjuangkan. Setelah pemilu usai, saya kembali datang ke Gunung Kaler, tidak sendirian, tapi saya membawa dokter spesialis kulit dan spesialis anak. Ada kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka ketika saya datang kembali, Alhamdulillah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kampanye lalu, saya juga peduli pada lingkungan dan persoalan global warming. Alhamdulillah, ketika ada seseorang yang bersimpati pada saya dan dengan sukarela ingin memberikan bantuan, saya sambut bantuan itu dengan memintanya menyumbang 1000 pohon mangga. Subhanallah, beliau bersedia dan membelikan langsung dari malang dengan ukuran tinggi pohon mangga sekitar 2 meter. Saya pun meminta kepada beliau agar pohon mangga yang diberikan kepada saya adalah pohon mangga yang menghasilkan buah yang terbaik karena saya ingin masyarakat bisa menikmati jerih payah menanam dengan mendapatkan buah yang ranum dan manis. Saya serahkan pohon-pohon itu setiap kali saya berkunjung ke suatu wilayah. Sebagian juga saya serahkan kepada kader-kader perempuan PKS melalui pos Wanita Keadilan untuk diteruskan kepada masyarakat. Alhamdulillah, sambutan masyarakat sangat baik. Saya mendapat kabar, sebulan setelah pohon itu ditanam, pucuk-pucuk bunga mangga sudah mulai tumbuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam menentukan cara dan sarana kampanye, bukan saja kesan panjang yang ingin saya capai, tetapi juga manfaat yang lama dirasakan oleh masyarakat menjadi pilihan. Oleh karena itu, berbagai kegiatan saya pilih untuk memberikan dampak 2 hal itu pada masyarakat, termasuk di antaranya adalah memberikan pelatihan keterampilan kecantikan dan perawatan tubuh pada 1000 perempuan dengan maksud memberdayakan mereka, tanpa dipungut bayaran. Kegiatan ini menggunakan cover Yoyoh Yusroh Center di Tangerang bekerjasama dengan Pengurus Kewanitaan DPD Kabupaten dan Kota Tangerang. Saya dibantu oleh ibunda Umi Shabrina yang memang berkecimpung di bidang kecantikan dan perawatan tubuh alami dan dr. Dewi Inong, SpKK dalam melaksanakannya. Pada kegiatan itu pula, disosialisasikan caleg-caleg perempuan PKS lokal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan proses kampanye 2009, saya mengusulkan agar ketika kader perempuan PKS dicalonkan sebagai anggota legislatif, seharusnya ada sistem yang mem-back-up dirinya, yaitu mengatur jadwal kunjungannya, mengatur makannya, dan menjadi petunjuk jalan untuk sampai di lokasi kampanye. Karena pengalaman saya, begitu padatnya jadwal acara kampanye dengan lokasi yang berpindah-pindah dan tidak selalu di arah yang sama (kadangkala pagi di arah timur, siang di ke arah selatan, sore kembali lagi ke arah timur, dsb) menyebabkan saya harus mengejar waktu agar bisa sampai di tempat tepat waktu. Kondisi itu menyebabkan kebutuhan badan, seperti makan kerap ditinggal dan terlupa untuk dipikirkan. Pernah suatu waktu, saya tidak makan siang dan tidak makan malam hingga jam 23.00. Dengan adanya sistem yang mem-back-up aleg perempuan ini, diharapkan kondisi kesehatan caleg perempuan bisa lebih prima dan pengaturan jadwal kampanye bisa lebih optimal. (or/smn)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/"&gt;dakwatuna&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-6934726047694792869?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/6934726047694792869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=6934726047694792869&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/6934726047694792869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/6934726047694792869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/yoyoh-yusroh-pencalegan-adalah-proyek.html' title='Yoyoh Yusroh : Pencalegan adalah Proyek Allah'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-C08KaRqR2Us/Tdr22OzYu4I/AAAAAAAAAbE/Ibz20241dZQ/s72-c/yoyoh-yusroh-2-250x205.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-4453463157608110706</id><published>2011-05-23T11:34:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T17:26:32.717-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in memoriam ustadzah Yoyoh Yusroh'/><title type='text'>Ustadzah Yoyoh Yusroh: Teladan Keluarga Indonesia dalam Ketahanan Keluarga</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-qBwZW2VmWAA/Tdqonlo6Z8I/AAAAAAAAAa8/5tn70uj3_Ro/s1600/photo-bu-Yoyoh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="232" src="http://1.bp.blogspot.com/-qBwZW2VmWAA/Tdqonlo6Z8I/AAAAAAAAAa8/5tn70uj3_Ro/s320/photo-bu-Yoyoh.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Duka cita dan&amp;nbsp; kehilangan seorang figur yang memberikan banyak keteladanan masih kami rasakan dengan wafatnya kader perempuan terbaik Partai Keadilan Sejahtera, Ustadzah Yoyoh Yusroh. Namun demikian, kami tidak ingin membiarkan suasana hati berlarut-larut. Negeri kita masih membutuhkan upaya serius untuk perbaikan. Oleh karena itu, di tengah ujian berat ini, kami berupaya merajut segala keteladanan yang telah diberikan almarhumah sehingga memberikan manfaat bukan saja untuk internal kami, kader-kader PKS, tetapi juga untuk bangsa dan dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu dari sekian banyak teladan yang diberikan oleh almarhumah adalah kepedulian dan perhatiannya terhadap kekokohan keluarga. Hal itu dibuktikan dalam perannya sebagai legislator&amp;nbsp; DPR RI. Ketika terlibat dalam proses penyusunan RUU Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT),&amp;nbsp; almarhumah&amp;nbsp; menentang keras memasukkan masalah rumah tangga dalam delik umum. Yang pas&amp;nbsp; menurutnya saat itu, bukan delik umum tetapi&amp;nbsp; delik khusus, delik aduan. Menurutnya,&amp;nbsp; jika masalah rumah tangga dijadikan delik umum, siapa saja yang mendengar, melihat dan menyaksikan KDRT, bisa langsung melapor polisi. Kondisi itu dapat menjadi pendorong bagi maraknya perceraian. Begitu juga kegigihan dan keberanian beliau menggolkan UU Pornografi. Walaupun begitu banyak ancaman, kecaman, dan hardikan, tetapi almarhumah tak bergeming. Dia hanya ingin menyelamatkan keluarga dan anak-anak Indonesia dari serbuan pornografi yang sangat membahayakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kehidupan rumah tangganya, almarhumah dan&amp;nbsp; suaminya, ustadz Budi Dharmawan, psikolog yang kerap berbicara di berbagai acara terkait keluarga, adalah pasangan yang memiliki komitmen tinggi&amp;nbsp; membentuk sebuah keluarga sakinah mawaddah warahmah&amp;nbsp; dalam bingkai dakwah. Mereka sangat memahami bahwa Rasulullah SAW, para ummul mukminin (istri-istri Rasulullah), dan sahabat-sahabat perempuan Rasulullah telah memberikan contoh bahwa peran muslimah dalam kehidupan&amp;nbsp; mencakup peran di dalam dan luar rumah. Kedua peran itu menyatu, integral, dan komprehensif, tidak ada dikotomi antara keduanya. Semua muslimah harus memiliki kedua peran itu, tidak berkutat hanya pada satu ranah. Pemahaman&amp;nbsp; kuat terhadap konsep itulah yang menjadi penggerak almarhumah menjalani amanah di manapun dengan profesional. Dalam rentang usianya, almarhumah telah mengajarkan dan menanamkan konsep tersebut kepada kader-kader perempuan PKS. Oleh karena itu, kami, kader-kader perempuan PKS terus bergerak di masyarakat, memberikan kontribusi untuk perbaikan negeri, dan tetap memiliki perhatian besar terhadap kekokohan keluarga. Almarhumah juga mengajarkan dan menanamkan konsep tersebut kepada anak-anaknya. Tak heran, ke-13 anak-anaknya sangat memahami aktivitas perjuangan ibunya yang luar biasa. Mereka tetap dekat dengan almarhumah. Mereka bersemangat menempa dirinya menjadi generasi yang shalih, mencintai Al-Qur’an, dan berprestasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berangkat dari keteladanan yang telah dicontohkan&amp;nbsp; oleh peraih penghargaan&amp;nbsp; International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2000 dan 2003 tersebut, Bidang Perempuan DPP PKS mengajak para ibu, ayah, dan anak-anak Indonesia bersama-sama membangun keluarga yang kokoh.&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang berkarakter. Oleh karena itu kita harus bangun keluarga Indonesia menjadi keluarga yang kokoh dan berkarakter”, Kata Anis Byarwati, S.Ag, M.Si. “Mari kita bina komunikasi efektif dengan anggota keluarga, mari kita teladani&amp;nbsp; kebaikan-kebaikan yang telah dicontohkan oleh almarhumah ustadzah Yoyoh dalam membina keluarga kokoh yang berkarakter mumpuni!”, demikian ajak Anis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selamat jalan Ustadzah Yoyoh Yusroh, warisan keteladananmu menjadi semangat bagi kami, kader-kader perempuan PKS,&amp;nbsp; untuk terus berkarya mengokohkan keluarga Indonesia sehingga bangsa ini mampu menjadi peradaban madani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta, 22 Mei 2011&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue; text-decoration: none;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;Anis Byarwati, S.Ag, M.Si&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketua DPP PKS Bidang Perempuan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/"&gt;dakwatuna&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca juga: &lt;a href="http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/yoyoh-yusroh-pencalegan-adalah-proyek.html"&gt;Yoyoh Yusroh: Pencalegan Adalah Proyek Allah&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-4453463157608110706?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/4453463157608110706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=4453463157608110706&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/4453463157608110706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/4453463157608110706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/ustadzah-yoyoh-yusroh-teladan-keluarga.html' title='Ustadzah Yoyoh Yusroh: Teladan Keluarga Indonesia dalam Ketahanan Keluarga'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-qBwZW2VmWAA/Tdqonlo6Z8I/AAAAAAAAAa8/5tn70uj3_Ro/s72-c/photo-bu-Yoyoh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-7475905979176317651</id><published>2011-05-23T11:07:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T17:24:32.958-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in memoriam ustadzah Yoyoh Yusroh'/><title type='text'>SMS Ustadzah Yoyoh kepada seorang akhwat beberapa hari sebelum wafat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-haPvRHkcxio/TdqiFlk-muI/AAAAAAAAAas/_AjWOFniwBk/s1600/sender-sms.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://1.bp.blogspot.com/-haPvRHkcxio/TdqiFlk-muI/AAAAAAAAAas/_AjWOFniwBk/s320/sender-sms.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya Rabb, aku sedang memikirkan posisiku kelak di akhirat, mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita Khadijah Al-Kubra yang berjuang dengan harta dan jiwanya? Ataukah dengan Hafshah binti Abu Bakar yang dibela oleh Allah saat akan dicerai karena shawwamah dan qawwamahnya? Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500-an hadits, sedangkan aku, ehm 500 juga belum. Atau dengan Ummu Sulaim yang shabirah Atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad…Atau dengan siapa ya Allah, tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliah mereka… sehingga aku layak bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka di taman Firdaus-Mu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya Rabb, raga ini terasa lemah, airmata terus menggenang di pelupuk mata, mengenang sosoknya, meskipun hanya beberapa kali bertemu dengan beliau, namun pertemuan-pertemuan itu amat membekas di hati ini. Terutama saat saya sempat mewawancarai beliau, dulu sekitar 5-6 tahun yang lalu, ketika saya meminta waktu beliau setelah wawancara, ketika saya mulai mengeluh dengan kondisi keluarga, kondisi waktu saya dan suami yang tidak bisa match, beliau menjelaskan panjang lebar tentang pentingnya kaum muslimah memiliki spesialisasi ilmu, profesional dalam bekerja, bahwa waktu yang terbatas jangan menjadi penghalang untuk terus belajar dan mengejar kafaah, pentingnya bersyukur di saat susah maupun senang, suka dan duka dan banyak yang kami diskusikan waktu itu. Ahh, sayang sekali, kaset dan hasil transliterasi ada di memory komputer kantor yang dulu, kalau ada, mungkin saya sudah sharing di sini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepulangnya dari wawancara yang waktu itu ditemani suami tercinta, saya dihadiahi 3 buah buku yg sampai sekarang masih tersimpan di lemari perpustakaan rumah, judulnya “Pergerakan Muslimah Menyongsong Era Baru”, “Tragedi Kartini” dan “Seorang Ibu, Sebuah Dunia, Berjuta Cinta.” Ketiganya beliau yang menulis dengan nama pena: Amatullah Shafiyyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dalam Sekapur Sirih, beliau menulis untaian kalimat indah:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puji syukur ke hadirat Allah Yang Maha Perkasa, Pemilik alam raya beserta seluruh isinya.segala kesyukuran pada-Nya Yang EsaAtas bulir-bulir kasih sayang yang senantiasa bersemi,menautkan keping demi keping serpihan yang terserak dalam untaian pengabdian………..&lt;br /&gt;Ketika kata mendaki, meniti pelangi ufuk pun tersenyum&lt;br /&gt;menanti…………………&lt;br /&gt;Buku ini–pembaca yang bijaksana–hanyalah sebuah kumpulan gagasan sederhana Tak ada yang dapat ditawarkan olehnya, kecuali kata. Namun kata-kata itu lahir dari cinta, ya, dari cinta, yang mengalun di relung relung kalbu, menyusuri hari demi hari. Cinta yang menumbuhkan warna-warni, yang menghilangkan segala sepah, yang mengurai kemasygulan dan menumbuhkan keyakinan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al-Anbiyaa:35)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(dikutip dari buku Pergerakan Muslimah Menyongsong Era Baru)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah, susah sungguh mengejar amaliyah yang telah beliau capai, namun doa dan ikhtiar pastinya harus terus dilakukan semaksimal mungkin. Ya Allah, ya Rabb, masukkan beliau ke dalam Jannah-Mu sebagaimana yang telah Engkau janjikan untuk orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Amin ya Rabbal ‘alamiin….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/nurmah-komarudin/kenangan-dari-ustadzah-yoyoh-yusroh/10150623271530414"&gt;Nurmah Komarudin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Juga: &lt;a href="http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/ustadzah-yoyoh-yusroh-teladan-keluarga.html"&gt;Ustadzah Yoyoh Teladan Keluarga Indonesia &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-7475905979176317651?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/7475905979176317651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=7475905979176317651&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/7475905979176317651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/7475905979176317651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/ya-rabb-aku-sedang-memikirkan-posisiku.html' title='SMS Ustadzah Yoyoh kepada seorang akhwat beberapa hari sebelum wafat'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-haPvRHkcxio/TdqiFlk-muI/AAAAAAAAAas/_AjWOFniwBk/s72-c/sender-sms.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-8210876264778647546</id><published>2011-05-23T10:47:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T17:22:50.187-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in memoriam ustadzah Yoyoh Yusroh'/><title type='text'>Hidupmu Menginspirasi Kami – In Memoriam Ustadzah Yoyoh Yusroh</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Ear5mu1J7Ag/Tdqd_iHYE9I/AAAAAAAAAak/ujwnLR_kZ-w/s1600/ide-inspirasi-karir-karir-ideal.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="262" src="http://3.bp.blogspot.com/-Ear5mu1J7Ag/Tdqd_iHYE9I/AAAAAAAAAak/ujwnLR_kZ-w/s320/ide-inspirasi-karir-karir-ideal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;“Jazakallah ustadz sudah membimbing anak kami”, kata itu masih terngiang di telingaku saat hampir satu tahun lalu engkau mengambil raport untuk putri ketujuhmu Salma Salimah. Waktu itu aku yang menjadi wali kelas di sekolah anakmu, sangat salut padamu karena betapa orang sekelas dan sesibukmu mampu menyempatkan diri datang ke sekolah untuk mengambil raport anaknya, sementara tidak sedikit orangtua murid yang sebenarnya tidak terlalu sibuk tapi tidak sempat datang ke sekolah untuk sekadar mengambil raport anak-anaknya. Dan kemarin aku mendengar engkau baru saja menghadiri dan menyaksikan acara wisuda salah seorang putramu sesaat sebelum Allah memanggilmu. Ustadzah Yoyoh, sungguh perhatianmu pada keluarga sangat menginspirasi kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ustadzah Yoyoh Yusroh, begitu biasanya kami memanggilmu, sangat sederhana. Tetapi jalan hidupnya ternyata tidak sesederhana namanya. Ibu dari 13 orang anak ini merupakan anggota DPR RI dari FPKS selama tiga periode. Track Record mu dalam kancah dakwah di masyarakat dan legislatif sudah tidak diragukan lagi. Kiprah mu di Komisi I DPR RI meninggalkan begitu banyak jejak kebaikan, menghidupkan kembali fungsi negara Indonesia yang berperan aktif dalam perdamaian di beberapa negara Konflik. Ketika keadaan di Palestina dan negara-negara Arab sedang memanas, engkau yang aktif menjadi ustadzah beberapa majelis ta’lim ini tanpa rasa takut dan ragu mengunjungi negara-negara tersebut, mewakili Indonesia untuk melihat kontribusi apa yang bisa di berikan. Sampai di penghujung umurmu tak pernah henti mencoba merealisasikan dakwah Nabimu. Memperbaiki diri sendiri, memperbaiki keluarga, memperbaiki masyarakat, memperbaiki negara, dan memperbaiki dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat beberapa anggota DPR yang terhormat diisukan melakukan perbuatan-perbuatan “tidak terhormat” di antara mereka ada yang diisukan selingkuh, ada yang diisukan korupsi dan ada pula yang diisukan mabuk di kelab malam. Engkau bahkan jauh dari isu-isu seperti itu, engkau telah buktikan pada kami, pada Indonesia bahkan pada dunia bahwa engkau bersih, engkau peduli dan engkau profesional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang konsultan terkenal di Singapura, yang selalu kami mintai taujih dan nasihatnya, yang kami nantikan saran dan masukannya, yang kami kagumi kehidupan pribadi, keluarga dan dakwahnya pernah berkata dengan tulus&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kenapa kalian jauh-jauh sampai harus mencari kami ke Singapura padahal di negeri kalian sendiri ada sosok yang sangat hebat luar biasa yang begitu kami kagumi. Yes Ustadzah Yoyoh and her family is our model”, begitu katanya. Ustadzah Yoyoh, keluargamu sangat menginspirasi kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat menjadi muwajjih bagi guru-guru di sekolah kami pada satu kesempatan, engkau bercerita bahwa ketika berbincang dengan para mujahidah Palestina yang memiliki anak yang banyak dan mereka semua hafal Qur’an, saat itu engkau ditanya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Ummu Umar, kam aulad indak”&lt;br /&gt;“13” jawabmu bangga&lt;br /&gt;“Kam hafidzti minal qur’an”&lt;br /&gt;“20 juz” katamu datar&lt;br /&gt;“Hei. Apa saja yang kamu kerjakan di dunia ini, bukankah engkau hidup di negeri yang aman tanpa perang. Ayo segera selesaikan hafalanmu”. Sergah mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu katamu engkau malu pada mereka dan bertekad untuk segera menyelesaikan hafalan Qur’anmu. Dan terakhir aku dengar engkau telah hafal Al-Qur’an. Ustadzah Yoyoh, semangatmu sungguh menginspirasi kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah kami mengundangmu sebagai pembicara dalam acara seminar yang dihadiri oleh orang-orang kaya yang berpakaian dan berpenampilan serba wah, engkau datang dengan pakaian dan penampilan yang sangat sederhana, jauh dari gemerlap bahkan tidak pakai make up, sangat jauh dari kesan mewah. Namun semua yang hadir kagum akan materi dan penyampaianmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keseharianmu pun begitu, selalu sederhana. Seingatku, dulu ketika beberapa binaanmu baru punya taruna, xenia atau avanza engkau sudah memiliki innova. Dan kini beberapa binaanmu itu sudah mengganti kendaraan mereka dengan fortuner, CRV, pajero bahkan alpard dan mercy, engkau masih setia dengan mobil lamamu. Padahal – aku sangat yakin – kalau engkau mau, engkau mampu membeli dan memiliki yang jauh lebih mewah dari itu. Darimu kami belajar bahwa sederhana adalah memilih hidup biasa walaupun engkau mampu untuk hidup mewah. Ustadzah Yoyoh, sederhanamu sungguh menginspirasi kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini aku mendapat forward SMS yang engkau kirimkan kepada seorang akhwat beberapa hari sebelum Allah memanggilmu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya Rabb, aku sedang memikirkan posisiku kelak di akhirat, mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita Khadijah Al-Kubro yang berjuang dengan harta dan jiwanya? Ataukah dengan Hafshah binti Abu Bakar yang dibela oleh Allah saat akan dicerai karena shawwamah dan qawwamahnya? Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500-an hadits, sedangkan aku, ehm 500 juga belum. Atau dengan Ummu Sulaim yang shabirah. Atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad. Atau dengan siapa ya Allah, tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliyah mereka… sehingga aku layak bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka di taman Firdaus-Mu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang kami paham, mengapa engkau begitu semangat dalam berdakwah, begitu giat beribadah. Ya, karena engkau sedang mengikuti jejak bahkan ingin mengejar amaliah para shahabiyah. Semoga Allah mempertemukanmu dengan mereka di taman firdaus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemarin aku beserta istri dan anak-anak datang untuk bertakziah kepadamu. Subhanallah, terpana aku melihat mereka yang hadir dalam barisan takziah dan shaff shalat janazah. Mereka datang dari mana-mana, mereka datang dengan berbagai cara, dari jalan kaki sampai yang naik mercy, dari anak-anak sampai nenek-nenek, tua, muda, laki-laki, perempuan. Kami semua mendoakanmu berharap Allah mengumpulkan kita lagi di surga-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah sebagaimana Engkau kumpulkan kami di dunia ini dalam ketaatan pada-Mu. Maka kumpulkanlah kami kelak dalam surga-Mu bersama para Nabi, Shiddiqin, syuhada dan orang-orang shaleh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ustadzah Yoyoh, begitu banyak inspirasi dan pelajaran yang dapat kami ambil dari kehidupan bahkan kepergianmu yang tak akan selesai bila ditulis atau diceritakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selamat jalan ustadzah Yoyoh. Semoga Allah memberimu tempat terbaik di sisi-Nya, menganugerahkan berbagai nikmat-Nya. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, ketabahan dan keistiqamahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta, 22 Mei 2011&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Syafri Delon Arifin&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/"&gt;sumber: &lt;/a&gt;dakwatuna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca juga: &lt;a href="http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/ya-rabb-aku-sedang-memikirkan-posisiku.html"&gt;SMS Ustadzah Yoyoh Kepada Akhwat Beberapa Hari Sebelum Wafat &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Ear5mu1J7Ag/Tdqd_iHYE9I/AAAAAAAAAak/ujwnLR_kZ-w/s1600/ide-inspirasi-karir-karir-ideal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-8210876264778647546?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/8210876264778647546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=8210876264778647546&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/8210876264778647546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/8210876264778647546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/hidupmu-menginspirasi-kami-in-memoriam.html' title='Hidupmu Menginspirasi Kami – In Memoriam Ustadzah Yoyoh Yusroh'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Ear5mu1J7Ag/Tdqd_iHYE9I/AAAAAAAAAak/ujwnLR_kZ-w/s72-c/ide-inspirasi-karir-karir-ideal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-3637585933516972264</id><published>2011-05-23T06:53:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T17:18:47.280-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in memoriam ustadzah Yoyoh Yusroh'/><title type='text'>Perempuan Pilihan Itu Telah Pergi: Selamat Jalan, Saudariku Yoyoh Yusroh</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--XWiwZo1sgA/TdpmT7AqVGI/AAAAAAAAAaE/F_wTmFXDqoc/s1600/1306023337860890966.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="111" src="http://2.bp.blogspot.com/--XWiwZo1sgA/TdpmT7AqVGI/AAAAAAAAAaE/F_wTmFXDqoc/s200/1306023337860890966.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Prolog:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sosok ini sungguh perempuan pilihan, karena tak pernah mengatakan lelah kepada siapapun yang ingin curhatan, konsultasi. Ya, bahkan dalam kesibukan maha pun dia selalu menyediakan waktu bagi jamaah taklimnya. Patutlah disayangi ummat, karena telah banyak waktu dan pikirannya yang tercurah untuk  sesamanya. Bagiku, dia satu-satunya perempuan hebat, sudah kayaraya, berilmu tinggi, tetapi tetaplah bersahaja dan rendah hati, setiap waktu jika dimintai bantuan secepatnya mengulurkan tangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah, terimalah saudariku tercinta ini di jannah-Mu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tokoh nasional yang memiliki buah hati 13 orang ini sungguh figur yang patut diteladani oleh kita. Meskipun supersibuk sebagai anggota legislatif, ia tetap dapat merancang kebersamaan bersama suami dan semua anak demi memelihara cinta kasih, dan keharmonisan keluarga besarnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dinihari Sabtu, 21 Mei 2011, kita tersentak mendengar kabar dukacita, beliau pergi mendahului kita. Yoyoh Yusroh meninggal dalam kecelakaan mobil bersama dengan suami dan anak-anaknya yang saat itu sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta setelah menghadiri acara wisuda anaknya di UGM. Mobil Inova hitam yang ditumpanginya terguling saat melaju dengan kecepatan tinggi. Diduga karena sopir yang mengendarainya mengantuk dan slip hingga mobil hilang kendali saat melintas di tikungan jalan tol Tegal Karang, Cirebon.  Yoyoh Yusroh yang juga ibu dari 13 anak tersebut sudah tidak tertolong lagi, Yoyoh Yusroh tewas dalam kecelakaan tersebut, sedangkan suami dan anak-anaknya saat ini masih sedang dalam perawatan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Jenazah Yoyoh Yusroh tiba dari rumah duka di Kompleks perumahan DPR di Kalibata, Jakarta Selatan, sekitar pukul 14.30 WIB. Jenazah tiba di RT 1/RW 1 No 54, Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan keluarga sedang dalam perjalanan menuju Sumedang. Sungguh nyaris tak percaya, hingga saya beberapa kali melakukan cek-ricek kepada beberapa sahabat dekatnya di kalangan liqo. Sepanjang perjalanan, seperti orang bodoh, saya berharap kabar itu hanya isu belaka. Rasanya baru kemarin saya bicara dengan salah seorang asistennya, minta dibuatkan janji untuk jumpa. Biasanya saya bisa langsung berhubungan melalui ponsel, hanya ponselku dicuri orang jadi banyak nomer yang lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jam berapapun, jika saya SMS, biasanya pula senantiasa dijawab seketika. Yoyoh Yusroh, bagiku bukan sekadar sosok legislatif, aktivis parpol yang supersibuk, melainkan sebagai sosok ibu umahat, ibu dari ibu-ibu taklim yang sangat peduli, terutama terhadap perkembangan kaum perempuan dan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi saya sempat begitu dekat dengan sosok muslimah yang satu ini, sejak 2006. Kepadanyalah saya sering curharatan mengenai berbagai hal, karya, bahkan urusan perkawinan. Ketika kondisi saya terpuruk, baik secara finansial maupun fisik, hingga saya dan anak-anak terdepak dari rumah yang selama itu kami huni. Maka, hanya dialah, saudariku inilah yang berkenan mengulurkan tangan dengan ikhlas dan tulusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silakan, Teteh, tempati saja rumah kami di Depok Timur itu, terserah sampai kapan saja,” ujarnya dalam nada yang sangat ikhlas, bahkan dia langsung mengantarkanku sampai kawasan Pasar Minggu.&lt;br /&gt;Suaminya, Pak Budi Darmawan bersikeras mencegatkan dulu sebuah taksi untuk saya, serta telah diberikan ongkosnya sampai rumah mereka di Depok Timur. Subhanallah, sungguh pasangan suami-istri yang luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; &lt;/div&gt;Berikut adalah hasil bincang penulis dengan Umi Umar, demikian teman-teman di taklim biasa menyebutnya, suatu siang di kawasan Mampang Prapatan., 2009. Tulisan ini telah dibukukan dengan judul 30 Perempuan Pilihan Wanita Penulis Indonesia, 2010, Penerbit Zikrul Hakim, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, saya bersyukur dilahirkan dalam keluarga yang sangat concern dengan pengamalan syariat Islam. Ayah saya namanya Abdul Somad, seorang guru mengaji, penceramah pada hari-hari besar Islam, dari surau ke surau, mesjid ke mesjid dan taklim ke taklim di sekitar kampung halaman saya, Batuceper Tangerang. Ayah mengajak saya untuk aktif, kemudian melatih saya pidato dengan teks terjemahan dari Arab Melayu, itu terjadi sejak saya duduk di bangku SD. Ayah sering melatih saya bagaimana caranya menyampaikan ceramah dengan baik, memikat, berkomunikasi dengan massa.” Demikian ustazah Yoyoh Yusroh mengawali perbincangan kami yang akrab, ada makanan dan minuman segar di hadapan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya belum berjilbab, masih pakai rok biasa dan kerudung. Saya berdiri di hadapan ibu-ibu dan bapak-bapak di majlis taklim besar, banyak sekali tuh orangnya. Kebanyakan teman saya itu murid-murid dan rekan-rekan Ayah mengaji, bahkan guru-gurunya. Ya, saya jadi akrab dengan mereka kalangan pengajian, dan mereka mengenal saya sebagai mubalig cilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan peran Ibu, Aminah, sebagai guru mengaji sangat mendukung. Ibu selalu menekankan saya untuk sering-sering mengaji Al Quran. Ketika bulan Ramadhan, saat saya ingin membantunya di dapur membuat penganan. Ibu akan mengatakan; “Sudahlah, Nak, sana pergi saja mengaji. Bikin kue sih nanti juga bisa, gampang dipelajari.” Logikanya kan, kalau saya membaca Al Quran, Ibu juga yang akan mendapat pahalanya. Kalau bulan suci Ramadhan kita targetkan khatam lima sampai enam kali. Gemar dan cinta membaca Al Quran sejak kecil. Meskipun belum paham artinya, seperti Al Kahfi, Al Muluk, Al Waqiyyah saya sudah hafal sejak kecil. Ibu menekankannya, karena itu adalah sunah Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Ibu dan Ayah sangat besar dan berpengaruh untuk perkembangan pribadi, pendidikan dan kondisi saya hingga sekarang. Saya berharap dapat menyempurnakan dan meningkatkan kualitas keimanan serta ketakwaan hingga akhir hayat. Iman, amal dan ketakwaan itu kan tidak berlaku surut, melainkan harus terus berkembang, dan meningkat ke taraf lebih tinggi. Demikian bila kita ingin akhir hayat kita dalam khusnul khatimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak hafal seluruh Al Quran, tapi insya Allah, banyaklah,” ujarnya merendah, meskipun di kalangan tarbiyah beliau dikenal sebagai hafidzoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cita-cita Waktu Kecil&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya senang baca. Ayah saya juga suka membacakan tentang kisah Nabi dan para sahabat. Waktu SD saya ingin menjadi sejarahwan. Makanya, waktu masuk Fakultas Adab IAIN saya ambil jurusan Sejarah Islam. Saya bersekolah di sekolah-sekolah umum bukan di pesantren. SD dan SMP Negeri, lalu ke PGA pertama di Tangerang, dan ke PGA lanjutannya di Pondok Pinang, kemudian ke IAIN Ciputat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peran Sebagai Pendidik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sejak sebelum mengenal tarbiyah, saya sudah aktif di organisasi-organisasi Islam seperti Pelajar Islam. Banyak sekali untungnya dalam berorganisasi, antara lain peningkatan wawasan dan banyak teman. Sangat positif memiliki banyak teman bagi saya yang tak pernah memilih-milih siapa teman. Memang ada plus-minusnya dalam pergaulan. Tapi ada saja kelebihan seseorang itu meskipun umpamanya dia memiliki sifat negatif. Demikian pula saya mungkin punya sikap negatif. Jadi kalau berteman kita bisa saling mengingatkan, saling meluruskan dan saling menguatkan. Insya Allah lebih banyak plusnya kalau kita banyak teman. &lt;br /&gt;Kalau ada teman-teman yang ingin diajari mengaji oleh saya. Yah, insya Allah saya tidak menolak, kecuali kalau saya memang betul-betul tidak ada waktu, atau jadwalnya bentrok. Kalau saya tidak cukup waktu untuk mutabaah atau evaluasinya, biasanya akan saya alihkan kepada teman-teman lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peran Sebagai Ummahat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah sebagai ibu Allah telah mengaruniai saya 13 orang anak yang saya syukuri semua. Anak pertama laki-laki, kuliah di UGM, Fakultas Ekonomi semester 9. Umurnya hampir 22 bulan Desember nanti. Anak ke-2 laki-laki, awalnya kuliah di FE UGM juga, terus mendapat tawaran beasiswa dari televisi Turki untuk belajar pada Internasional Of University di Sarajevo, Bosnia. Sekarang belum ada jurusan, tapi dia cenderung ambil Hubungan Internasional. Dia bisa menghemat program studi bahasa Inggris yang seharusnya 8 bulan menjadi hanya 2 bulan, alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak ke-3 perempuan, semester 5 di Fakultas Pertanian, UGM. Anak ke-4 laki-laki, diterima di program studi tingkat SMA atau Mahad, program Al Azhar di Mesir. Anak ke-5 laki-laki, di SMKN Yogyakarta. Anak ke-6 laki-laki, di pondok pesantren Gontor. Anak ke-7 perempuan, di As-Syifa Al Hairiyah, SMIT sekolah punya Qatar. Anak ke-8 laki-laki, di Al Hikmah Citayam yang belum lama ini hafidz Al Quran 30 juz. Anak ke-9 laki-laki, SDIT Al Hikmah Citayam, baru 5 juz hafal Al Quran. Anak ke-10 laki-laki, di Al Hikmah juga, ya, tiga orang sekolah di boardingschool Citayam itu. Anak ke-11 laki-laki, kelas 2 di SDIT Insan Mandiri. Anak ke-12 perempuan, kelas 1 di Jakarta Islamicshool. Si bungsu perempuan 4,5 tahun di TK Kecil. Anak laki-laki 9 anak perempuan 4 orang. Di semua tingkatan SD itu ada mulai kelas enam sampai kelas satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suka lupa gak ya Umi dengan nama anak-anaknya?”&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, gaklah, Teh,” sahutnya sambil tertawa tersipu. “Yah, yang anak perempuan kadang suka manggilnya salah. Keempatnya namanya kan sama lima suku kata. Jadi, Mamamamima…” lanjutnya dengan derai tawa, perpaduan antara rasa syukur nikmat dengan keharuan, dan kebahagiaan seorang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peran Sebagai Istri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menikah l985, alhamdulillah, suami sangat mendukung saya dalam semua kegiatan dakwah. Waktu itu kami sama-sama masih sarjana muda. Suami dari Fakultas Psikologi Unversitas Indonesia. Oya, tentang poligami itu… Seperti sudah sering saya sampaikan ke media, bahwa poligami itu sudah ada sejak zaman Rasulullah. Allah menciptakan kaum lelaki itu bervariasi. Memang ada yang berkapasitas memiliki istri lebih dari satu. Kalau kita paham bahwa suami mempunyai kapasitas lebih dari satu istri, dan kalau madu kita itu bisa diajak sebagai mitra dakwah, yah, mengapa tidak kita tak saling berbagi? Saya tidak keberatan sebagai satu solusi social. Dan poligami sebagai satu nilai itu tidak boleh membantah. Adapun mampu atau tidak dia melaksanakannya itu adalah lain hal. Yang diekspos kan kebanyakan poligami yang menimbulkan ekses. Padahal kan banyak sekali yang berpoligami yang tidak menimbulkan ekses, tapi tidak diekspos. Saya pribadi dari awal sudah setuju kalau suami akan berpoligami, itu sudah bukan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kiprah Dalam Dunia Politik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalau politik praktis, dulu ayah saya PPP. Saya sering diajak kampanye di panggung-panggung untuk kemenangan PPP. Ayah saya sering dipanggil pihak berwajib, bahkan keluar-masuk tahanan karena vokalnya. Misalnya bicara lantang tentang Keluarga Berencana. “Walaupun Pemerintah menyuruh kita ber-KB, tapi Al Quran tidak!” Dan itu disuarakannya di taklim-taklim, dengan menerapkan langsung dalam kenyataan. Padahal masa-masa itu Pemerintah Orba sangat represif. Masih segar dalam benak saya, malam-malam pihak keamanan mengetuk pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anda semua siapa?” tanya Ayah dengan gagah berani.&lt;br /&gt;“Kami keamanan akan mengambil Bapak untuk ditahan!”&lt;br /&gt;“Oh, kalau dari keamanan seharusnya tidak malam-malam begini datang menangkap orang. Lihat, anak-anak saya ketakutan. Besok saja saya akan datang sendiri!” ujar Ayah tegas, pihak keamanan pun berlalu. Ayah orangnya konsisten, meskipun dilarang oleh Ibu, Ayah tetap datang dengan bersepeda ke Polsek Batuceper, Tangerang. Ada beberapa kali begitu saja, keluar-masuk tahanan. Saya sangat terpengaruh dengan perjuangannya. Dari kecil sudah terbayang bagaimana dunia politik itu. Eee, tapi tak pernah terbayang loh, kalau sekarang menjadi anggota DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Partai Keadilan Sejahtera, saya termasuk salah satu dari 50 orang Dewan Pendiri. Saya pikir, politik adalah suatu keniscayaan sebagai seorang Muslim. Ketika kita menyerahkan pemerintahan kepada orang-orang yang tidak kuat untuk mensejahterakan rakyat, memperjuangkan keadilan, maka demikianlah kondisi negeri ini. Kita berharap kekayaan Indonesia yang begitu besar dapat dikelola dengan, didistribusikan secara merata. Negeri ini sudah kaya raya, tapi salah urus, sehingga kesenjangan antara si kaya dengan si miskin sangat tinggi. Sebelum menjadi anggota Dewan saya tidak tahu tidak sejauh ini, tapi setelah tahu suka prihatin sekali melihat kondisi umat, kondisi bangsa yang tidak mendapatkan hak-haknya. Karena terhalang oleh kedzaliman orang-orang tertentu yang memperkaya diri dan kelompoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam parlemen yang tidak homogen, semua punya kepentingan. Kita juga tidak menafikan masih ada orang-orang yang baik di partai lain. Mereka yang bisa diajak kerjasama, tapi lebih banyak lagi (dalam banyak hal) yang tidak sependapat dengan keinginan kita. Kadang-kadang dalam posisi tertentu, umpamanya dalam pengesahan undang-undang, kita tidak sependapat tapi memberikan catatan-catatan. Misalnya tentang undang-undang sumber daya air, undang-undang APBN 2006-2007. Kita ikut kaukus antikorupsi, anggaran pendidikan 26 %, perempuan parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menganggap parlemen itu bukan saja sebagai mimbar politik, melainkan juga mimbar dakwah. Kita bisa menyampaikan apa yang kita inginkan. Kita bisa belajar banyak di sana, semacam universitas. Ternyata keberadaan kita di DPR itu banyak mendengar, banyak melihat, kemudian bersama teman-teman menganalisa misalnya. Itu bisa mengasah kecerdasan intelektual dan emosional. Jabatan saya sebagai ketua komisi 8 di DPR. Di PKS sebagai anggota Majelis Syuro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bila Banyak Tekanan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita merasa tidak suka, tapi itu harus terjadi juga. Hiburannya, yah, di luar gedung DPR. Melihat wajah-wajah yang baik di taklim-taklim, bersosialisasi dan berkumpul dengan orang-orang baiklah. Mereka yang satupemahaman dan satu pemikiran dengan kita. Jadi, kalau berada di dalam gedung DPR terus, memang rasanya sulit sekali untuk bisa menerima kenyataan. Kalau tidak ada tugas dari partai atau sebagai anggota DPR, saya masih aktif dakwah-dakwah di perkantoran, mengisi taklim-taklim, ceramah di lembaga-lembaga strategis. Termasuk sebagai pengurus Yayasan Ibu Harapan di Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Membagi Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tentang memanaj waktu, seperti saya baca dari buku-bukunya Yusuf Qordhowi, terutama tentang waktu dalam kehdupan Muslim. Yang paling efektif manakala kita bisa tepat waktu, dan waktu kita menjadi produktif. Mengikuti cara Rasulullah, bangun sebelum subuh, kita berinfak, solat tepat waktu, dan merencanakan rencana siang hari sejak malamnya. Kalau waktu itu kita rencanakan dengan baik semuanya, insya Allah akan menjadi berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Tarbiyatul Awlad atau Pendidikan Anak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Di rumah ada orang-orang dekat, saudara, adik-adik yang ikut mengawasi anak-anak. Untuk hal-hal yang bersifat penting, tidak diserahkan kepada hadimat. Saya berpikir bagaimana menjadikan mereka sebagai anak-anak yang sehat, intelektual yang memadai. Kemudian, benar bahwa anak-anak itu adalah hamba Allah yang taat. Suami sangat mendukung dalam melaksanakan konsep mendidik anak. Intinya, kita mendidik anak-anak mengikuti cara Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak mulai hamil, mengandung, melahirkan, menyusui sampai saat anak bisa bicara, dan mengikuti apa-apa yang kita lakukan. Yah, dengan panduan buku Tarbiyatul Awlad. Sekuat tenaga, sebaik mungkin kita praktekkan. Ternyata ketika kita praktekkan nilai-nilai Islam dalam mendidik anak sangat beruntung. Misalnya, melatih anak berpuasa, solat, beraktivitas sosial, bersedekah sejak dini. Anak usia 2,5 tahun mulai diajak untuk berpuasa, begitu usia 3,5 tahun dia sudah terbiasa melakukan shaum di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat terharu ketika ada anak yang lulus SMA, kemudian diterima di PTN favorit. Waktu saya ajak untuk makan bersama, dia bilang; “Gak Mi, saya lagi shaum Daud.” Ternyata bagi dia shaum Daud itu sudah merupakan kebutuhan dan kenikmatan. Semuanya bila kita ajarkan sejak kecil, sungguh sangat bermanfaat. Umpamanya dalam berjilbab, walaupun anak itu masih kecil, tapi karena telah dibiasakan berkerudung, nah kalau dia mau keluar rumah selalu berkerudung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat anak-anak yang mampu menghafal Al Quran, ternyata sangat cerdas secara intelektual dan emosional. Alhamdulillah, anak-anak yang saya didik menghafal Al Quran, mereka dapat lulus SPMB, sekolah di PTN favorit. Mendidik anak secara Rasulullah itu bagi saya sangat tepat. Boleh saja kita mengambil teori-teori dari luar, tapi itu hanya sebagai pengayaan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Tanggung jawab orang tua dalam pendidikan keimanan, mengarahkan mereka mempunyai keimanan yang kuat. Saat anak mengeluh, kita bandingkan keadaannya dengan yang lebih tak beruntung. Sehingga dia tetap bisa kembali mensyukuri nikmat-Nya. Bagaimana mencintai Allah, mencintai Nabi, bukan mengidolakan ibu-ayah yang bisa saja berbuat kekhilafan. Mencintai Al Quran dan para pejuang Islam. Kita juga mendidik anak-anak tentang makanan yang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan akhlak; akhlak kepada orang tua, kepada sesama, kepada tetangga. Bagaimana anak bersikap terhadap orang tua, misalnya, saya mendidik mereka secara realis. Jika ada anak yang mengatakan hal-hal jelek, misalnya, saya tidak akan memarahinya, tapi mengusut dulu dari mana sumbernya. Intinya kita tidak boleh panik dalam mendidik anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat saya cerita kepada anak-anak, bagaimana tentang perjuangan para mujahid. Anak-anak kemudian sama ingin mati syahid. Nah, kalau ingin mati syahid itu kita harus cerdas. Karena musuh akan menembak komandan duluan bukan prajurit. Jadi komandan itu bukan orang bodoh. Kalau mau cerdas harus belajar. Kalau mau belajar enak ya harus makan, sehat. Sudah solat? Belum. Nah, katanya mau menjadi anak yang benar. Intinya kita mengajak dengan bahasa yang sederhana dan bisa dipahami anak-anak. Dengan bahasa yang positif. Tidak perlu kita menatakan; “Kamu anak yang nakal!” Tapi bisa dengan; “Kamu anak yang soleh, tapi perbuatanmu tadi tidak benar, ya Nak” Atau; “Umi sayang sama Abang, tapi perbuatan Abang tadi seperti anak yang tak mau disayang…” Di rumah kami kata-kata penghakiman, hujatan, sesalan atau cemoohan diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keseimbangan Dunia dengan Ukhrowi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Intinya kita menikmati semua karunia Allah. Kapan saatnya kita harus menikmatinya, dan kapan pula harus menahan. Saya beri pengertian kepada anak-anak, meskipun mereka anak anggota DPR, tapi tidak harus selalu pergi sekolah diantar-jemput mobil pribadi. Makan tidak harus selalu di restoran, umpamanya. Saya sering perlihatkan isi tas; “Nah, ini amplop untuk Palestina, ini untuk infak, ini untuk yatim-piatu. Uang Umi tinggal segini. Kalau menuntut seperti keinginan kalian, mau gak kita pakai uang riba?” Akhirnya mereka bisa menerima kenyataan. Yah, kita harus realistislah, mengatakan apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan, ada anak yang kepingin ponsel, ini biasanya setelah SMP. Itu juga pakai proposal; apa manfaatnya, apa mudharatnya. Ketika kecil anak-anak tidak dibiasakan menonton televisi. Nah, setelah besar, tiga anak mewakili dan bikin proposal bagaimana pentingnya televisi. Tapi itupun untuk acara-acara tententu saja, tidak yang membuang-buang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Intimya saya masih terus belajar, baik sebagai ibu, sebagai politikus, sebagai wanita solehah,” pungkasnya merendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, perempuan pilihan itu telah mendahuluiku, mendahului kita semua. Semua kebaikan dan keikhlasannya dalam berbagi, baik ilmu, motivasi maupun finansial, semoga menjadi pahala dan memudahkannya dalam perjalanan menemui Sang Khalik.&lt;br /&gt;Selamat Jalan, Saudariku Cinta, Yoyoh Yusroh, sampai jumpa, bila waktuku tiba. (Pipiet Senja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-yAAS1IXJa2I/TdpmDAGp0wI/AAAAAAAAAZ8/RkN_aYL74pQ/s1600/photo-bu-Yoyoh.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="145" src="http://2.bp.blogspot.com/-yAAS1IXJa2I/TdpmDAGp0wI/AAAAAAAAAZ8/RkN_aYL74pQ/s200/photo-bu-Yoyoh.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2011/05/22/perempuan-pilihan-itu-telah-pergi-selamat-jalan-saudariku-yoyoh-yusroh"&gt;pipiet senja di kompasiana&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca juga : &lt;b&gt;&lt;a href="http://underdakwah.blogspot.com/2010/03/aksi-perempuan-senja-buat-palestina.html" style="color: red;"&gt;Aksi Perempuan Senja Buat Palestina&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Baca juga:&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1829890545"&gt; &lt;/a&gt;&lt;a href="http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/hidupmu-menginspirasi-kami-in-memoriam.html"&gt;Hidupmu Menginspirasi Kami – In Memoriam Ustadzah Yoyoh Yusroh&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-3637585933516972264?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/3637585933516972264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=3637585933516972264&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/3637585933516972264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/3637585933516972264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/perempuan-pilihan-itu-telah-pergi.html' title='Perempuan Pilihan Itu Telah Pergi: Selamat Jalan, Saudariku Yoyoh Yusroh'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--XWiwZo1sgA/TdpmT7AqVGI/AAAAAAAAAaE/F_wTmFXDqoc/s72-c/1306023337860890966.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-1081659069060339071</id><published>2011-05-21T16:04:00.001-07:00</published><updated>2011-05-23T17:12:30.626-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in memoriam ustadzah Yoyoh Yusroh'/><title type='text'>Ustadzah Yoyoh Yusrohh, Anakku Cintailah Al-Quran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-jRd_bObdqTQ/TdhK8G-618I/AAAAAAAAAZc/lDvrHVflcMI/s1600/alqurandigital20kcb20aac20opick1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 194px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-jRd_bObdqTQ/TdhK8G-618I/AAAAAAAAAZc/lDvrHVflcMI/s200/alqurandigital20kcb20aac20opick1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609315732417075138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ustadzah yoyoh telah pergi meninggalkan kita dengan  menggunung kebaikan yang telah ditaburnya. Semoga amalan beliau semuanya diterima disisi-Nya, dan semoga anak-anak dan ilmu yang sudah ditebarnya menjadi amal jariyah. Download taushiah ustadzah Yoyoh Yusroh dengan judul Anakku Cintailah Alqur’an. Beliau adalah ibu dari anak-anak penghapal qur’an. Selamat mendengarkan dan semoga bermanfaat bagi semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/vdVJcNNN/Ustadzah_Yoyoh_Yusroh_-_Anakku.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Juga... &lt;a href="http://underdakwah.blogspot.com/2009/12/jika-komitmenmu-benar-benar-tulus.html"&gt;Jika Komitmenmu Benar-benar Tulus&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-1081659069060339071?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/1081659069060339071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=1081659069060339071&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/1081659069060339071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/1081659069060339071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/ustadzah-yoyoh-yusrohh-anakku-cintailah.html' title='Ustadzah Yoyoh Yusrohh, Anakku Cintailah Al-Quran'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-jRd_bObdqTQ/TdhK8G-618I/AAAAAAAAAZc/lDvrHVflcMI/s72-c/alqurandigital20kcb20aac20opick1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-2905472315862453161</id><published>2011-05-20T18:46:00.001-07:00</published><updated>2011-05-23T17:11:52.301-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in memoriam ustadzah Yoyoh Yusroh'/><title type='text'>Selamat Jalan Ustadzah Yoyoh Yusroh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-hR4VOrQCL_Q/TdcilIh892I/AAAAAAAAAZM/AUzr82jDY4c/s1600/yoyoh.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 166px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-hR4VOrQCL_Q/TdcilIh892I/AAAAAAAAAZM/AUzr82jDY4c/s200/yoyoh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608989882253637474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pagi masih belum beranjak meninggalkan dingin yang diantar malam, sesaat kuterpaku melihat SMS dari nomor yang tidak kukenal, entah punya siapa. Yang jelasnya isi SMSnya begitu menohok dan menyesakkan dada. Ustadzah Yoyoh Yusroh meninggal dunia karena kecelakaan? Sesaat saya tidak percaya, namun untuk lebih meyakinkan kembali saya buka berita Online hari ini, dan benar disana ada berita duka itu. innalillahi wa innailaihi raji’un. Beliau meninggal karena kecelekaan di Cirebon seusai menghadiri wisuda putranya di UGM.&lt;br /&gt;Saya tidak mengenal banyak tentang ustadzah Yoyoh Yusrah bahkan melihat dan berkomunikasi secara langsung juga tidak pernah, namun telingaku sudah akrab dengan nama itu. seorang ibu yang hebat, cerdas dan bersahaja. Ibu yang hebat untuk 13 anak-anaknya. Juga saya tahu suara tegasnya dari media-media, dia selalu ada di barisan terdepan. sejumlah tanda jasa pun pernah diterimanya, seperti International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2000, International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2003, dan Mubaligh National dari Departemen Agama Pusat tahun 2001.&lt;br /&gt;Hari ini, malaikat bergembira karena mengantar jenazah seorang mujahidah ke hadapan Rabbnya, namun disini air mata tumpah bagai air bah ketika melepasnya. Harum namanya masih meliuk-liuk, karya-karya nya masih terpampang nyata. Namun itulah tandanya bahwa Rabb juga sudah merindukannya.&lt;br /&gt;Ustadzah Yoyoh, mungkin memang sudah lelah kakimu melangkah dalam perjalanan ini, semoga kini kakimu telah menapak di taman syurga untuk melepas lelahmu.&lt;br /&gt;Ya Rabb, berikanlah ketabahan kepada suami dan anak-anaknya. Jadikanlah mereka ikhlas melepas salah satu orang terbaik negeri ini, orang terbaik dakwah ini.&lt;br /&gt;Tanpa kusadari ada air mata yang menetes, dada serasa sesak. Allah kumpulkan kami di SyurgaMu nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baca juga &lt;a href="http://dalamkurung.blogspot.com/2011/05/selamat-jalan-mbak-nurul-f-huda.html"&gt;Nurul F. Huda&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-2905472315862453161?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/2905472315862453161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=2905472315862453161&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/2905472315862453161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/2905472315862453161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/selamat-jalan-ustadzah-yoyoh-yusroh.html' title='Selamat Jalan Ustadzah Yoyoh Yusroh'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-hR4VOrQCL_Q/TdcilIh892I/AAAAAAAAAZM/AUzr82jDY4c/s72-c/yoyoh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-1288623833999978989</id><published>2011-05-20T04:53:00.000-07:00</published><updated>2011-05-20T05:03:54.877-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia islam'/><title type='text'>Hasil Polling: AKP Kembali Menang Pemilu dengan Mudah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-0YHiR9MLmQ4/TdZYnLsMYaI/AAAAAAAAAYU/BF2WBFqpSvg/s1600/akp.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-0YHiR9MLmQ4/TdZYnLsMYaI/AAAAAAAAAYU/BF2WBFqpSvg/s200/akp.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608767816112824738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:webdings;" &gt;Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;  yang kini berkuasa di Turki akan memenangi kembali pemilu 12 Juni  mendatang dengan mudah. Demikian kesimpulan hasil jajak pendapat yang  dipublikasikan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt;Iksara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;, Rabu (18/5).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Jajak  pendapat yang dilakukan pada tanggal 5-12 Mei itu menunjukkan dukungan  kepada partai pimpinan Erdogan mencapai 45,5 persen. Angka itu hanya  selisih satu persen dari pemilu sebelumnya pada 2007. saat itu AKP  memenangi Pemilu dengan perolehan suara 46,6 persen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Sedangkan  pihak oposisi Pihak oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP), yang  kini dinahkodai pemimpin baru Kemal Kilicdaroglu, mendapatkan dukungan  terbesar kedua dengan aksetabilitas 30,5 persen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Pihak oposisi  terbesar kedua Partai Gerakan Nasionalis (MHP) mendapat 13,1 persen  suara dalam jajak pendapat, menghadapi risiko parliementary treshold 10  persen, yang akan mencegah dari mendapatkan kursi di parlemen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;AKP  telah memenangi pemilu dua kali berturut-turut pada 2002 dan 2007. Pada  pemilu terakhir AKP memperoleh suara mayoritas sebesar 46,58 persen dan  mendapatkan 341 kursi. CHP memperoleh 20,88 persen suara untuk  memenangkan 112 kursi dan MHP memenangkan 14,27 persen dan 71 kursi,  sedangkan 26 calon independen terpilih sebagai anggota parlemen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Sebuah  jajak pendapat sebelumnya yang dilakukan oleh Aksam dan diterbitkan  pada tanggal 10 Maret, menunjukkan Partai AKP mendapat dukungan 48  persen, sedangkan CHP hanya 28 persen dan MHP 15 persen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Turki  dijadwalkan untuk menyelenggarakan  pemilu pada tanggal 12 dengan  peserta sejumlah 15 partai politik untuk memperebutkan 550 kursi di  parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://muchlisin.blogspot.com/"&gt;bersama dakwah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca juga &lt;a href="http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/ismail-haniya-3-kabar-gembira-tandai.html"&gt;Ismail Haniya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-1288623833999978989?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/1288623833999978989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=1288623833999978989&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/1288623833999978989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/1288623833999978989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/hasil-polling-akp-kembali-menang-pemilu.html' title='Hasil Polling: AKP Kembali Menang Pemilu dengan Mudah'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-0YHiR9MLmQ4/TdZYnLsMYaI/AAAAAAAAAYU/BF2WBFqpSvg/s72-c/akp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-7294038568122151597</id><published>2011-05-20T04:09:00.000-07:00</published><updated>2011-05-20T05:02:42.507-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia islam'/><title type='text'>Ismail Haniya: 3 Kabar Gembira Tandai Keruntuhan Zionis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-jXzuCYdtrS4/TdZYWIwuePI/AAAAAAAAAYM/AEf38BHZ_do/s1600/Ismail%2BHaniya.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 152px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-jXzuCYdtrS4/TdZYWIwuePI/AAAAAAAAAYM/AEf38BHZ_do/s200/Ismail%2BHaniya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608767523268753650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Perdana menteri Palestina, Ismail Haniya menegaskan ada tiga tanda  keruntuhan Zionis yang semakin dekat, ditengah perubahan kondisi Arab  selain ada tiga sentral proyek untuk pembebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan dan Kabar gembira kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haniya  yang berpidato dalam acara peringatan hari Nakbah yang mulai digelar  sejak shalat shubuh tadi mengatakan, “Saat ini kita sedang memperingati  63 tahun prhara yang menimpa Palestina (Nakbah). Kita pun melihat ada  perubahan siginifikan yang menjurus pada keruntuhan proyek Zionis di  Palestina serta kemenangan bagi ummat. Tiga tanda-tanda runtuhnya Zionis  adalah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekonsiliasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu  perubahan penting yang menandai runtuhnya Zionis adalah terjadinya  rekonsiliasi Palestina yang bersamaan dengan penanda tanganan fakta  kesepahaman Mesir. Persatuan Palestina merupakan salah satu dasar  penting untuk merealisasikan kemenangan dan kebebasan serta kembalinya  para pengungsi ke negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi Dunia Arab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda  kedua, perubahan politik serta revolusi yang terjadi di dunia Arab,  seperti yang terjadi di Mesir, merupakan setrategi terpenting yang  menandai kehancuran Zionis. Kemudian revolusi hari ini merupakan murni  kehendak rakyat. Keinginan bangsa yang telah lama terpendam. Hari ini  mereka memiliki kebebasan untuk mengungkapkanya, setelah sebelumnya  mereka terkungkung. Revolusi ini tentu akan berpengaruh besar terhadap  sejumlah masalah Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran Bangsa Palestina dan Kaum Muslimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun  tanda ketiga adalah, pemahaman dan kesadaran yang tinggi rakyat  Palestina khususnya dan dunia islam pada umumnya. Tidak seperti  uangkapan sebagian orang, “Orang tua pada mati yang kecil tak ingat  lagi”. Namun sekarang berubah, mungkin orang tua sudah tiada tapi anak  kecil takkan pernah lupa. Kita ingat yang mengobarkan dua kali intifadah  adalah mereka yang lahir di bawah penjajahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu,  sejumlah gerakan dan perubahan yang terjadi di dunia Arab dan Eropa,  seperti Konferensi yang diadakan di Eropa, seperti Jerman yang isinya  menolak permukiman dan menyerukan persatuan Palestina. Demikian juga  dengan aksi yang dilakukan di Inggris yang telah mengambil tanggung  jawab sejarah atas perjanjian Balvor yang telah merugikan bangsa  Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan sejumlah aksi di Tepi Barat, Haniya  mengungkapkan kepuasanya. Kami menginginkan para tawanan di Tepi Barat  segera dibebaskan, agar kita bisa melangkah tanpa ragu-ragu untuk  merealisasikan rekonsiliasi, ungkapnya. [asy, InfoPalestina]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-7294038568122151597?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/7294038568122151597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=7294038568122151597&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/7294038568122151597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/7294038568122151597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/ismail-haniya-3-kabar-gembira-tandai.html' title='Ismail Haniya: 3 Kabar Gembira Tandai Keruntuhan Zionis'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-jXzuCYdtrS4/TdZYWIwuePI/AAAAAAAAAYM/AEf38BHZ_do/s72-c/Ismail%2BHaniya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-4796486005710917155</id><published>2011-05-19T03:21:00.000-07:00</published><updated>2011-05-21T16:40:57.805-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perjalanan dakwah'/><title type='text'>Andi Rahmat Calo Senayan?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-HIB5q4E9FUI/TdTwMAY8TPI/AAAAAAAAAXs/dyDIhALW2jA/s1600/DSC_7136.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-HIB5q4E9FUI/TdTwMAY8TPI/AAAAAAAAAXs/dyDIhALW2jA/s200/DSC_7136.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608371525036821746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&amp;lt;!--[if gte mso 9]&amp;gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:view&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:zoom&gt;   &lt;w:trackmoves&gt;   &lt;w:trackformatting&gt;   &lt;w:punctuationkerning&gt;   &lt;w:validateagainstschemas&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:saveifxmlinvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:ignoremixedcontent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:alwaysshowplaceholdertext&gt;   &lt;w:donotpromoteqf&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:lidthemeother&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:lidthemeasian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:lidthemecomplexscript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables&gt;    &lt;w:snaptogridincell&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct&gt;    &lt;w:useasianbreakrules&gt;    &lt;w:dontgrowautofit&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx&gt;    &lt;w:word11kerningpairs&gt;    &lt;w:cachedcolbalance&gt;   &lt;/w:cachedcolbalance&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt; &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;!--[endif]--&gt;    &lt;p face="times new roman" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Memang gerah melihat keadaan negeri ini, penuh dengan kasus yang tiada ujung. Dan yang membuat tambah gerah tiada kasus yang benar-benar tuntas. Dan yang paling menyakitkan hati adalah kasus century yang kini rimbanya entah kemana, kasus dan skandal itu berlalu karena ditutupi oleh kasus lain, alias pengalihan isu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="times new roman" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="times new roman" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sudah banyak kasus yang meluluhlantakkan kepercayaan masyarakat kepada wakil rakyat, bahkan banyak kasus yang benar-benar menelanjangi para anggota dewan yang terhormat itu. sungguh memalukan memang. Sangat memalukan, andaikan bunuh diri itu dibenarkan dalam agama, saya mengusulkan bahwa setiap anggota dewan yang terbukti bersalah lebih baik melakukan harakiri saja. Lebih jantan. masalah yang membelit bangsa ini adalah pemerintah tidak mau menghadapi masalah, maunya hanya menutupi masalah dengan masalah baru. mana bisa kelar?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="times new roman" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="times new roman" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dan yang paling membuat jengkel lagi adalah orang yang bersalah itu bersembunyi dengan mengalihkan isu. Dan sekarang lagi-lagi ada isu yang yang entah benar apa tidaknya, isu calo-calo senayan. Yang menyebutkan ada  anggota dewan yang menjadi calo anggaran, Kabarnya, anggota Dewan akan mendapatkan imbalan uang jika berhasil mengegolkan anggaran kementerian tertentu. Jika tidak ada fee, anggaran suatu proyek atau kegiatan bisa terhambat di DPR. Benarkah demikian?&lt;/p&gt;&lt;p face="times new roman" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="times new roman" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="times new roman" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kalau saya sendiri tidak terlalu kaget ketika isu ini muncul dan menyebutkan salah satu nama anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Andi Rahmat, politisi asal Sulsel yang juga mantan ketua KAMMI pusat. Bahkan isu ini sudah lama saya nanti-nantikan, sejak Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) PKS Sulsel april kemarin. Saat itu, Anis Matta mengatakan bahwa tunggu saja nama Andi Rahmat dan Tamsil Linrung akan disebut-sebut nanti sebagai yang bermasalah dibidang anggaran. Anis Matta sempat mengatakan bahwa setelah itu akan ada serangan-serangan lain. Maka sejak itu pula saya sudah menanti-nanti kapan nama Andi Rahmat dan Tamsil Linrung akan mencuat. Namun saat itu saya sedikit dikagetkan dengan anggota dewan PKS yang tertangkap kamera sedang melihat gambar porno dari I-pad nya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="times new roman" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="times new roman" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Setelah penantian yang lumayan lama, sekitar 1 bulan. Bahkan kemarin sempat asyik menikmati sirkus partai biru dengan judul KORUPSI WISMA ATLET SEA GAMES. Saat itu terus terang, gemes liat wajah dan ekspresi si Poltak. yang selama ini terkenal dengan suaranya atau komentarnya yang bikin geregetan. Sempat update status di FB “ruhut Mana suaramu?”&lt;/p&gt;&lt;p face="times new roman" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="times new roman" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Akhirnya berita itu muncul juga, CALO-CALO SENAYAN. Andi Rahmat jadi calo senayan? Sampai saat ini saya belum percaya akan isu itu, saya masih lebih percaya akan sosok bersih seorang Andi Rahmat. Memang tidak kenal dekat dan tidak kenal banyak dengan politisi tersebut, namun saya percaya kata hati. Sampai nanti datang bukti yang jelas dan terang apakah Andi Rahmat bersalah atau tidak. BUKAN MASALAH TAKLID dan Murabbi TIDAK PERNAH MENTAKLIMATKAN AKAN HAL INI.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="times new roman" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bravo Andi Rahmat!&lt;/p&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:latentstyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/m:brkbinsub&gt;&lt;/m:brkbin&gt;&lt;/m:mathfont&gt;&lt;/m:mathpr&gt;&lt;/w:word11kerningpairs&gt;&lt;/w:dontvertalignintxbx&gt;&lt;/w:dontbreakconstrainedforcedtables&gt;&lt;/w:dontvertaligncellwithsp&gt;&lt;/w:splitpgbreakandparamark&gt;&lt;/w:dontgrowautofit&gt;&lt;/w:useasianbreakrules&gt;&lt;/w:wraptextwithpunct&gt;&lt;/w:snaptogridincell&gt;&lt;/w:breakwrappedtables&gt;&lt;/w:compatibility&gt;&lt;/w:donotpromoteqf&gt;&lt;/w:validateagainstschemas&gt;&lt;/w:punctuationkerning&gt;&lt;/w:trackformatting&gt;&lt;/w:trackmoves&gt;&lt;/w:worddocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-4796486005710917155?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/4796486005710917155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=4796486005710917155&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/4796486005710917155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/4796486005710917155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/andi-rahmat-calo-senayan.html' title='Andi Rahmat Calo Senayan?'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-HIB5q4E9FUI/TdTwMAY8TPI/AAAAAAAAAXs/dyDIhALW2jA/s72-c/DSC_7136.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-6236163492856730479</id><published>2011-05-17T15:27:00.000-07:00</published><updated>2011-05-21T16:42:14.723-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujihat'/><title type='text'>Cahyadi Takariawan: Menjemput Kesetiaan</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Engkau  aktif dalam kegiatan dakwah ? Engkau telah bekerja melakukan berbagai  upaya menebarkan kebaikan di daerah ? Jika ya, maka mungkin engkau  pernah mendengar ucapan-ucapan seperti ini, entah dari siapa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Luar  biasa aktivitas anda membesarkan dakwah di daerah. Sayang sekali,  senior anda yang di pusat justru mengkhianati perjuangan anda. Mereka  telah mengejar harta, tahta dan wanita, dan melupakan tujuan perjuangan.  Lalu, untuk apa anda tetap berpayah-payah di daerah?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Sia-sia  semua yang kalian kerjakan. Hasilnya dirampas oleh sebagian kecil elit  di antara kalian. Apa kalian masih akan bertahan ?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Lihatlah  apa yang terjadi pada kalian. Setiap hari bertabur berita jelek di  media. Itu menandakan aktivitas dakwah kalian sudah jauh menyimpang,  karena kerakusan para pemimpin kalian. Mereka telah gila dunia dan  melupakan akhirat”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;a style="font-family: webdings;" name="more"&gt;&lt;/a&gt; &lt;div  style="text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Semua  kata-kata itu keluar begitu saja dari mereka yang tidak mengerti makna  ucapannya sendiri. Seakan-akan semua yang diucapkannya adalah kebenaran.  Seakan-akan yang disampaikan adalah data dan fakta yang telah teruji  kebenarannya, lalu semua yang mendengarkan diharapkan segera beriman.  Seakan-akan semua yang mereka ungkapkan adalah dalil pembenaran untuk  meninggalkan gelanggang perjuangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Alkisah,  seorang kader dakwah merasa tengah mengalami titik kejenuhan. Banyak  beban dakwah dan beban kehidupan harus dihadapi sendiri. Ia mulai  merenung, berpikir, dan akhirnya merasa semakin lemah. Aktivitas dakwah  yang semula menumpuk setiap hari, perlahan mulai dikurangi.  Dikumpulkannya “kata orang” tentang pemimpinnya. Dia belanja isu tentang  kehidupan para pimpinan dakwah. Cukup banyak sudah isu dikumpulkan,  semua semakin melemahkan semangat dakwahnya. Ia mulai menghitung ulang  keterlibatannya dalam aktivitas dakwah, dan mempertimbangkan langkah  mundur ke belakang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di  hadapanku ia curahkan semua isi hatinya. Sesak, gumpalan beban  menghimpit dada dan hatinya. Lelah, penat, jenuh, kecewa, sedih,  bercampur aduk…. Air matanya tumpah ruah saat bercerita tentang  kepedihan hatinya. Aku merasakan bendungan perasaan itu ambrol, air bah  kekecewaan mengalir sangat deras tidak terbendung. Dahsyat, luar biasa….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Aku  segera menceritakan makna ikhlas bagi kader yang berada di lapangan.  Aku hanya kader lapangan, waktuku habis di jalan, bukan di kantoran. Aku  tidak bisa menjelaskan dengan rangkaian teori yang “tinggi-tinggi”.  Ilmuku adalah ilmu lapangan, ilmu aplikasi, berisi pengalaman dan  akumulasi rekaman kejadian setiap hari. Teoriku adalah teori kehidupan,  yang aku dapatkan langsung dari medan perjuangan. Merekam detail hikmah  yang muncul dari perjalanan di sepanjang wilayah dakwah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Saudaraku,  aku ajak engkau melihat benih-benih yang kita semai di ladang-ladang  dakwah di berbagai wilayah. Subhanallah, benih itu tumbuh subur  menghijau, membuat takjub siapapun yang melihat dan merasakan detak  pertumbuhannya. Kita sirami benih itu, dan kita rawat dengan sepenuh  cinta dan kasih sayang. Perasaan lelah dan jenuh menghadapi berbagai  kendala, segera hilang sirna dengan sempurna, saat menyaksikan hasil  semaian di ladang-ladang dakwah kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Rasa  jenuh dan lelah bisa hinggap pada hati dan pikiran siapa saja.  Pekerjaan rutin sehari-hari membuat kita mudah mengalami kejenuhan,  apalagi jika yang dihadapi hanya koran, berita televisi, internet dan  kata orang. Dunia disempitkan oleh media, bukan diluaskannya. Lalu apa  yang menyemangati kita ? Mari berjalan menikmati hijaunya lahan-lahan  semaian dakwah yang telah kita rawat lebih dari dua puluh tahun lamanya.  Berjalan, bertemu kader-kader dakwah di setiap daerah, menyapa dan  membersamai aktivitas mereka. Subhanallah, lihat wajah-wajah cerah yang  tampak di setiap pertemuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di  sebuah mushalla kecil di kecamatan Piyungan, Bantul, Yogyakarta, aku  merasakan optimisme dan membuncahnya harapan. Di sebuah ruang sederhana  di Gendeng, Baciro, Kota Jogja, aku menjadi saksi kesetiaan tanpa jeda.  Di sebuah gedung pertemuan di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, aku  merasakan detak jantung penuh cinta. Di sebuah ruangan di Baubau,  Sulawesi Tenggara, aku merasakan getar kesadaran akan kemenangan. Di  sepanjang bumi Sumatera aku melihat dan merasakan pancaran semangat yang  membara. Di berbagai belahan Kalimantan aku mendapatkan suasana gelegak  kehangatan tak terkalahkan. Di Nusa Tenggara Barat, yang muncul  hanyalah optimisme menghadapi medan perjuangan. Di Maluku, kepal tangan  yang terangkat kuat menandakan tak akan menyerah menghadapi kendala  dakwah. Di Papua, minoritas bukanlah alasan untuk merasa lemah dan  kalah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Lalu  apa yang melemahkanmu, saudaraku ? Berjalanlah, dan semua wilayah ini  adalah bumi dakwah, tempat kita menyemai cinta. Bergeraklah, dan semua  daerah ini adalah bumi perjuangan, tempat kita menanamkan harapan.  Dimanapun engkau berjalan, dimanapun engkau bergerak, akan merasakan  kesegaran udara yang sangat jernih. Tak ada polusi di sana, polusi itu  justru ada di sini, di tulisan ini. Tulisan yang tak mampu menggambarkan  betapa besar sesungguhnya ukuran cinta dan harapan yang ada pada dada  para kader di sepanjang wilayah dakwah. Tulisan yang saya khawatirkan  justru menyempitkan makna kesetiaan dan keikhlasan setiap titik  perjuangan kader di seluruh bumi Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Maka  bergeraklah, berjalanlah, beraktivitaslah bersama kafilah dakwah.  Rasakan sendiri, lihat sendiri, dengarkan sendiri kata-kata mutiara yang  muncul dari lapangan. Diam telah membuatmu merasakan kejenuhan. Tidak  bergerak menyebabkan pikiranmu dipenuhi pesimisme dan kegalauan. Tidak  berkegiatan membuat hatimu selalu dalam kebimbangan dan keputusasaan.  Bergeraklah di lapangan dakwah, engkau akan menemukan sangat banyak  harapan dan untaian mutiara kesabaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jadi,  apa yang melemahkanmu, saudaraku ? Lihat sendiri, dengan mata kepalamu  sendiri, bagaimana wajah-wajah penuh kecintaan akan selalu engkau  dapatkan. Kemanapun engkau pergi, yang engkau temui adalah benih-benih  tersemai dengan pupuk keimanan dan keutamaan. Kemanapun engkau  melangkah, yang engkau dapatkan adalah buah-buah yang terawat oleh cinta  dan kasih sayang para pembina. Para pembina telah mencurahkan cinta,  telah menorehkan kasih, telah memahatkan sayang di hati sanubari semua  benih dakwah di sepanjang daerah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bisakah  engkau menanamkan bibit-bibit kebencian, kemarahan, dendam dan kesumat,  lalu menyuburkannya hanya dengan pupuk isu serta gosip sepanjang masa?  Bisakah engkau menciptakan lahan-lahan yang akan tersuburkan dengan  fitnah, caci maki dan sumpah serapah ? Siapa yang akan bisa memberikan  cinta, jika yang engkau keluarkan untuk mereka adalah dendam membara ?  Siapa yang akan memberikan kesetiaan, jika yang engkau tanam adalah  benih-benih permusuhan ? Siapa yang akan memberikan ketulusan, jika yang  engkau taburkan adalah kebencian ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jadi,  apa yang menggelisahkanmu saudaraku ? Seorang kader dakwah di Paniai,  Papua, menitipkan pesan penting saat aku kesana. “Yang sangat kami  perlukan adalah kehadiran para Pembina. Kami sangat optimis dengan medan  dakwah di sini”. Subhanallah, seperti terbawa mimpi. Paniai bahkan  tidak engkau kenal wilayahnya ada dimana. Engkau tidak mengetahui bahwa  di tempat yang sangat jauh dari keramaian kota itu ada banyak harapan  untuk kebaikan. Benar kan, di sana tidak ada polusi? Karena polusi itu  ada di sini, di tulisan ini. Tulisan yang tak mampu merangkum kuatnya  kecintaan dan tulusnya harapan dari kader-kader di daerah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di  sebuah ruang sederhana, di Wamena, Papua, aku mendapatkan dan merasakan  gelora semangat yang sedemikian membahana. Demikian pula di Merauke.  Sekelompok kader telah bekerja melakukan apa yang mereka bisa, dan  ternyata lahan-lahan kering itu sedemikian suburnya. Tak dinyana, semula  kita membayangkan akan kesulitan menanam benih di lahan yang teramat  kering kehitaman. Namun taburan benih tak ada yang sia-sia. Semangat  demikian tinggi mengharap kehadiran kita untuk menyaksikan pertumbuhan,  karena benih telah dirawat dan dipelihara dengan sepenuh jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di  sebuah pojok ruang di Manokwari, Irian Jaya Barat, tak kalah semangat  menjalani aktivitas perjuangan. Beberapa gelintir generasi dakwah, telah  menanamkan benih-benih di berbagai wilayah. Siapa menyangka ternyata  kecintaan dan kesetiaan yang tulus dimiliki oleh mereka yang tinggal  jauh di ujung Indonesia. Genggaman tangan sangat kuat dan hangat masih  aku rasakan, seakan tak mau melepaskan. Bahkan mereka menghantarkan aku  hingga di depan tangga pesawat terbang. Kisah-kisah heroik aku dapatkan  selama menemani mereka menyemai benih di bumi Irian Jaya Barat.  Insyaallah pahala berlipat telah Allah limpahkan untuk mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jadi,  hal apa lagi yang meresahkanmu, saudaraku ? Pernahkah engkau mendengar  Polewali, Majene, Mamuju dan Mamasa ? Mungkin engkau belum pernah  mencarinya di dalam peta. Itu nama-nama kabupaten yang ada di Sulawesi  Barat, propinsi yang terbentuk setelah dimekarkan dari Sulawesi Selatan.  Aku telah melawat berhari-hari lamanya, menemukan bongkahan semangat  yang sangat potensial. Sangat banyak luapan energi yang siap untuk  mencerahkan wilayahnya. Mereka menjemput kesetiaan dengan melakukan  sangat banyak kegiatan, di tengah berbagai keterbatasan yang mereka  hadapi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Aku  juga mengunjungi dan menyapa kader-kader di Mataram, Lombok, Sumbawa,  Dompu dan Bima. Luar biasa semangat kader-kader dakwah di sana. Di  sudut-sudut ruangan, aku menemukan kenyataan cinta itu hidup segar,  bersemi indah dan terawat dengan cermat. Tangan-tangan halus para  pembina telah membentuk karakter yang kuat pada para aktivis dakwah,  sehingga mereka terus menerus bekerja tanpa mengenal lelah, padahal  tidak ada yang memberi upah. Hanya Allah yang menjadi tumpuan harapan  kerja mereka. Luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di  sepanjang ruas jalan yang aku lalui di Balikpapan, Samarinda, Kutai  Timur, Kutai Kertanegara, Penajam, Berau, yang terhirup adalah udara  jernih, bukti kemurnian tujuan perjuangan. Demikian pula saat aku  menapaki Banda Aceh, Pidie, Lhokseumawe, Langsa, Meulaboh, yang  terasakan hanyalah semangat berkontribusi tanpa henti. Para kader telah  bertahan di medan perjuangan dengan segenap kecintaan dan harapan. Tak  ada polusi di sana, karena polusi itu adanya di sini. Di tulisan ini.  Tulisan yang tak mampu mengkabarkan dengan tepat betapa keutuhan dan  ketulusan langkah perjuangan kader-kader dakwah di sepanjang wilayah.  Sepanjang mata memandang, yang tampak adalah dinamika berkegiatan,  berlomba melakukan hal terbaik yang bisa mereka lakukan, berlomba  mencetak prestasi dan karya besar bagi bangsa dan negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Maka,  apa yang meragukanmu, saudaraku ? Suara-suara itu, tuduhan-tuduhan itu,  kata-kata itu ? Aku bukan seseorang yang berwenang menjelaskan. Maka  aku tak mau mendengarkannya, karena sama sekali tidak ada artinya  bagiku. Aku hanyalah seorang kader lapangan. Waktuku habis di jalan,  bukan di kantoran. Aku merasakan gairah pertumbuhan, aku mendengarkan  degup jantung penuh kecintaan, aku mencium harum aroma kemenangan, aku  melihat gurat keteguhan, aku menikmati cita rasa kesetiaan. Aku menjadi  saksi betapa suburnya cinta dan kesetiaan kader di sepanjang jalan  dakwah, di sepanjang bumi Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Waktu,  tenaga, pikiran, harta benda bahkan jiwa telah mereka sumbangkan dengan  sepenuh kesadaran. Tidak ada yang terbayang dalam benak mereka, kecuali  upaya memberikan yang terbaik bagi perjuangan. Berbagai kekurangan dan  kelemahan mereka miliki, namun tidak menyurutkan semangat dan memadamkan  gairah yang menggelora di dada. Mereka yakin akan janji-janji  Ketuhanan, bahwa kemenangan itu dekat waktunya. Mereka menjemput  kesetiaan dengan selalu bergerak, berbuat, beraktivitas di lapangan.  Bukan duduk diam menunggu sesuatu, atau melamunkan sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Suara-suara  itu, tuduhan-tuduhan itu, caci maki itu, apakah masih ada artinya jika  engkau telah menghirup nafas dari udara yang sangat jernih di wilayah  dakwah ? Apakah masih membuatmu gelisah jika tubuhmu telah basah oleh  keringat dari perjalanan panjang yang sangat menyenangkan di berbagai  daerah ? Apakah masih membuatmu ragu jika matamu telah memandang  kehijauan lahan-lahan yang kita semai di sepanjang bumi Allah ? Apakah  masih membuatmu gundah jika hatimu telah bertaut dengan aktivitas  kader-kader dakwah yang menjemput kesetiaan dengan berjaga dan bertahan  di berbagai medan perjuangan ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sungguh,  aku menjadi saksi kesetiaan mereka di sepanjang jalan dakwah. Aku  menjadi saksi hasrat dan kecintaan mereka yang sedemikian besar kepada  perjuangan dakwah. Aku juga berharap, kader-kader di daerah mengerti  betapa besar cinta kami kepada lahan-lahan yang tumbuh bersemi. Aku  selalu memohon perlindungan dan kekuatan kepada Allah, semoga Allah  selalu melindungi dan menjaga dakwah dan para qiyadah. Aku selalu  memohon kepada Allah, agar semangat dan gairah dakwah tidak pernah  melemah. Ya Allah, beritahukan kepada kader-kader yang setia berjaga di  garis kesadaran dan harapan, betapa besar cinta kami kepada mereka. Ya  Allah sampaikan kepada para kader yang telah bekerja sepenuh jiwa,  betapa hati kami selalu tertambat kepada mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Beritahukan ya Allah, cinta kami sangat tulus untuk mereka. Selamanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Selamanya !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-6236163492856730479?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/6236163492856730479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=6236163492856730479&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/6236163492856730479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/6236163492856730479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/cahyadi-takariawan-menjemput-kesetiaan_1008.html' title='Cahyadi Takariawan: Menjemput Kesetiaan'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-6509988450600822647</id><published>2011-05-17T07:58:00.000-07:00</published><updated>2011-05-17T16:52:41.768-07:00</updated><title type='text'>Cahyadi Takariawan: Menjemput Kesetiaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-2g6s94lh9OY/TdMJ-gzy1cI/AAAAAAAAAXU/1JNEHUcDADw/s1600/Menjemput%2BKesetiaan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-2g6s94lh9OY/TdMJ-gzy1cI/AAAAAAAAAXU/1JNEHUcDADw/s200/Menjemput%2BKesetiaan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607836930570114498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Engkau  aktif dalam kegiatan dakwah ? Engkau telah bekerja melakukan berbagai  upaya menebarkan kebaikan di daerah ? Jika ya, maka mungkin engkau  pernah mendengar ucapan-ucapan seperti ini, entah dari siapa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Luar  biasa aktivitas anda membesarkan dakwah di daerah. Sayang sekali,  senior anda yang di pusat justru mengkhianati perjuangan anda. Mereka  telah mengejar harta, tahta dan wanita, dan melupakan tujuan perjuangan.  Lalu, untuk apa anda tetap berpayah-payah di daerah?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Sia-sia  semua yang kalian kerjakan. Hasilnya dirampas oleh sebagian kecil elit  di antara kalian. Apa kalian masih akan bertahan ?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Lihatlah  apa yang terjadi pada kalian. Setiap hari bertabur berita jelek di  media. Itu menandakan aktivitas dakwah kalian sudah jauh menyimpang,  karena kerakusan para pemimpin kalian. Mereka telah gila dunia dan  melupakan akhirat”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;a style="font-family: webdings; font-weight: bold;" name="more"&gt;&lt;/a&gt; &lt;div  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Semua  kata-kata itu keluar begitu saja dari mereka yang tidak mengerti makna  ucapannya sendiri. Seakan-akan semua yang diucapkannya adalah kebenaran.  Seakan-akan yang disampaikan adalah data dan fakta yang telah teruji  kebenarannya, lalu semua yang mendengarkan diharapkan segera beriman.  Seakan-akan semua yang mereka ungkapkan adalah dalil pembenaran untuk  meninggalkan gelanggang perjuangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Alkisah,  seorang kader dakwah merasa tengah mengalami titik kejenuhan. Banyak  beban dakwah dan beban kehidupan harus dihadapi sendiri. Ia mulai  merenung, berpikir, dan akhirnya merasa semakin lemah. Aktivitas dakwah  yang semula menumpuk setiap hari, perlahan mulai dikurangi.  Dikumpulkannya “kata orang” tentang pemimpinnya. Dia belanja isu tentang  kehidupan para pimpinan dakwah. Cukup banyak sudah isu dikumpulkan,  semua semakin melemahkan semangat dakwahnya. Ia mulai menghitung ulang  keterlibatannya dalam aktivitas dakwah, dan mempertimbangkan langkah  mundur ke belakang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di  hadapanku ia curahkan semua isi hatinya. Sesak, gumpalan beban  menghimpit dada dan hatinya. Lelah, penat, jenuh, kecewa, sedih,  bercampur aduk…. Air matanya tumpah ruah saat bercerita tentang  kepedihan hatinya. Aku merasakan bendungan perasaan itu ambrol, air bah  kekecewaan mengalir sangat deras tidak terbendung. Dahsyat, luar biasa….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Aku  segera menceritakan makna ikhlas bagi kader yang berada di lapangan.  Aku hanya kader lapangan, waktuku habis di jalan, bukan di kantoran. Aku  tidak bisa menjelaskan dengan rangkaian teori yang “tinggi-tinggi”.  Ilmuku adalah ilmu lapangan, ilmu aplikasi, berisi pengalaman dan  akumulasi rekaman kejadian setiap hari. Teoriku adalah teori kehidupan,  yang aku dapatkan langsung dari medan perjuangan. Merekam detail hikmah  yang muncul dari perjalanan di sepanjang wilayah dakwah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Saudaraku,  aku ajak engkau melihat benih-benih yang kita semai di ladang-ladang  dakwah di berbagai wilayah. Subhanallah, benih itu tumbuh subur  menghijau, membuat takjub siapapun yang melihat dan merasakan detak  pertumbuhannya. Kita sirami benih itu, dan kita rawat dengan sepenuh  cinta dan kasih sayang. Perasaan lelah dan jenuh menghadapi berbagai  kendala, segera hilang sirna dengan sempurna, saat menyaksikan hasil  semaian di ladang-ladang dakwah kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Rasa  jenuh dan lelah bisa hinggap pada hati dan pikiran siapa saja.  Pekerjaan rutin sehari-hari membuat kita mudah mengalami kejenuhan,  apalagi jika yang dihadapi hanya koran, berita televisi, internet dan  kata orang. Dunia disempitkan oleh media, bukan diluaskannya. Lalu apa  yang menyemangati kita ? Mari berjalan menikmati hijaunya lahan-lahan  semaian dakwah yang telah kita rawat lebih dari dua puluh tahun lamanya.  Berjalan, bertemu kader-kader dakwah di setiap daerah, menyapa dan  membersamai aktivitas mereka. Subhanallah, lihat wajah-wajah cerah yang  tampak di setiap pertemuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di  sebuah mushalla kecil di kecamatan Piyungan, Bantul, Yogyakarta, aku  merasakan optimisme dan membuncahnya harapan. Di sebuah ruang sederhana  di Gendeng, Baciro, Kota Jogja, aku menjadi saksi kesetiaan tanpa jeda.  Di sebuah gedung pertemuan di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, aku  merasakan detak jantung penuh cinta. Di sebuah ruangan di Baubau,  Sulawesi Tenggara, aku merasakan getar kesadaran akan kemenangan. Di  sepanjang bumi Sumatera aku melihat dan merasakan pancaran semangat yang  membara. Di berbagai belahan Kalimantan aku mendapatkan suasana gelegak  kehangatan tak terkalahkan. Di Nusa Tenggara Barat, yang muncul  hanyalah optimisme menghadapi medan perjuangan. Di Maluku, kepal tangan  yang terangkat kuat menandakan tak akan menyerah menghadapi kendala  dakwah. Di Papua, minoritas bukanlah alasan untuk merasa lemah dan  kalah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Lalu  apa yang melemahkanmu, saudaraku ? Berjalanlah, dan semua wilayah ini  adalah bumi dakwah, tempat kita menyemai cinta. Bergeraklah, dan semua  daerah ini adalah bumi perjuangan, tempat kita menanamkan harapan.  Dimanapun engkau berjalan, dimanapun engkau bergerak, akan merasakan  kesegaran udara yang sangat jernih. Tak ada polusi di sana, polusi itu  justru ada di sini, di tulisan ini. Tulisan yang tak mampu menggambarkan  betapa besar sesungguhnya ukuran cinta dan harapan yang ada pada dada  para kader di sepanjang wilayah dakwah. Tulisan yang saya khawatirkan  justru menyempitkan makna kesetiaan dan keikhlasan setiap titik  perjuangan kader di seluruh bumi Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Maka  bergeraklah, berjalanlah, beraktivitaslah bersama kafilah dakwah.  Rasakan sendiri, lihat sendiri, dengarkan sendiri kata-kata mutiara yang  muncul dari lapangan. Diam telah membuatmu merasakan kejenuhan. Tidak  bergerak menyebabkan pikiranmu dipenuhi pesimisme dan kegalauan. Tidak  berkegiatan membuat hatimu selalu dalam kebimbangan dan keputusasaan.  Bergeraklah di lapangan dakwah, engkau akan menemukan sangat banyak  harapan dan untaian mutiara kesabaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jadi,  apa yang melemahkanmu, saudaraku ? Lihat sendiri, dengan mata kepalamu  sendiri, bagaimana wajah-wajah penuh kecintaan akan selalu engkau  dapatkan. Kemanapun engkau pergi, yang engkau temui adalah benih-benih  tersemai dengan pupuk keimanan dan keutamaan. Kemanapun engkau  melangkah, yang engkau dapatkan adalah buah-buah yang terawat oleh cinta  dan kasih sayang para pembina. Para pembina telah mencurahkan cinta,  telah menorehkan kasih, telah memahatkan sayang di hati sanubari semua  benih dakwah di sepanjang daerah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bisakah  engkau menanamkan bibit-bibit kebencian, kemarahan, dendam dan kesumat,  lalu menyuburkannya hanya dengan pupuk isu serta gosip sepanjang masa?  Bisakah engkau menciptakan lahan-lahan yang akan tersuburkan dengan  fitnah, caci maki dan sumpah serapah ? Siapa yang akan bisa memberikan  cinta, jika yang engkau keluarkan untuk mereka adalah dendam membara ?  Siapa yang akan memberikan kesetiaan, jika yang engkau tanam adalah  benih-benih permusuhan ? Siapa yang akan memberikan ketulusan, jika yang  engkau taburkan adalah kebencian ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jadi,  apa yang menggelisahkanmu saudaraku ? Seorang kader dakwah di Paniai,  Papua, menitipkan pesan penting saat aku kesana. “Yang sangat kami  perlukan adalah kehadiran para Pembina. Kami sangat optimis dengan medan  dakwah di sini”. Subhanallah, seperti terbawa mimpi. Paniai bahkan  tidak engkau kenal wilayahnya ada dimana. Engkau tidak mengetahui bahwa  di tempat yang sangat jauh dari keramaian kota itu ada banyak harapan  untuk kebaikan. Benar kan, di sana tidak ada polusi? Karena polusi itu  ada di sini, di tulisan ini. Tulisan yang tak mampu merangkum kuatnya  kecintaan dan tulusnya harapan dari kader-kader di daerah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di  sebuah ruang sederhana, di Wamena, Papua, aku mendapatkan dan merasakan  gelora semangat yang sedemikian membahana. Demikian pula di Merauke.  Sekelompok kader telah bekerja melakukan apa yang mereka bisa, dan  ternyata lahan-lahan kering itu sedemikian suburnya. Tak dinyana, semula  kita membayangkan akan kesulitan menanam benih di lahan yang teramat  kering kehitaman. Namun taburan benih tak ada yang sia-sia. Semangat  demikian tinggi mengharap kehadiran kita untuk menyaksikan pertumbuhan,  karena benih telah dirawat dan dipelihara dengan sepenuh jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di  sebuah pojok ruang di Manokwari, Irian Jaya Barat, tak kalah semangat  menjalani aktivitas perjuangan. Beberapa gelintir generasi dakwah, telah  menanamkan benih-benih di berbagai wilayah. Siapa menyangka ternyata  kecintaan dan kesetiaan yang tulus dimiliki oleh mereka yang tinggal  jauh di ujung Indonesia. Genggaman tangan sangat kuat dan hangat masih  aku rasakan, seakan tak mau melepaskan. Bahkan mereka menghantarkan aku  hingga di depan tangga pesawat terbang. Kisah-kisah heroik aku dapatkan  selama menemani mereka menyemai benih di bumi Irian Jaya Barat.  Insyaallah pahala berlipat telah Allah limpahkan untuk mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jadi,  hal apa lagi yang meresahkanmu, saudaraku ? Pernahkah engkau mendengar  Polewali, Majene, Mamuju dan Mamasa ? Mungkin engkau belum pernah  mencarinya di dalam peta. Itu nama-nama kabupaten yang ada di Sulawesi  Barat, propinsi yang terbentuk setelah dimekarkan dari Sulawesi Selatan.  Aku telah melawat berhari-hari lamanya, menemukan bongkahan semangat  yang sangat potensial. Sangat banyak luapan energi yang siap untuk  mencerahkan wilayahnya. Mereka menjemput kesetiaan dengan melakukan  sangat banyak kegiatan, di tengah berbagai keterbatasan yang mereka  hadapi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Aku  juga mengunjungi dan menyapa kader-kader di Mataram, Lombok, Sumbawa,  Dompu dan Bima. Luar biasa semangat kader-kader dakwah di sana. Di  sudut-sudut ruangan, aku menemukan kenyataan cinta itu hidup segar,  bersemi indah dan terawat dengan cermat. Tangan-tangan halus para  pembina telah membentuk karakter yang kuat pada para aktivis dakwah,  sehingga mereka terus menerus bekerja tanpa mengenal lelah, padahal  tidak ada yang memberi upah. Hanya Allah yang menjadi tumpuan harapan  kerja mereka. Luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di  sepanjang ruas jalan yang aku lalui di Balikpapan, Samarinda, Kutai  Timur, Kutai Kertanegara, Penajam, Berau, yang terhirup adalah udara  jernih, bukti kemurnian tujuan perjuangan. Demikian pula saat aku  menapaki Banda Aceh, Pidie, Lhokseumawe, Langsa, Meulaboh, yang  terasakan hanyalah semangat berkontribusi tanpa henti. Para kader telah  bertahan di medan perjuangan dengan segenap kecintaan dan harapan. Tak  ada polusi di sana, karena polusi itu adanya di sini. Di tulisan ini.  Tulisan yang tak mampu mengkabarkan dengan tepat betapa keutuhan dan  ketulusan langkah perjuangan kader-kader dakwah di sepanjang wilayah.  Sepanjang mata memandang, yang tampak adalah dinamika berkegiatan,  berlomba melakukan hal terbaik yang bisa mereka lakukan, berlomba  mencetak prestasi dan karya besar bagi bangsa dan negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Maka,  apa yang meragukanmu, saudaraku ? Suara-suara itu, tuduhan-tuduhan itu,  kata-kata itu ? Aku bukan seseorang yang berwenang menjelaskan. Maka  aku tak mau mendengarkannya, karena sama sekali tidak ada artinya  bagiku. Aku hanyalah seorang kader lapangan. Waktuku habis di jalan,  bukan di kantoran. Aku merasakan gairah pertumbuhan, aku mendengarkan  degup jantung penuh kecintaan, aku mencium harum aroma kemenangan, aku  melihat gurat keteguhan, aku menikmati cita rasa kesetiaan. Aku menjadi  saksi betapa suburnya cinta dan kesetiaan kader di sepanjang jalan  dakwah, di sepanjang bumi Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Waktu,  tenaga, pikiran, harta benda bahkan jiwa telah mereka sumbangkan dengan  sepenuh kesadaran. Tidak ada yang terbayang dalam benak mereka, kecuali  upaya memberikan yang terbaik bagi perjuangan. Berbagai kekurangan dan  kelemahan mereka miliki, namun tidak menyurutkan semangat dan memadamkan  gairah yang menggelora di dada. Mereka yakin akan janji-janji  Ketuhanan, bahwa kemenangan itu dekat waktunya. Mereka menjemput  kesetiaan dengan selalu bergerak, berbuat, beraktivitas di lapangan.  Bukan duduk diam menunggu sesuatu, atau melamunkan sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Suara-suara  itu, tuduhan-tuduhan itu, caci maki itu, apakah masih ada artinya jika  engkau telah menghirup nafas dari udara yang sangat jernih di wilayah  dakwah ? Apakah masih membuatmu gelisah jika tubuhmu telah basah oleh  keringat dari perjalanan panjang yang sangat menyenangkan di berbagai  daerah ? Apakah masih membuatmu ragu jika matamu telah memandang  kehijauan lahan-lahan yang kita semai di sepanjang bumi Allah ? Apakah  masih membuatmu gundah jika hatimu telah bertaut dengan aktivitas  kader-kader dakwah yang menjemput kesetiaan dengan berjaga dan bertahan  di berbagai medan perjuangan ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sungguh,  aku menjadi saksi kesetiaan mereka di sepanjang jalan dakwah. Aku  menjadi saksi hasrat dan kecintaan mereka yang sedemikian besar kepada  perjuangan dakwah. Aku juga berharap, kader-kader di daerah mengerti  betapa besar cinta kami kepada lahan-lahan yang tumbuh bersemi. Aku  selalu memohon perlindungan dan kekuatan kepada Allah, semoga Allah  selalu melindungi dan menjaga dakwah dan para qiyadah. Aku selalu  memohon kepada Allah, agar semangat dan gairah dakwah tidak pernah  melemah. Ya Allah, beritahukan kepada kader-kader yang setia berjaga di  garis kesadaran dan harapan, betapa besar cinta kami kepada mereka. Ya  Allah sampaikan kepada para kader yang telah bekerja sepenuh jiwa,  betapa hati kami selalu tertambat kepada mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Beritahukan ya Allah, cinta kami sangat tulus untuk mereka. Selamanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div  style="line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 1em; padding: 0px; text-align: justify; font-weight: bold;font-family:webdings;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Selamanya !&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=905"&gt;Blog Cahyadi Takariawan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-6509988450600822647?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/6509988450600822647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=6509988450600822647&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/6509988450600822647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/6509988450600822647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/cahyadi-takariawan-menjemput-kesetiaan_17.html' title='Cahyadi Takariawan: Menjemput Kesetiaan'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2g6s94lh9OY/TdMJ-gzy1cI/AAAAAAAAAXU/1JNEHUcDADw/s72-c/Menjemput%2BKesetiaan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-8712382054384656588</id><published>2011-05-11T14:45:00.000-07:00</published><updated>2011-05-21T16:43:09.395-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perjalanan dakwah'/><title type='text'>Anis Matta, Lc: Surat Untuk Osama bin Laden</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-6PJooggSwmA/TcuF9HMmGfI/AAAAAAAAAVk/UQ0-VC2ZlWs/s1600/anis-matta.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-6PJooggSwmA/TcuF9HMmGfI/AAAAAAAAAVk/UQ0-VC2ZlWs/s200/anis-matta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605721446143105522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;osama...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;kamu tidak pernah bilang padaku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;kalau kamu ingin meledakkan WTC dan Pentagon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;bush juga tidak punya bukti sampai sekarang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;jadi aku memilih percaya pada cinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;yang terancar dibalik keteduhan matamu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;pada semangat pembelaan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;yang tersimpan dibalik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;lebatnya janggutmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;osama...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;kamulah yang mengajar bangsa-bangsa yang bisu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;untuk bisa bicara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;maka mereka berteriak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;kamulah yang menanam bibit keberanian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;di ladang jiwa-jiwa orang-orang pengecut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;maka mereka melawan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;kamulah yang menebar nikmat kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;di relung kalbu orang-orang tertindas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;maka mereka berjuang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;kamulah yang mengobarkan harapan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;di langit hati orang-orang terjajah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;maka mereka memberontak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;osama...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;kamulah yang mengunci mulut bangsa-bangsa adidaya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;supaya mereka terdiam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;maka mereka hanya bisa mengamuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;kamulah yang meruntuhkan keangkuhan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;dari jidat bangsa-bangsa arogan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;maka mereka terbungkam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;kamulah yang merampas rasa am&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;an&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;dari jiwa bangsa-bangsa tiran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;maka mereka tak pernah bisa tidur nyenyak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;kamulah yang merebut selera hidup&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;dari langit hati bangsa-bangsa makmur itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;maka mereka tak lagi menikmati hidup&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;osama oh osama...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;osama oh osama...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;mari kita nyanyikan lagu kemenangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;bersama nurani anak-anak manusia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;yang telah menemukan kehidupannya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;osama oh osama...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;osama oh osama...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;mari kita senandungkan nasyid keabadian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;bersama nurani anak-anak manusia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;yang merindukan taman-taman surga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wtXp6GnWsME/TcuGWe7bEUI/AAAAAAAAAVs/B1WnKX937eg/s1600/OSAMA%2BBIN%2BLADEN.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 186px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-wtXp6GnWsME/TcuGWe7bEUI/AAAAAAAAAVs/B1WnKX937eg/s200/OSAMA%2BBIN%2BLADEN.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605721882010259778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;(ternyata surat ini dijawab Osama Bin Ladin)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;saudaraku...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;suratmu sudah kuterima&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;aku baik-baik saja disini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;aku masih minum teh di pagi hari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;dan menikmati sunset di sore hari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;aku juga masih mengendalikan bisnis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;dan mengontrol jaringan ALQAIDAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;dari balik gua-gua Afganistan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;tenanglah saudaraku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;karena jadwal kematianku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;tidak ditulis di pentagon atau gedung putih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;saudaraku...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;aku menonton aksi-aksi kalian di TV AL-Jazeera&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;aku senang kalian sudah mulai berani bicara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;aku gembira kalian sudah mulai bilang tidak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;aku bahagia kalian belajar jadi singa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;aku terharu kalian miskin-miskin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;tapi mau nyumbang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;aku terheran-heran kalian kecil-kecil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;tapi mau jihad ke afganistan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;aku pikir kalian ini anak-anak ajaib&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;saudaraku...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;aku mau buka rahasia sama kamu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;tapi jangan bilang siapa-siapa...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;kamu tahu tidak...?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;kenapa orang-orang taliban sayang padaku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt;kata mereka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;ternyata karena aku lucu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;bocah-bocah afgan juga senang padaku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;kata mereka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;karena aku bawa mainan pesawat-pesawat amerika untuk mereka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;para pemulung afganistan juga suka padaku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;kata mereka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;karena rudal-rudal amerika itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;bisa jadi besi tua yang laris&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;orang-orang amerika itu terlalu serius&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;padahal kita cuma sedang bermain di halaman surga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;saudaraku...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;kalau nanti ALLAH memilihku jadi syahid&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;utusanku akan datang menemuimu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;membawa sebuah pundi kecil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;itulah darahku...!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt;siramlah taman jihad di&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;ambon ternate dan poso...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;tapi kalau aku bisa mengubur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;keangkuhan amerika disini..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;aku akan datang ke Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;kamu tahu apa yang akan aku lakukan...?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;aku hanya mau investasi di negrimu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; orphans: 2; widows: 2;" align="LEFT"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(120, 63, 4);"&gt;Anis Matta, Lc. Sekjend PKS [puisi ini pernah dimuat di majalah Tarbawi tahun 2001]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-8712382054384656588?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/8712382054384656588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=8712382054384656588&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/8712382054384656588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/8712382054384656588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/05/anis-matta-lc-surat-untuk-osama-bin.html' title='Anis Matta, Lc: Surat Untuk Osama bin Laden'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-6PJooggSwmA/TcuF9HMmGfI/AAAAAAAAAVk/UQ0-VC2ZlWs/s72-c/anis-matta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-4234053076539790909</id><published>2011-03-03T10:27:00.000-08:00</published><updated>2011-05-21T16:44:04.262-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perjalanan dakwah'/><title type='text'>Rapor Merah Tifatul Sembiring (Refleksi kegerahan nyaris karamnya koalisi)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-q36nI4UKGfM/TdJvuGVFI1I/AAAAAAAAAWs/vkddH0OYii8/s1600/Tifatul-Sembiring.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 140px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-q36nI4UKGfM/TdJvuGVFI1I/AAAAAAAAAWs/vkddH0OYii8/s200/Tifatul-Sembiring.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607667323793384274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;saya membantu menyebarkan catatan teman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rasanya   sudah tidak asing kita dengar, bila ditanya: siapakah mentri  berkinerja  paling buruk periode saat ini yang memiliki ranking pertama  utk  diganti?.. Kita dengar da...n  baca dimana-mana tentu jawabnnya  TIFATUL SEMBIRING dari PKS. Rasanya  kitapun membenarkan informasi ini.  Bila ditanya : adakah daftar data  prestasi buruk tifatul sembiring ;  seolah cukup dengan ucapan  : “waaah  informasi itu ada dimana-mana”..  seolah ucapan ini sudah cukup sebagai  bukti!. Karena yg berbicara  seperti itu ada dimana-mana, bahkan yg  terakhir PROFESOR Eka Jipta di  televisi TVOne.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi bila anda yg  ditanya, apakah anda memiliki  daftar prestasi buruk Tifatul sembiring  dengan Paremeter yang jelas?..  Sungguh Saya mengaharapkan bantuan anda  untuk menunjukan fakta &amp;amp;  data itu dengan Parameter yang jelas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagi  saya justru pada diri  beliau terdapat beberapa prestasi baik yg cukup  menonjol yang sulit  dilakukan mentri mentri yang lain. Bahkan  “penggoyangan” posisi beliau  tidak pula memiliki parameter yang jelas  sama sekali. Di satu  kesempatan, dikatakan beliau mesti diganti karena  Kinerja yang buruk.  Tapi dikesempatan yang sama pula dikatakan karena  partai tifatul  sembiring melanggar kesepakatan koalisi partai berkaitan  dengan hak  angket mafia pajak. Tapi orang demokrat mengatakan hal ini  sambil  melobi agar kiranya yang terhormat PDIP mau bergabung dengan   pemerintahan SBY. Padahal PDIP pun pendukung hak angket pajak. Juga   sebagaimana fraksi PKS memiliki sikap yg keras terhadap hasil akhir   angket century.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Inilah yang Saya pandang sebagai prestasi baik dari Tifatul Sembiring yang menonjol. Adapaun yang standar saya tidak masukan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1.   80% situs porno berhasil diblokir dari jumlah situs 4 juta lebih  situs.  Situs porno berkembang seiring keberadaan internet itu sendiri.  Dengan  jumlah melebihi situs berita, tak terbayang uang yang berputar  di dunia  ini. Artinya pekerjaan ini sama sekali bukan pekerjaan enteng.   Resistensi dari penggemar situs/video porno akan sangat keras sekali.   Tentunya tidak akan terang-terangan memberikan preseden buruk kpd   tifatul sembiring karena keberhasilan menutup situs situs ini. Perlu   dipahami keberadaan situs-situs itu sendiri adalah pelanggaran hukum.   Dan Sebetulnya, apa yang telah dilakukan Kemkominfo adalah menjalankan   perintah dari Komisi I DPR, pada pertemuan Rabu 16 Juni2010, salah satu   poinnya adalah tentang perbaikan dan peningkatansistem, baik software   maupun hardware dalam pemblokiran situs-situsyang merusak moral bangsa   maupun pencegahan kejahatan danpelanggaran hukum yang dilakukan melalui   internet, dan sosialisasisecara lebih luas dalam bidang pendidikan dan   internet sehat. Dengan demikian kami mendapatkan legitimasi sesuai   denganperaturan perundang-undangan di Indonesia, tegas tifatul sembiring   dalam suatu kesempatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2. “Menaklukan” Perusahaan Asing  besar RIM  (Black Berry) yg kontentnya : RIM akan membuka Not atau  suatu network  aggregator di Asean dan mereka (RIM) mengakui pelanggan  RIM BB di  Indonesia terbesar di Asean, Kalau memang hal itu mereka  lakukan artinya  biaya yang dikenakan olehpelanggan BB akan turun  tarifnya, dan sangat  besar angkapenurunannya. Tifatul juga meluruskan  pernyataan media yang  menyatakan bahwa Kominfo merugikan pengguna BB.  Justru apa yang Kominfo  lakukanadalah demi melindungi pengguna BB yang  ada di  Indonesia,diantaranya pengadaan service center agar ada  pelayanan purna  jual.Kedua, pembuatan not aggregator, dengan demikian  tarif penggunaanBB  dapat lebih murah, jelasnya. Lebih lajut dia  menambahkan, RIM juga akan  membuka 40 costumerservice, low inteseftion,  dan akan berkoordinasi  dengan aparat penegakan hukum di Indonesia,  kemudian untuk akses  pornografi RIMmeminta batas waktu hingga 21  Januari 2011. Kita akan  pantau benar tidak apa yang mereka telah  lakukan, dan kita juga akan  dampingi kedepannya. Kemudian menurut  mereka (RIM)hari ini akan rapat  dengan enam operator yang bekerjsama  dengan mereka. Tak terbayang  besarnya pendapatan Pajak Negara dalam  kesepakatan ini. Maklum pelanggan  BB sampai 3 juta lebih di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Adakah  keberhasilan ini  didapatkan disektor kementrian lain?. Seperti  penjajahan Freeport di  Papaua dgn omset yg sebanding dgn APBN Indonesia  yaitu sekitar 1000  TRILYUN Pertahun? Atau Newmont di Nusa tenggara?  Atau chevron berkaitan  blok cepu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3. Dalam penilaian  hasil survei KPK 2010, Kominfo  meningkatkan peringkatnya menjadi 8. Di  mana tahun sebelumnya kita  diperingkat 36,”. Terus Terang Menurut saya  Ini Hasil yang Spektakuler  peningkatan ranking hingga 20 point lebih.  Sedangkan pejabat yg tidak  korupsi itu barang langka dinegeri ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4.  Selain itu, khusus untuk  Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) telah  diperoleh peningkatan  dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang dibawah  10 trilyun, Pasang  target Rp 10 triliun selama 2010, dan real  pendapatan Kominfo malah  mendapatkan Rp 11 triliun. Seharusnya  pendapatan sector Pajak (di bawah  kementrian lain) jauh lebih besar dan  lebih mencapai target tapi yang  ada justru target tidak sampai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5.  Diantara lain yg signifikan,  diantaranya pembangunan Palapa Ring  dengan total backbone yang sudah  eksisting terbangun 42.740 km pada  lima Kepulauan Indonesia, seperti  Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan  Sulawesi. Ini saya menggolongkannya  sebagai super spektakuler,. Berapa  nilai proyek sepanjang itu? Plus  didampingi kenaikan ranking integritas  KPK dari 36 menjadi 8?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada  dasarnya sah sah saja orang  menilai bobroknya prestasi Tifatul  sembiring. Tapi hendaknya berbicara  memiliki Tolok ukur yang jelas.  Tanpa tolok ukur yang jelas, saya  khawatir masyarakat hanya mbalelo atau  terhipnotism oleh berita-berita,  yang pada dasarnya pengkritik beilau  (sekalipun seorang Profesor)  adalah penggemar hobi yg terusik oleh hasil  kerja menkominfo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wallahu A’lam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-4234053076539790909?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/4234053076539790909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=4234053076539790909&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/4234053076539790909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/4234053076539790909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/03/rapor-merah-tifatul-sembiring-refleksi.html' title='Rapor Merah Tifatul Sembiring (Refleksi kegerahan nyaris karamnya koalisi)'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-q36nI4UKGfM/TdJvuGVFI1I/AAAAAAAAAWs/vkddH0OYii8/s72-c/Tifatul-Sembiring.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-484643736516146340</id><published>2011-01-02T04:56:00.001-08:00</published><updated>2011-05-17T05:46:20.765-07:00</updated><title type='text'>Dakwah Adalah Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-FiF6ebC8HuA/TdJuDW9yj4I/AAAAAAAAAWU/GZc3RAgKE-M/s1600/dakwah-adalah-cinta.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-FiF6ebC8HuA/TdJuDW9yj4I/AAAAAAAAAWU/GZc3RAgKE-M/s200/dakwah-adalah-cinta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607665490013097858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;Teringat kembali aku akan nasehat Syaikhut Tarbiyah, Ust. Rahmat Abdullah, tentang&lt;br /&gt;&lt;xml&gt;&lt;w:worddocument&gt;&lt;w:trackmoves&gt;&lt;w:trackformatting&gt;&lt;w:punctuationkerning&gt;&lt;w:validateagainstschemas&gt;&lt;w:donotpromoteqf&gt;&lt;w:compatibility&gt;&lt;w:breakwrappedtables&gt;&lt;w:snaptogridincell&gt;&lt;w:wraptextwithpunct&gt;&lt;w:useasianbreakrules&gt;&lt;w:dontgrowautofit&gt;&lt;w:splitpgbreakandparamark&gt;&lt;w:dontvertaligncellwithsp&gt;&lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables&gt;&lt;w:dontvertalignintxbx&gt;&lt;w:word11kerningpairs&gt;&lt;w:browserlevel&gt;&lt;/w:browserlevel&gt;&lt;m:mathpr&gt;&lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;&lt;m:brkbin val="before"&gt;&lt;m:brkbinsub val=""&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;m:wrapindent val="1440"&gt;&lt;m:intlim val="subSup"&gt;&lt;m:narylim val="undOvr"&gt;&lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt; &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;dakwah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang seperti itu dakwah.&lt;br /&gt;Dakwah adalah cinta.&lt;br /&gt;Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.&lt;br /&gt;Sampai pikiranmu.&lt;br /&gt;Sampai perhatianmu.&lt;br /&gt;Berjalan, duduk, dan tidurmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.&lt;br /&gt;Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.&lt;br /&gt;Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.&lt;br /&gt;Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.&lt;br /&gt;Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”&lt;br /&gt;(alm. Ust Rahmat Abdullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satunya harus mengalah. : In memoriam Ust. Rahmat Abdullah La’allanaa fii barokatillah…. Ya Alloh, karuniakanlah kami panasnya iman yang mampu membakar ruh HAMASAH untuk terus bermujahadah dengan penuh kesabaran….aamiin.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;sumber: islamedia.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:latentstyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/m:brkbinsub&gt;&lt;/m:brkbin&gt;&lt;/m:mathfont&gt;&lt;/m:mathpr&gt;&lt;/w:word11kerningpairs&gt;&lt;/w:dontvertalignintxbx&gt;&lt;/w:dontbreakconstrainedforcedtables&gt;&lt;/w:dontvertaligncellwithsp&gt;&lt;/w:splitpgbreakandparamark&gt;&lt;/w:dontgrowautofit&gt;&lt;/w:useasianbreakrules&gt;&lt;/w:wraptextwithpunct&gt;&lt;/w:snaptogridincell&gt;&lt;/w:breakwrappedtables&gt;&lt;/w:compatibility&gt;&lt;/w:donotpromoteqf&gt;&lt;/w:validateagainstschemas&gt;&lt;/w:punctuationkerning&gt;&lt;/w:trackformatting&gt;&lt;/w:trackmoves&gt;&lt;/w:worddocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-484643736516146340?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/484643736516146340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=484643736516146340&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/484643736516146340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/484643736516146340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/01/dakwah-adalah-cinta_02.html' title='Dakwah Adalah Cinta'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-FiF6ebC8HuA/TdJuDW9yj4I/AAAAAAAAAWU/GZc3RAgKE-M/s72-c/dakwah-adalah-cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-1236353833018178687</id><published>2011-01-02T04:56:00.000-08:00</published><updated>2011-05-21T16:46:48.637-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujihat'/><title type='text'>Dakwah Adalah Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-xFHGiIpq7Jo/TdJuYj035RI/AAAAAAAAAWc/iOgSO5Jlouo/s1600/dakwah-adalah-cinta.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-xFHGiIpq7Jo/TdJuYj035RI/AAAAAAAAAWc/iOgSO5Jlouo/s200/dakwah-adalah-cinta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607665854242612498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&amp;lt;!--[if gte mso 9]&amp;gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:view&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:zoom&gt;   &lt;w:trackmoves&gt;   &lt;w:trackformatting&gt;   &lt;w:punctuationkerning&gt;   &lt;w:validateagainstschemas&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:saveifxmlinvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:ignoremixedcontent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:alwaysshowplaceholdertext&gt;   &lt;w:donotpromoteqf&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:lidthemeother&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:lidthemeasian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:lidthemecomplexscript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables&gt;    &lt;w:snaptogridincell&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct&gt;    &lt;w:useasianbreakrules&gt;    &lt;w:dontgrowautofit&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx&gt;    &lt;w:word11kerningpairs&gt;    &lt;w:cachedcolbalance&gt;   &lt;/w:cachedcolbalance&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:browserlevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt; &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Teringat kembali aku akan nasehat Syaikhut Tarbiyah, Ust. Rahmat Abdullah, tentang&lt;br /&gt;dakwah… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang seperti itu dakwah.&lt;br /&gt;Dakwah adalah cinta.&lt;br /&gt;Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.&lt;br /&gt;Sampai pikiranmu.&lt;br /&gt;Sampai perhatianmu.&lt;br /&gt;Berjalan, duduk, dan tidurmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.&lt;br /&gt;Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.&lt;br /&gt;Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.&lt;br /&gt;Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.&lt;br /&gt;Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”&lt;br /&gt;(alm. Ust Rahmat Abdullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satunya harus mengalah. : In memoriam Ust. Rahmat Abdullah La’allanaa fii barokatillah…. Ya Alloh, karuniakanlah kami panasnya iman yang mampu membakar ruh HAMASAH untuk terus bermujahadah dengan penuh kesabaran….aamiin.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;sumber: islamedia.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:latentstyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/m:brkbinsub&gt;&lt;/m:brkbin&gt;&lt;/m:mathfont&gt;&lt;/m:mathpr&gt;&lt;/w:word11kerningpairs&gt;&lt;/w:dontvertalignintxbx&gt;&lt;/w:dontbreakconstrainedforcedtables&gt;&lt;/w:dontvertaligncellwithsp&gt;&lt;/w:splitpgbreakandparamark&gt;&lt;/w:dontgrowautofit&gt;&lt;/w:useasianbreakrules&gt;&lt;/w:wraptextwithpunct&gt;&lt;/w:snaptogridincell&gt;&lt;/w:breakwrappedtables&gt;&lt;/w:compatibility&gt;&lt;/w:donotpromoteqf&gt;&lt;/w:validateagainstschemas&gt;&lt;/w:punctuationkerning&gt;&lt;/w:trackformatting&gt;&lt;/w:trackmoves&gt;&lt;/w:worddocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-1236353833018178687?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/1236353833018178687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=1236353833018178687&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/1236353833018178687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/1236353833018178687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2011/01/dakwah-adalah-cinta.html' title='Dakwah Adalah Cinta'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-xFHGiIpq7Jo/TdJuYj035RI/AAAAAAAAAWc/iOgSO5Jlouo/s72-c/dakwah-adalah-cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-366467268453724168</id><published>2010-10-26T05:30:00.000-07:00</published><updated>2011-05-17T05:49:50.162-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Pendapat Anda? Silahkan!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-WN8yTTR9z_U/TdJu0YIIipI/AAAAAAAAAWk/zJRhjUrcIEY/s1600/tanda%2Btanya.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 199px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-WN8yTTR9z_U/TdJu0YIIipI/AAAAAAAAAWk/zJRhjUrcIEY/s200/tanda%2Btanya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607666332138506898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 153); text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: verdana;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTRI-NET%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: verdana;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTRI-NET%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: verdana;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTRI-NET%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt; &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(0, 0, 153); text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;" &gt;Andai saja, anda menjadi pemimpin sebuah organisasi dan berhak untuk memutuskan sebuah kebijakan untuk kebaikan organisasi anda ke depannya. Suatu waktu, anda harus mengambil keputusan tentang masalah yang organisasi hadapi, tentunya anda bukanlah seorang pemimpin yang otoriter, tentunya anda meminta masukan dan pendapat dari anggota, semua masukan anda tampung untuk dimusyawarahkan oleh dewan syuro organisasi. Ada banyak pendapat dan pilihan dari anggota yang dimusyawarahkan oleh dewan syuro, akhirnya setelah menempuh jalan musyawarah ada hasilnya, sebuah kebijakan hasil syuro telah diputuskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(0, 0, 153); text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(0, 0, 153); text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;" &gt;Namun ternyata ada beberapa anggota organisasi anda yang tidak menerima hasil syuro tersebut, karena bukan pendapat mereka yang menjadi kebijakan organisasi yang diputuskan oleh dewan syuro, mereka berpikir bahwa pendapat merekalah yang lebih baik daripada hasil syuro. Bukan sekedar tidak menerima hasil syuro bahkan mereka mengomel disana-sini mengabarkan kepada khalayak bahwa kebijakan yang anda putuskan itu salah, sudah menolak banyak omong lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(0, 0, 153); text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(0, 0, 153); text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;" &gt;Maka sebagai orang bijak anda tentunya menjelaskan kepada anggota beberapa alasan kenapa kebijakan itu dipilih, tentu tidak semua alasan harus disampaikan karena diantaranya ada alasan strategis dan untuk keamanan organisasi anda dari persaingan orang yang tidak senang dengan anda. Namun setelah dijelaskan alasannya. Mereka malah semakin menjadi-jadi, alasan yang anda berikan dibantah habis-habisan. Mereka lebih memilih pendapat pribadi daripada pendapat hasil syuro, padahal anggota syuro yang anda bentuk adalah para ahli, mereka faham agama, hadits, fiqhi, tafsir, hafidz dan ahli di berbagai bidang, organisasi, manajemen, politik, ekonomi, sosial budaya, de el el.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(0, 0, 153); text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;" &gt;Apa yang kira-kira akan anda lakukan kepada mereka yang menentang pendapat syuro organisasi anda itu? Padahal mereka yang menolak itu orangnya juga paham agama, sholeh, boleh jadi hapal 30 juz, penampilanny islami, sering ceramah, menjadi referensi di masyarakat, disenangi masyarakat, de el el deh. Menurut anda bagaimana?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-366467268453724168?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/366467268453724168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=366467268453724168&amp;isPopup=true' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/366467268453724168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/366467268453724168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2010/10/bagaimana-pendapat-anda-silahkan.html' title='Bagaimana Pendapat Anda? Silahkan!'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-WN8yTTR9z_U/TdJu0YIIipI/AAAAAAAAAWk/zJRhjUrcIEY/s72-c/tanda%2Btanya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-4896128489232035284</id><published>2010-09-01T23:26:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T23:31:45.275-07:00</updated><title type='text'>Jangan Halangi Aku Membela |Rasulullah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_g0KgNWYOkF0/TH9EszxV0iI/AAAAAAAAATE/N9sWvmwvtUw/s1600/mujahidah+tangguh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_g0KgNWYOkF0/TH9EszxV0iI/AAAAAAAAATE/N9sWvmwvtUw/s320/mujahidah+tangguh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512200005526868514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari itu Nasibah tengah berada di dapur. Suaminya, Said tengah beristirahat di kamar tidur. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh bagaikan gunung-gunung batu yang runtuh. Nasibah menebak, itu pasti tentara musuh. Memang, beberapa hari ini ketegangan memuncak di sekitar Gunung Uhud.&lt;br /&gt;Dengan bergegas, Nasibah meninggalkan apa yang tengah dikerjakannya dan masuk ke kamar. Suaminya yang tengah tertidur dengan halus dan lembut dibangunkannya. “Suamiku tersayang,” Nasibah berkata, “aku mendengar suara aneh menuju Uhud. Barang kali orang-orang kafir telah menyerang.”&lt;br /&gt;Said yang masih belum sadar sepenuhnya, tersentak. Ia menyesal mengapa bukan ia yang mendengar suara itu. Malah istrinya. Segera saja ia bangkit dan mengenakan pakaian perangnya. Sewaktu ia menyiapkan kuda, Nasibah menghampiri. Ia menyodorkan sebilah pedang kepada Said.&lt;br /&gt;“Suamiku, bawalah pedang ini. Jangan pulang sebelum menang….”&lt;br /&gt;Said memandang wajah istrinya. Setelah mendengar perkataannya seperti itu, tak pernah ada keraguan baginya untuk pergi ke medan perang. Dengan sigap dinaikinya kuda itu, lalu terdengarlah derap suara langkah kuda menuju utara. Said langsung terjun ke tengah medan pertempuran yang sedang berkecamuk. Di satu sudut yang lain, Rasulullah melihatnya dan tersenyum kepadanya. Senyum yang tulus itu makin mengobarkan keberanian Said saja.&lt;br /&gt;Di rumah, Nasibah duduk dengan gelisah. Kedua anaknya, Amar yang baru berusia 15 tahun dan Saad yang dua tahun lebih muda, memperhatikan ibunya dengan pandangan cemas. Ketika itulah tiba-tiba muncul seorang pengendara kuda yang nampaknya sangat gugup.&lt;br /&gt;“Ibu, salam dari Rasulullah,” berkata si penunggang kuda, “Suami Ibu, Said baru saja gugur di medan perang. Beliau syahid…”&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Nasibah tertunduk sebentar, “Inna lillah…..” gumamnya, “Suamiku telah menang perang. Terima kasih, ya Allah.”&lt;br /&gt;Setelah pemberi kabar itu meninggalkan tempat itu, Nasibah memanggil Amar. Ia tersenyum kepadanya di tengah tangis yang tertahan, “Amar, kaulihat Ibu menangis? Ini bukan air mata sedih mendengar ayahmu telah syahid. Aku sedih karena tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan pagi para pejuang Nabi. Maukah engkau melihat ibumu bahagia?”&lt;br /&gt;Amar mengangguk. Hatinya berdebar-debar.&lt;br /&gt;“Ambilah kuda di kandang dan bawalah tombak. Bertempurlah bersama Nabi hingga kaum kafir terbasmi.”&lt;br /&gt;Mata amar bersinar-sinar. “Terima kasih, Ibu. Inilah yang aku tunggu sejak dari tadi. Aku was-was seandainya Ibu tidak memberi kesempatan kepadaku untuk membela agama Allah.”&lt;br /&gt;Putra Nasibah yang berbadan kurus itu pun segera menderapkan kudanya mengikut jejak sang ayah. Tidak tampak ketakutan sedikitpun dalam wajahnya. Di depan Rasulullah, ia memperkenalkan diri. “Ya Rasulullah, aku Amar bin Said. Aku datang untuk menggantikan ayah yang telah gugur.”&lt;br /&gt;Rasul dengan terharu memeluk anak muda itu. “Engkau adalah pemuda Islam yang sejati, Amar. Allah memberkatimu….”&lt;br /&gt;Hari itu pertempuran berlalu cepat. Pertumpahan darah berlangsung sampai sore. Pagi-pagi seorang utusan pasukan islam berangkat dari perkemahan mereka meunuju ke rumah Nasibah. Setibanya di sana, perempuan yang tabah itu sedang termangu-mangu menunggu berita, “Ada kabar apakah gerangan kiranya?” serunya gemetar ketika sang utusan belum lagi membuka suaranya, “apakah anakku gugur?”&lt;br /&gt;Utusan itu menunduk sedih, “Betul….”&lt;br /&gt;“Inna lillah….” Nasibah bergumam kecil. Ia menangis.&lt;br /&gt;“Kau berduka, ya Ummu Amar?”&lt;br /&gt;Nasibah menggeleng kecil. “Tidak, aku gembira. Hanya aku sedih, siapa lagi yang akan kuberangkatan? Saad masih kanak-kanak.”&lt;br /&gt;Mendegar itu, Saad yang tengah berada tepat di samping ibunya, menyela, “Ibu, jangan remehkan aku. Jika engkau izinkan, akan aku tunjukkan bahwa Saad adalah putra seorang ayah yang gagah berani.”&lt;br /&gt;Nasibah terperanjat. Ia memandangi putranya. “Kau tidak takut, nak?”&lt;br /&gt;Saad yang sudah meloncat ke atas kudanya menggeleng yakin. Sebuah senyum terhias di wajahnya. Ketika Nasibah dengan besar hati melambaikan tangannya, Saad hilang bersama utusan itu.&lt;br /&gt;Di arena pertempuran, Saad betul-betul menunjukkan kemampuannya. Pemuda berusia 13 tahun itu telah banyak menghempaskan banyak nyawa orang kafir. Hingga akhirnya tibalah saat itu, yakni ketika sebilah anak panah menancap di dadanya. Saad tersungkur mencium bumi dan menyerukan, “Allahu akbar!”&lt;br /&gt;Kembali Rasulullah memberangkatkan utusan ke rumah Nasibah. Mendengar berita kematian itu, Nasibah meremang bulu kuduknya. “Hai utusan,” ujarnya, “Kausaksikan sendiri aku sudah tidak punya apa-apa lagi. Hanya masih tersisa diri yang tua ini. Untuk itu izinkanlah aku ikut bersamamu ke medan perang.”&lt;br /&gt;Sang utusan mengerutkan keningnya. “Tapi engkau perempuan, ya Ibu….”&lt;br /&gt;Nasibah tersinggung, “Engkau meremehkan aku karena aku perempuan? Apakah perempuan tidak ingin juga masuk surga melalui jihad?”&lt;br /&gt;Nasibah tidak menunggu jawaban dari utusan tersebut. Ia bergegas saja menghadap Rasulullah dengan kuda yang ada. Tiba di sana, Rasulullah mendengarkan semua perkataan Nasibah. Setelah itu, Rasulullah pun berkata dengan senyum. “Nasibah yang dimuliakan Allah. Belum waktunya perempuan mengangkat senjata. Untuk sementra engkau kumpulkan saja obat-obatan dan rawatlah tentara yang luka-luka. Pahalanya sama dengan yang bertempur.”&lt;br /&gt;Mendengar penjelasan Nabi demikian, Nasibah pun segera menenteng tas obat-obatan dan berangkatlah ke tengah pasukan yang sedang bertempur. Dirawatnya mereka yang luka-luka dengan cermat. Pada suatu saat, ketika ia sedang menunduk memberi minum seorang prajurit muda yang luka-luka, tiba-tiba terciprat darah di rambutnya. Ia menegok. Kepala seorang tentara Islam menggelinding terbabat senjata orang kafir.&lt;br /&gt;Timbul kemarahan Nasibah menyaksikan kekejaman ini. Apalagi waktu dilihatnya Nabi terjatuh dari kudanya akibat keningnya terserempet anak panah musuh, Nasibah tidak bisa menahan diri lagi. Ia bangkit dengan gagah berani. Diambilnya pedang prajurit yang rubuh itu. Dinaiki kudanya. Lantas bagai singa betina, ia mengamuk. Musuh banyak yang terbirit-birit menghindarinya. Puluhan jiwa orang kafir pun tumbang. Hingga pada suatu waktu seorang kafir mengendap dari belakang, dan membabat putus lengan kirinya. Ia terjatuh terinjak-injak kuda.&lt;br /&gt;Peperangan terus saja berjalan. Medan pertempuran makin menjauh, sehingga Nasibah teronggok sendirian. Tiba-tiba Ibnu Mas’ud mengendari kudanya, mengawasi kalau-kalau ada korban yang bisa ditolongnya. Sahabat itu, begitu melihat seonggok tubuh bergerak-gerak dengan payah, segera mendekatinya. Dipercikannya air ke muka tubuh itu. Akhirnya Ibnu Mas’ud mengenalinya, “Istri Said-kah engkau?”&lt;br /&gt;Nasibah samar-sama memperhatikan penolongnya. Lalu bertanya, “bagaimana dengan Rasulullah? Selamatkah beliau?”&lt;br /&gt;“Beliau tidak kurang suatu apapun…”&lt;br /&gt;“Engkau Ibnu Mas’ud, bukan? Pinjamkan kuda dan senjatamu kepadaku….”&lt;br /&gt;“Engkau masih luka parah, Nasibah….”&lt;br /&gt;“Engkau mau menghalangi aku membela Rasulullah?”&lt;br /&gt;Terpaksa Ibnu Mas’ud menyerahkan kuda dan senjatanya. Dengan susah payah, Nasibah menaiki kuda itu, lalu menderapkannya menuju ke pertempuran. Banyak musuh yang dijungkirbalikannya. Namun, karena tangannya sudah buntung, akhirnya tak urung juga lehernya terbabat putus. Rubuhlah perempuan itu ke atas pasir. Darahnya membasahi tanah yang dicintainya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba langit berubah hitam mendung. Padahal tadinya cerah terang benderang. Pertempuran terhenti sejenak. Rasul kemudian berkata kepada para sahabatnya, “Kalian lihat langit tiba-tiba menghitam bukan? Itu adalah bayangan para malaikat yang beribu-ribu jumlahnya. Mereka berduyun-duyun menyambut kedatangan arwah Nasibah, wanita yang perkasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://dakwatuna.com"&gt;www.dakwatuna.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-4896128489232035284?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/4896128489232035284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=4896128489232035284&amp;isPopup=true' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/4896128489232035284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/4896128489232035284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2010/09/jangan-halangi-aku-membela-rasulullah.html' title='Jangan Halangi Aku Membela |Rasulullah'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_g0KgNWYOkF0/TH9EszxV0iI/AAAAAAAAATE/N9sWvmwvtUw/s72-c/mujahidah+tangguh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-5927468636583729475</id><published>2010-06-17T22:31:00.000-07:00</published><updated>2011-05-17T06:03:44.003-07:00</updated><title type='text'>PKS Terima Pancasila Sebagai Dasar Negara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-s17lqeps9xA/TdJyJNUjbzI/AAAAAAAAAXE/M6fff2Cf8bQ/s1600/garuda_pancasila.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 183px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-s17lqeps9xA/TdJyJNUjbzI/AAAAAAAAAXE/M6fff2Cf8bQ/s200/garuda_pancasila.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607669988549947186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Media memberitakan tentang musyawarah nasional PKS yang dibuka kemarin malam (17/06) di hotel rits carlton, Jakarta. Salah satu isu yang diangkat media adalah soal perubahan AD/ART menyangkut kader non muslim. Dengan tagline PKS untuk semua, PKS menerima kader non muslim.&lt;br /&gt;"Kami ingin siapkan landasan konstitusi. Nanti di Munas," kata Sekjen PKS Anis Matta seusai Musyawarah Dewan Syuro di Hotel Ritz Calrton, Jakarta, Rabu (16/6).&lt;br /&gt;Selama ini, di dalam AD/ART mengharuskan kader PKS dikenakan enam jenjang kaderisasi dengan hak dan kewajiban berbeda secara proporsional. "Kami buat ruang nonmuslim bergabung. Intinya kami ingin memberikan ruang nonmuslim ke keanggotaan," ujarnya.&lt;br /&gt;Menurut Anis, usulan dilatarbelakangi karena saat ini PKS makin diterima masyarakat nonmuslim, seperti di Papua dan Nusa Tenggara Timur.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;"Saat ini saja, ada sekitar 20-an anggota legislatif (DPRD) non muslim dari PKS," kata Anis. (inilah.com)&lt;br /&gt;Dan yang kedua adalah PKS menerima pancasila sebagai dasar Negara. Salah satu hasil Musyawarah Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah menerima Pancasila sebagai satu-satunya dasar negara.&lt;br /&gt;Hasil musyawarah yang merupakan bagian dari Musyawarah Nasional PKS itu menegaskan bahwa PKS akan semakin menghargai wacana kebangsaan dalam bingkai negara Indonesia yang berasas Pancasila.&lt;br /&gt;"Pancasila yang telah menjadi konsensus bersama tidak perlu dipersoalkan lagi. PKS tidak bisa lagi mengklaim sebagai partai yang paling agamis, karena sekarang seluruh partai dan masyarakat semakin baik dalam keberagamaannya," ujar Ketua DPP PKS Mustafa Kamal di sela Munas PKS di hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (16/6).&lt;br /&gt;Menurut Mustafa, meski PKS tetap berasas Islam, partai bulan sabit kembar ini tidak akan mengotak-atik Pancasila sebagai dasar negara. Justru menjadikan Pancasila sebagai ukuran kemajuan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;"Persatuan Indonesia dalam Pancasila juga semakin kokoh. Penguatan demokrasi, DPR, MPR smakin kokoh. PR besar adalah bagaimana mewujudkan sila ke 2 dan ke 5. PKS telah menyusun platform nya utk mewujudkan hal-hal tersebut," tegas Mustafa Kamal.&lt;br /&gt;"Kami ingin menjadi partai yg ingin menjadi pelayan bangsa dan masyarakat. Misi transformasi kita tekankan, tentu juga dengan organisasi yang kokoh yang telah berhasil kami bangun selama lebih dari 10 tahun ini," bebernya lebih lanjut.&lt;br /&gt;Mustafa juga mengatakan, jika visi kebangsaan itu bisa dicapai. Visi PKS selanjutnya ingin meningkatkan peran Indonesia di dunia internasional semakin diakui.&lt;br /&gt;"Kami ingin masuk ke wacana-wacana kebangsaan yang lebih tajam. Kita ingin Indonesia punya peran internasional yang lebih besar," tandasnya.(inilah.com)&lt;br /&gt;Tulisan ini dikutip dari media online, bagaimana pendapat teman-teman semua tentang PKS dalam munas II ini? Semoga langkah kita semakin dikuatkan. Tetap semangat, salam perjuangan. Untuk PKS selamat bermunas, semoga keputusannya memberikan maslahat bagi bangsa kita tercinta. Allah melindungi kalian saudaraku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-5927468636583729475?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/5927468636583729475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=5927468636583729475&amp;isPopup=true' title='54 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/5927468636583729475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/5927468636583729475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2010/06/pks-terima-pancasila-sebagai-dasar_17.html' title='PKS Terima Pancasila Sebagai Dasar Negara'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-s17lqeps9xA/TdJyJNUjbzI/AAAAAAAAAXE/M6fff2Cf8bQ/s72-c/garuda_pancasila.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>54</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-6146745527072302677</id><published>2010-06-10T06:31:00.000-07:00</published><updated>2010-06-10T06:33:00.143-07:00</updated><title type='text'>Sadar! Allah Tidak Pernah Tidur</title><content type='html'>Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11 malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini. Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah dengan "acara" kehujanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana. Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyilahkan saya duduk. "Disini saja dek, daripada kehujanan...," begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang pekat. Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya berkata, "minta tolong bikin mie goreng ya pak, di makan disini saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk. Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu. Segera saja, mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula canggung mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, "Wah hujannya tambah deras nih, orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?" Bapak itu menoleh kearah saya, dan berkata, "Iya dek, jadi sepi nih dagangan saya.." katanya sambil menghisap rokok dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?" kata saya, "Wah, rezekinya jadi berkurang dong ya?" Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja tak banyak yang membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih. Namun, agaknya saya keliru...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah itu, tyidak tidu dek", begitu katanya. "Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan begini. Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah, walaupun tidak lebar, tapi lumayan lah tanahnya." Bapak itu melanjutkan, "Anak saya yang disini pasti bisa ojek payung kalau besok masih hujan.....".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, "Allah tidak tidur". Allah Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya. Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya, tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Makna nya terlampau dalam, membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tadi berpikir,bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi banyak hal. Saya berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi, dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka itu artinya saya cuma harus bersabar. Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm...saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak di benak saya. "Ya Allah, Engkau Memang Tak Pernah Beristirahat" Untunglah, hujan telah reda, dan sayapun telah selesai makan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat, Allah tidak pernah tidur....&lt;br /&gt;Allah tidak pernah tidur.... yah, itu pasti... tapi kali, kalimat ini istimewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, kali ini saya takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya. Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya lewat hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi semakin banyak belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar, dengan sesuatu yang istimewa. Saya sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan. Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan. Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang terbaik. Saya tetap belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar dan istimewa. sadar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-6146745527072302677?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/6146745527072302677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=6146745527072302677&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/6146745527072302677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/6146745527072302677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2010/06/sadar-allah-tidak-pernah-tidur.html' title='Sadar! Allah Tidak Pernah Tidur'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-9201688739064277928</id><published>2010-03-23T05:58:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T07:23:59.432-07:00</updated><title type='text'>Aksi Perempuan Senja Buat Palestina</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Lo6M2XFqjvc/Tdpt6RV3gdI/AAAAAAAAAaU/oDWf5rZdIW8/s1600/kecil-nenek%2Bberpayung.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="213" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-Lo6M2XFqjvc/Tdpt6RV3gdI/AAAAAAAAAaU/oDWf5rZdIW8/s320/kecil-nenek%2Bberpayung.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nek sa’diah namanya. Perempuan di usianya yang senja, 60 tahun masih menyempatkan ikut aksi munasarah untuk Palestina yang dilangsungkan di depan monument Mandala, Dia begitu bersemangat, cucuran keringat membasahi wajahnya di bawah terik, namun dia tidak mundur, dia tetap ikut bertakbir bersama ribuan massa yang lain. Kagum, jelas saja saya kagum melihatnya. Nek Sa’diah kembali muda dengan letupan semangat yang menembus angkasa. Subhanallah!&lt;br /&gt;Dia hanya perantau di pulau Sulawesi, sudah enam tahun dia bermukim disini menyatu dengan penduduk asli. Perempuan senja asal surabaya itu sekarang tinggal di sebuah panti asuhan di kabupaten Gowa. Bersama rombongannya dia ke Makassar untuk mengikuti aksi munasarah ini. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terik matahari serasa menyengat ketika ribuan peserta munasarah melakukan longmarch, tidak kusangka nek Sa’diah juga ikut rombongan, dengan badan yang sedikit membungkuk sambil menggandeng anak kecil umur empat tahunan dia mengikuti perjalanan peserta munasarah. Kulihat jalannya tertatih, namun dia mencoba untuk menguatkan langkah, dia menggenggam tangan anak yang sedang digandengnya dengan erat, seolah dia menularkan semangat pembelaan untuk rakyat Palestina kepada sang anak. Aku mengikutinya dari belakang, sambil sesekali memotretnya. &lt;br /&gt;Sekitar dua ratus meter perjalanan, jalannya semakin lemah, kulihat dia sedikit meringis. Beberapa ummahat mengantarnya ke tepi jalan dan menyarankannya untuk berhenti saja, namun  nek Sa’diah enggan, dia ingin ikut bersama peserta munasarah, dia ingin ikut merasakan panasnya terik, ini sebagai aksi solidaritas kepada saudara seiman di Palestina, tapi kondisinya untuk berjalan tidak memungkinkan, maka para ummahat memanggil tukang becak untuk mengantar nek Sa’diah mengikuti longmarc. Kulihat mukanya pias, nek Sa’diah sangat ingin berjalan kaki bukan naik becak, mungkin dia merasakan bagaimana penderitaan wanita Palestina, ketakutan yang menghantui mereka dan maut yang setiap waktu mengincar. &lt;br /&gt;Longmarch berakhir, nek Sa’diah menepi di tepi jalan, dengan wajah yang begitu lelah dia menghembuskan nafas, aku menghampirinya... Dia menyambutku dengan hangat, dan mempersilahkanku duduk disebelahnya, setelah berbasa-basi, akupun mulai bertanya kepadanya.&lt;br /&gt;“Nek, kenapa tidak istirahat saja? Pasti nenek capek berjalan kaki tadi.” Kataku kepadanya, tidak ada jawaban yang kuterima, nek Sa’diah hanya menunduk menatap tanah, aku menatapnya dan menyadari wajahnya begitu mendung, dan jawaban yang kudapat hanya tangisan. Nek Sa’diah terguncang dalam  tangis. Dan dengan bibir bergetar dia berkata,&lt;br /&gt;“Ini untuk palestina, mereka butuh dukungan kita.” Katanya sambil mengusap air bening yang membanjir. Aku tergugu, ada perasaan sesak didadaku, haru menyeruak, namun kubendung. Nek Sa’diah masih terus menangis, dia menangis. Anak kecil yang tadi bersamanya hanya memandangnya dengan diam, mungkin dia belum mengerti apa-apa.&lt;br /&gt;Wahai saudaraku di Palestina sana! Nek Sa’diah mendukungmu, dia tidak merelakan sejengkal tanah di palestina di rampas oleh zionis Israel, baginya satu nyawa orang palestina lebih berharga daripada semua nyawa orang yahudi dan antek-anteknya. Bukan Cuma satu nek Sa’diah yang mendukungmu disini, ada jutaan orang sepertinya. Dan kami pun mendukungmu dengan sepenuh dukungan. Tetaplah tegar dan mujahadah, Allah bersama kita semua dan kemenangan bersama kebenaran. Untukmu rakyat Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-9201688739064277928?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/9201688739064277928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=9201688739064277928&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/9201688739064277928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/9201688739064277928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2010/03/aksi-perempuan-senja-buat-palestina.html' title='Aksi Perempuan Senja Buat Palestina'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Lo6M2XFqjvc/Tdpt6RV3gdI/AAAAAAAAAaU/oDWf5rZdIW8/s72-c/kecil-nenek%2Bberpayung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-2025368646457744856</id><published>2010-03-08T16:58:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T17:07:34.445-08:00</updated><title type='text'>Pemuda Penjaga Izzah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;oleh: Munawir Syam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku.” (Yusuf 33) Sepenggal perkataan Yusuf yang diabadikan oleh Allah dalam al-qur’an. Kata yang seolah menyihir semua orang, kata yang keluar dari mulut seorang pemuda tampan yang dirayu oleh seorang wanita cantik yang mencintainya dengan cinta yang menggebu. Sepenggal kisah yang menggemparkan, Zulaikha menjadi bumbu dalam kisah perjalanan Yusuf, datang menguji keimanan lelaki saleh itu. Kisah perjalanan Yusuf memang membuat kita kagum, segala cobaan hidup telah dia lewati, tanpa satupun yang membuatnya ingkar kepada Tuhannya. Sehingga kisah yang disertai dengan pertarungan politik, kekuasaan, konflik keluarga, cinta dan asmara menjadi kisah terbaik, ahsanul qisash di dalam Al-qur’an. Prestasi besar seorang pemuda bernama Yusuf ‘alaihi salam. Pemuda yang bisa menjaga izzah diri ketika gelombang syahwat berkecamuk seperti perang uhud, Izzah tetap dijunjung tinggi, tidak menukarnya dengan kesenangan yang semu, dengan syahwat yang menggebu. Jiwa mudanya yang menggelora dapat dia kuasai dan kontrol karena dia lebih mengutamakan pahala dari Allah. Dan itulah salah satu prestasi nabi Yusuf As.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan kita saat ini, adakah percikan kisah nabi Yusuf bisa menjadi pedoman dalam kehidupan kita? Disaat nafsu dan syahwat dengan mudahnya diumbar dan dilampiaskan, kapanpun dan dimanapun? Masihkah lidah kita mampu untuk mengatakan seperti kata yang pernah dilontarkan oleh Yusuf, ataukah lidah kita keluh dan terbawa arus syaitani? Naudzu billah! Kawan, semakin jauh melangkah maka cobaan juga akan semakin banyak, iman yang susah payah kita bangun dan jaga seumpama pohon yang sedang tumbuh, semakin tinggi pohon tersebut maka semakin banyak angin yang menyapa, kadang angin sepoi dan membuat pohon terbelai, kadang angin kencang yang membuat pohon bergoyang tidak karuan, bahkan kadang angin badai yang bisa membuat pohon tumbang. Kuatkan akarnya, supaya bisa menahan badai, tidak tumbang oleh tragedi zaman yang selalu menghadang. Tingkatkan kekebalan iman, supaya iman tetap imun, sehingga bisa menangkal virus maksiat, termasuk virus merah jambu di kalangan aktivis. yang bisa menjadikan aktivis futur karena virus merah jambu, itu bukan prestasi, kawan! Tapi bencana. Tandanya iman kita tidak sehat.&lt;br /&gt;Engkau yang menamakan dirimu sebagai aktivis dakwah, yang amanah dakwah memberat di pundakmu, yang kata dakwah selalu keluar dari bibirmu, yang katamu seluruh gerakmu adalah dakwah, yang katamu hidupmu telah kau wakafkan untuk dakwah, yang siap mati di jalan dakwah. Untukmu para aktivis dakwah, teruslah perbaiki diri, bersihkan diri dari perbuatan dosa sekecil apapun, jaga izzah diri dan agama di depan orang yang tidak senang dengan islam. Karena tidak mungkin dakwah akan berhasil jikalau para pengembannya saja adalah seorang fajir (pendosa).&lt;br /&gt;Berdo’alah kawan! Semoga Allah menguatkan pancang kaki kita untuk tetap istiqamah di jalanNya, jadilah orang yang bisa menjaga izzah diri, jangan nodai izzahmu dengan menuruti arus syahwat yang bisa menularkan virus syaithani. Jangan menggadaikan izzah dengan kata cinta, karena cinta itu menjaga izzah seorang muslim bukan malah menodai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-2025368646457744856?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/2025368646457744856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=2025368646457744856&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/2025368646457744856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/2025368646457744856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2010/03/pemuda-penjaga-izzah.html' title='Pemuda Penjaga Izzah'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-6151651140692837915</id><published>2009-12-23T08:10:00.000-08:00</published><updated>2011-05-19T03:35:40.258-07:00</updated><title type='text'>Jika Komitmenmu Benar-benar Tulus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-50kYRIQbVcA/TdTyZE-K0qI/AAAAAAAAAX0/TuYh-HHgnrk/s1600/jabat%2Btangan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 156px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-50kYRIQbVcA/TdTyZE-K0qI/AAAAAAAAAX0/TuYh-HHgnrk/s200/jabat%2Btangan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608373948628259490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Dan antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah ; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-menunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah janjinya." [Al-Ahzab 33:23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus..., maka tidak akan banyak aktivis dakwah yang berguguran di tengah jalan. Dakwah akan terus melaju dengan mulus untuk meraih tujuan-tujuannya dan mampu memancangkan prinsip-prinsipnya dengan kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus..., niscaya hati sekian banyak orang akan menjadi bersih, pikiran mereka akan bersatu, dan fenomena ingin menang sendiri saat berbeda pendapat, akan jarang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika komitmen aktivis dakwah benar-benar tulus..., maka sikap toleran akan semarak, rasa saling mencintai akan merebak, hubungan persaudaraan semakin kuat, dan barisan para aktivis dakwah akan menjadi bangunan yang berdiri kokoh dan saling menopang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jika komitmen aktivis dakwah benar-benar tulus..., maka dia tidak akan peduli saat ditempatkan di barisan depan atau di barisan belakang. Komitmennya tidak akan berubah ketika ia diangkat menjadi pemimpin yang berwenang mengeluarkan keputusan dan ditaati atau hanya sebagai jundi yang tidak dikenal atau dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jika komitmennya benar-benar tulus..., maka hati seorang aktivis dakwah akan tetap lapang untuk memaafkan setiap kesalahan saudara-saudara seperjuangannya, sehingga tidak tersisa tempat sekecil apa pun untuk permusuhan dan dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus..., maka sikap toleran dan saling memaafkan akan terus berkembang, sehingga tidak ada momentum yang menyulut kebencian, menaruh dendam, dan amarah. Namun sebaliknya, semboyan yang diusung adalah ”Saya sadar bahwa saya sering melakukan kesalahan, dan saya yakin Anda akan selalu memaafkan saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jika komitmen aktivis dakwah benar-benar tulus..., maka semua orang akan sangat menghargai waktu. Bagi setiap aktivis dakwah, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia karena dia akan selalu menggunakannya untuk beribadah kepada Allah di sudut mihrab, atau berjuang melaksanakan dakwah dengan menyeru kepada kebaikan yang mencegah kemungkaran. Atau, menjadi murabbi yang gigih mendidik dan mengajari anak serta isterinya di rumah. Aktivis dakwah yang aktif di masjid untuk menyampaikan nasihat dan membimbing masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jika komitmennya benar-benar tulus..., maka setiap aktivis dakwah akan segera menunaikan kewajiban keuangannya untuk dakwah tanpa merasa ragu atau bimbang. Di dalam benaknya, tidak ada lagi arti keuntungan pribadi dan menang sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Jika komitmen aktivis dakwah benar-benar tulus..., maka akan muncul fenomena pengorbanan yang nyata. Tidak ada kata ”ya” untuk dorongan nafsu atau segala sesuatu yang seiring dengan nafsu untuk berbuat maksiat. Kata yang ada adalah kata ”ya untuk segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Jika komitmen para aktivis dakwah benar-benar tulus..., maka setiap orang yang kurang teguh komitmennya akan menangis, sementara yang bersungguh-sungguh ingin berbuat lebih banyak dan berharap mendapat balasan serta pahala dari Allah. []&lt;br /&gt;KDS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-6151651140692837915?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/6151651140692837915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=6151651140692837915&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/6151651140692837915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/6151651140692837915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2009/12/jika-komitmenmu-benar-benar-tulus.html' title='Jika Komitmenmu Benar-benar Tulus'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-50kYRIQbVcA/TdTyZE-K0qI/AAAAAAAAAX0/TuYh-HHgnrk/s72-c/jabat%2Btangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-1155115926767599889</id><published>2009-10-19T03:32:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T03:36:46.481-07:00</updated><title type='text'>Perbedaan Harakah Bukan Simbol Perpecahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kepada mujahid benteng kebenaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selalu rindu akan lahir kejayaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kepada pewaris tahta yang gemilang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menapak tegak menyongsong masa depan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia kini menjadi lahan subur bagi pergerakan Islam. Sehingga geliat dakwah dan keislaman terasa membahana di bumi pertiwi, dimana-mana selalu saja ada yang menyeru kepada kebenaran islam, seolah tidak ada ruang yang kosong. Alhamdulillah, geliat dakwah itu berasal dari aktivis pergerakan Islam yang aktif berdakwah, seolah tidak pernah letih dalam mengemban amanah yang memberatkan punggungnya, aktivis yang selalu berpeluh demi kerja-kerja besar, aktivis pergerakan yang selalu menghiasi bibirnya dengan kata hikmah. Subhanallah, semoga Allah membalas kalian dengan syurganya. Peluhmu, letihmu, waktumu yang tersita, perasaanmu, dan semua yang telah kalian korbankan demi pencerahan kepada ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat kalian dari luar fikrah dan harakah yang kuikuti, sehingga aku menuliskan semua ini bukan sebagai anggota dari suatu fikrah, melainkan seorang yang sedang menatap semua harakah dengan senyum menawan, menatap semua harakah sebagai singa Allah yang siap bertempur di medan laga, mempergunakan keahlian dan kemampuan mereka. Demi Allah, kutuliskan ini demi sebuah persatuan, bukan untuk mengkotak-kotakkan, apalagi menjelek-jelekkan pihak yang tidak sefikrah dengan saya. Saya menatap semua harakah sebagai pelangi yang begitu indah. Semua orang menyukainya, karena keindahan yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir semua aktivis harakah islam paham dan hapal, sebuah surat cinta dari Allah yang mengatakan bahwa Allah mencintai orang yang berjuang dijalannya dengan shaff yang rapi. Ayyuhal asdiqaaiy! Renungkan ayat ini, karena tanpa shaf yang rapi maka kejayaan itu mustahil akan tercapai. Dan shaf yang dimaksud disini bukan shaf dalam satu harakah saja, namun shaf seluruh ummat Islam. Mustahil kejayaan itu akan tercapai jikalau kita sendiri bercerai berai. Karena shaf adalah kekuatan dan shaf adalah ruh keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun izinkan saya jujur dan sedikit mengeluh, senyum yang tadinya menawan karena melihat harakah islam yang begitu aktif dalam menjunjung panji-panji Islam kini harus harus sedikit memudar, membentuk senyum yang menyakitkan. Bagaimana tidak, seolah perbedaan harakah diantara kita manjadi hijab yang rentan dengan konflik. Konflik itu biasanya tergambar dari sikap dan tanggapan kita terhadap saudara dilintas harakah. Bukankah kita hapal diluar kepala, ayat Allah yang menegaskan bahwa semua orang beriman itu bersaudara. Apakah kita lupa dengan ayat sering kita baca berulang-ulang itu? Ayat yang semakin mengokohkan persaudaraan antara kaum muhajirin dan kaum anshar, hingga tidak ada lagi kata perbedaan status diantara mereka. Lalu ada apa dengan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, kudapati dalam diri kalian wahai para aktivis pergerakan Islam, tanpa membedakan harakah kalian. Ruh semangat juang yang begitu tinggi, kita mempunyai cita yang sama. Kembalinya sebuah khilafah. Cita itu begitu agung dan telah menyatu dengan aliran darah dan desahan nafas kita. Sebuah impian yang sebentar lagi akan terwujud saudaraku, jangan hancurkan impian itu! Yah mungkin kita menatap impian yang masih dipuncak gunung itu di tempat yang berbeda, ada yang menatap impian itu dari sebelah kanan, kiri, depan, belakang. Dan mungkin kita menatap impian itu dalam keadaan yang berbeda pula, ada yang sedikit posisi miring, ada yang sementara duduk, berdiri, berjalan, berlari. Dan mungkin karena keadaan dan tempat kita dalam menatap impian indah itu hingga menjadikan kita berbeda, namun bukan berarti kita tidak bersatu kan saudaraku? Yang penting tidak ada diantara kita yang menatap impian itu dengan keadaan berpangku tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pepatah yang menyatakan, banyak jalan menuju roma. Mungkin itulah yang terjadi dengan kita, semua harakah mempunyai jalan tersendiri untuk mencapai tujuan. Yang jelasnya kompas yang digunakan sebagai penunjuk jalan adalah Al-qur’an dan sunnah. Sehingga tidak ada yang melenceng dan tersesat, saya yakin semua mempunyai pegangan yang kuat. Dan inilah yang membuat kita sering larut dalam konflik antar aktivis, karena kita masih saja memperdebatkan apa yang memang tidak bisa kita persatukan, karena memang dasar dalam memandang suatu masalah yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harakah Islam saya gambarkan sebagai pelangi yang indah, semua mata akan betah memandangnya seraya bibirnya mengucap tasbih akan keindahan ciptaan Ilahi. Namun bagaimana jika pelangi itu menjadi tidak beraturan? Apakah masih akan indah kelihatan? Ataukah itu menjadi tanda kiamat? Ada hadits yang mengatakan bahwa perbedaan ummatku adalah berkah, walaupun disebutkan dalam beberapa buku bahwa hadits itu dhaif. Tapi setidaknya kita bisa mengambil pelajaran, karena isi dari kalimat tersebut tidak salah, bahkan sesuai dengan kondisi kita saat ini. Anggap perbedaan ini suatu berkah sehingga konflik bisa kita hilangkan. Lihatlah dalam satu kebun, pasti akan menambah keindahan jika ditumbuhi beraneka ragam bunga. Ada berwarna kuning, putih, merah, ungu. Dan datanglah lebah untuk menghisap sari bunga yang beraneka ragam itu, lebah tidak membedakan antara bunga kuning dan merah, semuanya diisap. Dan hasil dari sari bunga yang berbeda itu akan menjadi madu, madu yang begitu manis. Bukankah begitu saudaraku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya jika kita ingin saling mengerti dan memahami, maka semuanya akan menjadi indah. Setiap harakah mempunyai keunikan tersendiri, khususnya kita di Indonesia. HTI lebih konsentrasi dalam pembentukan khilafah dengan sosialisai bahwa hanya islam lah solusi yang tepat bagi semua masalah, dan itu benar. Aktivis tarbiyah, PKS dan juga partai islam lainnya lebih memilih untuk ikut dalam pemerintah untuk melakukan perubahan bagi pemerintahan bangsa kita yang amburadul, dan itu benar. Jama’ah tabliq (JT) dengan kesadaran penuh mereka turun untuk berdakwah dan mengajak orang secara langsung untuk beribadah, JT konsentrasi dalam masalah ibadah, dan itu benar. Salafi yang lebih konsentrasi dalam pemurnian aqidah dan pemberantasan bid’ah, dan itu juga benar. Lalu apa yang salah dari kita? Mari kita gabungkan kerja-kerja kita, PKS dan partai-partai islam yang siap mendukung program yang baik dan berpihak pada kemaslahatan ummat. HTI yang melakukan penyadaran bahwa hanya Islamlah solusi, JT yang mengajak untuk ibadah, dan salafi untuk pemurnian aqidah. jika kerja-kerja ini kita satukan maka impian itu akan semakin cepat kita raih. Apalagi ditambah gerakan islam yang lain, yang semuanya ingin khilafah terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, lihatlah impian yang dipuncak gunung sana sedang melambaikan tangannya kepada kita, dia merindukan kita untuk segera sampai kesana, dan kita pun dengan segala upaya menghampirinya, sekarang kita sementara berlari ke arahnya, jangan sampai karena perbedaan latar belakang membuat kita saling menjatuhkan di tengah jalan, jika kita saling menjatuhkan maka siapakah yang akan sampai kesana? Impian itu semakin melambaikan tangannya, ayo saudaraku jangan sampai impian itu dihancurkan oleh ego kita semua. Saatnya kita saling memapah, menopang dan saling menguatkan. Jika ada saudaramu yang terjatuh mari kita papah dia, bukan malah menyumpahi dengan sumpah serapah. Ayyuha! Masih banyak musuh islam yang harus kita hadapi, musuh kita bukan lintas harakah, tapi musuh kita adalah mereka yang tidak ridho dengan Islam. Ayyuha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, ada penyakit yang menjangkiti hati kita sebagai aktivis harakah islam. Ketika kita menganggap harakah kita paling sempurna dan harakah yang lain buruk, bahkan membid’ahkan dan menyesatkan harakah lain. Padahal tidak ada satupun harakah yang sempurna, semua ada celahnya dan kekurangannya. Namanya juga hanya buatan manusia, jadi tidak ada yang sempurna. Namun celah dan kekurangan itu bisa ditutupi dengan bersatunya semua harakah islam, kita saling melengkapi dan menutup kekurangan. Bukan malah saling membongkar kekurangan, tidak cukupkah Rasulullah menjadi panutan kita? Pernahkah beliau mengajari kita untuk menutupi aib dan kekurangan saudara sendiri? Rasulullah bersabda barang siapa yang menjaga aib saudaranya maka Allah akan menjaga aibnya di hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf jika tulisan ini terkesan menggurui, saya hanya menulis apa yang saya rasakan dalam gerakan dakwah islam. Saudaraku, aku mencintaimu karena Allah, seluruh aliran di darah ini dipenuhi kerinduan akan hadirnya kedamaian di bumi titipan Allah ini. Saudaraku, aku merindukan saat dihisab nanti amalan baik kita bercerita di hadapan Allah, tentang peluhmu…. Saudaraku, kutulis ini dengan perasaan yang mengharu biru dan kukirimkan do’a untuk persatuan kita…. Semoga kalian semua diberkahi oleh Allah dan menguatkan pancang kakimu di harakah manapun kamu berpijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munawir Syam, syaamilah@yahoo.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3113402086599958214-1155115926767599889?l=underdakwah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://underdakwah.blogspot.com/feeds/1155115926767599889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3113402086599958214&amp;postID=1155115926767599889&amp;isPopup=true' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/1155115926767599889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3113402086599958214/posts/default/1155115926767599889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://underdakwah.blogspot.com/2009/10/perbedaan-harakah-bukan-simbol.html' title='Perbedaan Harakah Bukan Simbol Perpecahan'/><author><name>Munawir Syam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00440516366616815991</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3113402086599958214.post-4887139826462908953</id><published>2009-10-15T05:22:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T05:23:51.105-07:00</updated><title type='text'>Ketika Dakwah Menjadi Pilihan Hidup</title><content type='html'>Jika dirimu telah menapakkan kaki di jalan dakwah, semoga saja itu adalah pilihan sadar, tidak ada paksaan dari siapapun, murni karena keinginan sendiri. Dan tidak mengharap sesuatu dari dakwah kecuali ridha Allah SWT. Ketika kita telah mengikrarkan untuk bergabung dengan kafilah dakwah, maka sebuah konsekwensi dari pernyataan harus siap kita hadapi. Entah dakwah itu akan mulus-mulus saja, ataukah dakwah akan membuat kita terseok karena hantaman dari orang yang tidak ridho dengan dakwah begitu besar. Mental seorang da’i tidak boleh lembek dalam menghadapi tantangan, mental harus kuat agar bisa tetap bertahan melalui semua wejengan yang menyambut di medan juang. &lt;br /&gt;Ah… sudah menjadi sunnatullah bahwa semua pengemban dakwah akan melewati fase sulit dalam hidupnya. Manusia utama saja menghadapi hal yang demikian, ketika darahnya harus mengucur demi dakwah di Thaif. Namun manusia utama itu tiada mengeluh dan tidak menaruh dendam. Pun disebutkan dalam kisah-kisah yang sudah masyhur, seorang Hanzalah yang rela meninggalakn kasur empuknya di malam pengantinnya demi untuk menyambut panggilan jihad, sebuah pengorbanan yang begitu hebat. Pun telah dikisahkan seorang budak hitam yang tetap kokoh berpegang teguh pada sendi aqidah, walaupun disiksa oleh majikannya namun kemanisan iman dan islam telah menyatu dalam setiap aliran darahnya hingga membuat dia tidak bergeming ketika beratnya batu besar, panasnya padang pasir, dan perihnya cambukan menghantam dirinya. Wahai saudaraku, tidakkah besar pengorbanan mereka? Air mata mereka meleleh membasahi pipi, tapi kalimat Allah tidak pernah lekang dari bibir dan hati mereka.&lt;br /&gt;Engkau pastinya tahu sang syahidah pertama dalam sejarah penyebaran islam, bagaimana Sumayyah menjemput syahidnya dengan perlakuan yang sangat sadis, roh nya melayang meninggalkan jasad yang terbuyur kaku. Dia adalah muslimah t
